F19.130 F19.132 F19.230 F19.232 F19.930 F19.932 16_41

Putus Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui)

Other (or Unknown) Substance Withdrawal

Substance-Related Disorders Other (or Unknown) Substance–Related Disorders DSM-5-TR 0x dibaca

Kriteria Diagnostik

  1. Penghentian (atau pengurangan) penggunaan zat yang sebelumnya digunakan dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu lama.
  2. Berkembangnya sindrom khas zat segera setelah penghentian (atau pengurangan) penggunaan zat.
  3. Sindrom khas zat tersebut menyebabkan distres yang bermakna secara klinis atau gangguan keberfungsian dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya.
  4. Gejala-gejala tersebut tidak disebabkan oleh kondisi medis lainnya dan tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gangguan mental lainnya, termasuk putus zat akibat zat lain.
  5. Zat yang terlibat tidak dapat diklasifikasikan dalam kategori zat lainnya (alkohol; kafein; ganja; opioid; sedatif, hipnotik, atau ansiolitik; stimulan; atau tembakau) atau merupakan zat yang tidak diketahui.

Tentukan Jika:

Dengan Gangguan Persepsi: Penanda ini dapat digunakan ketika halusinasi dengan kemampuan pengujian realitas yang tetap utuh atau ilusi auditorik, visual, maupun taktil muncul tanpa disertai delirium.

 

Catatan Pengodean: Kode ICD-10-CM bergantung pada ada atau tidaknya gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sebagai komorbiditas serta ada atau tidaknya gangguan persepsi.

  • Untuk Putus Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui) Tanpa Gangguan Persepsi: Apabila terdapat gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) ringan sebagai komorbiditas, kode ICD-10-CM adalah F19.130, sedangkan apabila terdapat gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sedang atau berat sebagai komorbiditas, kode ICD-10-CM adalah F19.230. Apabila tidak terdapat gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sebagai komorbiditas (misalnya, pada pasien yang menggunakan zat lainnya [atau yang tidak diketahui] semata-mata di bawah pengawasan medis yang sesuai), kode ICD-10-CM adalah F19.930.
  • Untuk Putus Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui) dengan Gangguan Persepsi: Apabila terdapat gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) ringan sebagai komorbiditas, kode ICD-10-CM adalah F19.132, sedangkan apabila terdapat gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sedang atau berat sebagai komorbiditas, kode ICD-10-CM adalah F19.232. Apabila tidak terdapat gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sebagai komorbiditas (misalnya, pada pasien yang menggunakan zat lainnya [atau yang tidak diketahui] semata-mata di bawah pengawasan medis yang sesuai), kode ICD-10-CM adalah F19.932.

Catatan: Untuk informasi mengenai Faktor Risiko dan Prognostik serta Penanda Diagnostik, lihat bagian yang berkaitan dalam Gangguan Penggunaan Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui).

Karakteristik Diagnostik

Putus zat lainnya (atau yang tidak diketahui) merupakan sindrom yang bermakna secara klinis dan berkembang selama atau dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah pengurangan dosis atau penghentian penggunaan suatu zat (Kriteria A dan B). Meskipun riwayat pengurangan dosis atau penghentian penggunaan yang baru terjadi biasanya dapat diketahui dengan jelas, prosedur diagnostik lainnya menjadi sangat menantang apabila zat yang digunakan tidak diketahui. Kriteria B mensyaratkan berkembangnya “sindrom khas zat” (yaitu, tanda dan gejala individu harus sesuai dengan sindrom putus zat yang telah diketahui untuk obat yang baru dihentikan penggunaannya), suatu persyaratan yang jarang dapat dipenuhi apabila zatnya tidak diketahui. Oleh karena itu, penilaian klinis harus menjadi dasar dalam pengambilan keputusan tersebut ketika informasi yang tersedia terbatas. Kriteria D mensyaratkan penyingkiran kemungkinan kondisi medis lainnya, gangguan mental, atau putus zat akibat zat yang telah dikenal. Apabila zat yang digunakan diketahui, zat tersebut harus dicantumkan dalam nama gangguan ketika dilakukan pengodean (misalnya, “putus biji pinang”).

Prevalensi

Prevalensi putus zat lainnya (atau yang tidak diketahui) belum diketahui.

Perkembangan dan Perjalanan Gangguan

Tanda-tanda putus zat umumnya muncul beberapa jam setelah penggunaan zat dihentikan, tetapi onset dan perjalanan kondisinya sangat bervariasi, bergantung pada dosis yang biasanya digunakan dan kecepatan eliminasi zat tertentu dari tubuh. Pada tingkat keparahan puncak, gejala putus zat akibat beberapa jenis zat hanya menimbulkan ketidaknyamanan tingkat sedang, sedangkan putus zat akibat jenis zat lainnya dapat berakibat fatal. Disforia yang berkaitan dengan putus zat sering mendorong individu untuk kembali menggunakan zat. Gejala putus zat berkurang secara perlahan selama beberapa hari, minggu, atau bulan, bergantung pada jenis obat tertentu dan dosis yang telah menimbulkan toleransi pada individu.

Konsekuensi Fungsional Putus Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui)

Putus zat akibat zat apa pun dapat menimbulkan konsekuensi serius, termasuk tanda dan gejala fisik (misalnya, malaise, perubahan tanda-tanda vital, ketidaknyamanan pada perut, dan sakit kepala), craving yang intens terhadap zat, kecemasan, depresi, agitasi, gejala psikotik, atau gangguan kognitif. Konsekuensi tersebut dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti gangguan keberfungsian di tempat kerja, masalah dalam hubungan interpersonal, kegagalan memenuhi kewajiban peran, kecelakaan lalu lintas, perkelahian, perilaku berisiko tinggi (misalnya, melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan), percobaan bunuh diri, serta overdosis zat atau obat. Pola konsekuensi tersebut akan bervariasi bergantung pada jenis zat tertentu.

Diagnosis Banding

Pengurangan Dosis Setelah Penggunaan Jangka Panjang, tetapi Tidak Memenuhi Kriteria Putus Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui)

Individu menggunakan zat lainnya (atau yang tidak diketahui), tetapi dosis yang digunakan tidak mencukupi untuk menimbulkan gejala yang memenuhi kriteria yang diperlukan untuk diagnosis putus zat.

Putus Zat atau Gangguan Mental Lainnya Akibat Zat/Obat

Zat-zat yang telah dikenal dapat dijual di pasar gelap sebagai produk baru, dan individu dapat mengalami putus zat ketika menghentikan penggunaan zat-zat tersebut. Riwayat penggunaan, pemeriksaan skrining toksikologi, atau pengujian kimia terhadap zat itu sendiri dapat membantu mengidentifikasinya. Putus zat lainnya dibedakan dari gangguan mental lainnya akibat zat/obat (misalnya, gangguan kecemasan akibat venlafaksin, dengan onset selama putus zat) karena gejala-gejala (misalnya, kecemasan) pada gangguan tersebut melebihi gejala yang biasanya berkaitan dengan putus zat akibat zat tertentu, apabila gejala khasnya diketahui, mendominasi gambaran klinis, dan cukup berat sehingga memerlukan perhatian klinis.

Gangguan Toksik, Metabolik, Traumatis, Neoplastik, Vaskular, atau Infeksius Lainnya yang Mengganggu Fungsi Otak dan Kognisi

Berbagai kondisi neurologis dan kondisi medis lainnya dapat menyebabkan munculnya tanda dan gejala secara cepat yang menyerupai gejala putus zat. Secara paradoks, kemungkinan intoksikasi akibat obat juga harus disingkirkan; sebagai contoh, letargi dapat menunjukkan putus zat akibat suatu obat atau intoksikasi akibat zat lainnya.

Komorbiditas

Seperti halnya seluruh gangguan terkait zat, gangguan perilaku pada masa remaja, gangguan kepribadian antisosial, dan gangguan penggunaan zat lainnya cenderung terjadi bersamaan dengan putus zat lainnya (atau yang tidak diketahui).

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Pilih Layanan Lihat Semua Alat Tes Hubungi Kami
Hubungi Kami