___.__ 3_04

Gangguan Bipolar dan Gangguan Terkait yang Diinduksi Zat/Obat

Substance/Medication-Induced Bipolar and Related Disorder

DSM-5-TR 4x dibaca

Kriteria Diagnostik

  1. Gangguan suasana perasaan yang menonjol dan menetap, yang mendominasi gambaran klinis dan ditandai oleh suasana perasaan yang meningkat secara abnormal, ekspansif, atau mudah tersinggung, serta peningkatan aktivitas atau energi yang abnormal.
  2. Terdapat bukti dari riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, atau temuan laboratorium yang menunjukkan kedua kondisi berikut, yaitu (1) dan (2): (1) Gejala-gejala dalam Kriteria A berkembang selama atau segera setelah intoksikasi zat atau putus zat, atau setelah paparan terhadap suatu obat maupun penghentian penggunaan obat tersebut. (2) Zat atau obat yang terlibat memiliki kemampuan untuk menimbulkan gejala-gejala dalam Kriteria A.
  3. Gangguan tersebut tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gangguan bipolar atau gangguan terkait yang tidak diinduksi zat/obat. Bukti yang menunjukkan adanya gangguan bipolar atau gangguan terkait yang berdiri sendiri dapat mencakup hal-hal berikut: Gejala-gejala muncul sebelum dimulainya penggunaan zat/obat; gejala menetap selama periode waktu yang cukup lama (misalnya, sekitar 1 bulan) setelah berakhirnya putus zat akut atau intoksikasi berat; atau terdapat bukti lain yang menunjukkan adanya gangguan bipolar dan gangguan terkait yang berdiri sendiri serta tidak diinduksi zat/obat (misalnya, riwayat episode berulang yang tidak berkaitan dengan penggunaan zat/obat).
  4. Gangguan tersebut tidak terjadi secara eksklusif selama berlangsungnya delirium.
  5. Gangguan tersebut menyebabkan distres yang bermakna secara klinis atau gangguan keberfungsian dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya.

Catatan: Diagnosis ini sebaiknya ditegakkan sebagai pengganti diagnosis intoksikasi zat atau putus zat hanya apabila gejala-gejala dalam Kriteria A mendominasi gambaran klinis dan memiliki tingkat keparahan yang cukup berat sehingga memerlukan perhatian klinis.

Catatan pengodean:

Kode ICD-10-CM untuk gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi oleh [zat/obat tertentu] ditunjukkan dalam tabel berikut. Perlu diperhatikan bahwa kode ICD-10-CM bergantung pada ada atau tidaknya gangguan penggunaan zat komorbid dari golongan zat yang sama. Dalam keadaan apa pun, diagnosis tambahan yang terpisah untuk gangguan penggunaan zat tidak diberikan. Jika gangguan penggunaan zat ringan terjadi bersamaan dengan gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat, karakter pada posisi keempat adalah “1”, dan klinisi harus mencatat “gangguan penggunaan [zat] ringan” sebelum gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat (misalnya, “gangguan penggunaan kokain ringan dengan gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi kokain”). Jika gangguan penggunaan zat sedang atau berat terjadi bersamaan dengan gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat, karakter pada posisi keempat adalah “2”, dan klinisi harus mencatat “gangguan penggunaan [zat] sedang” atau “gangguan penggunaan [zat] berat”, bergantung pada tingkat keparahan gangguan penggunaan zat komorbid tersebut. Jika tidak terdapat gangguan penggunaan zat komorbid (misalnya, setelah satu kali penggunaan zat dalam jumlah besar), karakter pada posisi keempat adalah “9”, dan klinisi hanya perlu mencatat gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat.

Tabel Kode ICD-10-CM

Zat/Obat

Dengan gangguan penggunaan ringan

Dengan gangguan penggunaan sedang atau berat

Tanpa gangguan penggunaan

Alkohol

F10.14

F10.24

F10.94

Fensiklidin

F16.14

F16.24

F16.94

Halusinogen lainnya

F16.14

F16.24

F16.94

Sedatif, hipnotik, atau ansiolitik

F13.14

F13.24

F13.94

Zat jenis amfetamin (atau stimulan lainnya)

F15.14

F15.24

F15.94

Kokain

F14.14

F14.24

F14.94

Zat lainnya (atau tidak diketahui)

F19.14

F19.24

F19.94

Tentukan

Tentukan (lihat Tabel 1 dalam bab “Gangguan Terkait Zat dan Gangguan Adiktif”, yang menunjukkan apakah penanda “dengan onset selama intoksikasi” dan/atau “dengan onset selama putus zat” berlaku untuk golongan zat tertentu; atau tentukan “dengan onset setelah penggunaan obat”):

  • Dengan onset selama intoksikasi: Jika kriteria intoksikasi akibat zat tersebut terpenuhi dan gejala berkembang selama intoksikasi.
  • Dengan onset selama putus zat: Jika kriteria putus zat terpenuhi dan gejala berkembang selama atau segera setelah putus zat.
  • Dengan onset setelah penggunaan obat: Jika gejala berkembang pada saat dimulainya penggunaan obat, ketika terjadi perubahan dalam penggunaan obat, atau selama penghentian penggunaan obat.

Prosedur Pencatatan

Nama gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat/obat diawali dengan nama zat tertentu (misalnya, kokain atau deksametason) yang diduga menyebabkan gejala suasana perasaan bipolar. Kode diagnostik dipilih dari tabel yang tercantum dalam kumpulan kriteria diagnostik berdasarkan golongan obat serta ada atau tidaknya gangguan penggunaan zat komorbid. Untuk zat yang tidak termasuk dalam golongan mana pun (misalnya, deksametason), kode untuk “zat lainnya (atau tidak diketahui)” harus digunakan; demikian pula, dalam kasus ketika suatu zat dinilai sebagai faktor etiologis tetapi golongan zat tertentu tidak diketahui, kode yang sama juga harus digunakan.

Ketika mencatat nama gangguan, gangguan penggunaan zat komorbid (jika ada) dicantumkan terlebih dahulu, diikuti dengan kata “dengan”, kemudian nama gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat, serta diikuti dengan penentuan onset (yaitu, onset selama intoksikasi atau onset selama putus zat). Sebagai contoh, pada kasus gejala mudah tersinggung yang terjadi selama intoksikasi pada seorang laki-laki dengan gangguan penggunaan kokain berat, diagnosisnya adalah F14.24 gangguan penggunaan kokain berat dengan gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi kokain, dengan onset selama intoksikasi. Diagnosis terpisah untuk gangguan penggunaan kokain berat yang menjadi komorbiditas tidak diberikan. Jika gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat terjadi tanpa disertai gangguan penggunaan zat komorbid (misalnya, setelah satu kali penggunaan zat dalam jumlah besar), tidak perlu dicantumkan gangguan penggunaan zat yang menyertainya (misalnya, F15.94 gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi amfetamin, dengan onset selama intoksikasi). Ketika lebih dari satu zat dinilai memiliki peran yang bermakna dalam perkembangan gejala suasana perasaan bipolar, setiap zat harus dicantumkan secara terpisah (misalnya, F15.24 gangguan penggunaan metilfenidat berat dengan gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi metilfenidat, dengan onset selama intoksikasi; F19.94 gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi deksametason, dengan onset selama intoksikasi).

Karakteristik Diagnostik

Karakteristik utama gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat/obat adalah gangguan suasana perasaan yang menonjol dan menetap, yang mendominasi gambaran klinis serta ditandai oleh suasana perasaan yang meningkat secara abnormal, ekspansif, atau mudah tersinggung, dan peningkatan aktivitas atau energi yang abnormal (Kriteria A); gejala-gejala tersebut dinilai disebabkan oleh efek suatu zat (misalnya, zat yang disalahgunakan, obat-obatan, atau paparan toksin) (Kriteria B).

Untuk memenuhi kriteria diagnosis, suasana perasaan yang meningkat secara abnormal, ekspansif, atau mudah tersinggung serta peningkatan aktivitas atau energi harus berkembang selama atau segera setelah intoksikasi zat atau putus zat, atau setelah paparan terhadap suatu obat maupun penghentian penggunaan obat, sebagaimana dibuktikan melalui riwayat klinis, pemeriksaan fisik, atau temuan laboratorium (Kriteria B1). Selain itu, zat atau obat yang terlibat harus memiliki kemampuan untuk menyebabkan suasana perasaan yang meningkat secara abnormal, ekspansif, atau mudah tersinggung serta peningkatan aktivitas atau energi (Kriteria B2). Di samping itu, suasana perasaan yang meningkat secara abnormal, ekspansif, atau mudah tersinggung serta peningkatan aktivitas atau energi tersebut tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gangguan bipolar dan gangguan terkait yang tidak diinduksi zat/obat.

Bukti adanya gangguan bipolar dan gangguan terkait yang berdiri sendiri mencakup pengamatan bahwa suasana perasaan yang meningkat secara abnormal, ekspansif, atau mudah tersinggung serta peningkatan aktivitas atau energi telah muncul sebelum dimulainya penggunaan zat/obat, gejala menetap selama periode waktu yang cukup lama setelah berakhirnya putus zat akut atau intoksikasi berat (yaitu, biasanya lebih dari 1 bulan), atau terdapat bukti lain yang menunjukkan keberadaan gangguan bipolar dan gangguan terkait yang berdiri sendiri serta tidak diinduksi zat/obat (Kriteria C), seperti riwayat episode manik berulang yang tidak diinduksi zat. Diagnosis gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat/obat tidak boleh ditegakkan ketika gejala hanya terjadi selama berlangsungnya delirium (Kriteria D). Terakhir, diagnosis ini mensyaratkan bahwa gejala yang diinduksi zat/obat menyebabkan distres yang bermakna secara klinis atau gangguan keberfungsian dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya (Kriteria E). Diagnosis gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat harus ditegakkan sebagai pengganti diagnosis intoksikasi zat atau putus zat hanya apabila gejala-gejala dalam Kriteria A mendominasi gambaran klinis dan cukup berat sehingga memerlukan perhatian klinis secara tersendiri.

Pengecualian penting dalam diagnosis gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat/obat adalah kasus hipomania atau mania yang terjadi setelah penggunaan obat antidepresan atau pengobatan lainnya dan tetap berlangsung setelah efek fisiologis obat tersebut berakhir. Menetapnya hipomania atau mania dianggap sebagai indikator adanya gangguan bipolar yang sebenarnya, bukan gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat/obat. Demikian pula, individu dengan episode manik atau hipomanik yang tampaknya diinduksi oleh terapi elektrokonvulsif dan tetap berlangsung setelah efek fisiologis pengobatan tersebut berakhir didiagnosis mengalami gangguan bipolar, bukan gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat/obat. Selain itu, gejala bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat/obat dapat menunjukkan adanya predisposisi yang mendasari terhadap gangguan bipolar pada individu yang sebelumnya belum pernah didiagnosis mengalami gangguan bipolar.

Efek samping beberapa antidepresan dan obat psikotropika lainnya (misalnya, perasaan tegang atau mudah tersinggung dan agitasi) dapat menyerupai gejala utama sindrom manik, tetapi secara mendasar berbeda dari gejala bipolar dan tidak cukup untuk menegakkan diagnosis. Artinya, gejala yang menjadi kriteria mania atau hipomania memiliki karakteristik yang spesifik (agitasi sederhana tidak sama dengan keterlibatan berlebihan dalam aktivitas yang memiliki tujuan), dan jumlah gejala yang memadai harus muncul (bukan hanya satu atau dua gejala) untuk menegakkan diagnosis tersebut. Secara khusus, kemunculan satu atau dua gejala yang tidak spesifik—iritabilitas, perasaan tegang atau mudah tersinggung, atau agitasi selama pengobatan antidepresan—tanpa adanya sindrom manik atau hipomanik yang lengkap tidak boleh dianggap sebagai bukti yang mendukung diagnosis gangguan bipolar.

Karakteristik Penyerta

Zat atau obat yang biasanya dianggap berkaitan dengan gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat/obat mencakup golongan obat stimulan, serta fensiklidin dan steroid; namun, sejumlah zat potensial terus bermunculan seiring dengan disintesisnya senyawa-senyawa baru (misalnya, zat yang dikenal sebagai bath salts).

Prevalensi

Data epidemiologis mengenai prevalensi mania atau gangguan bipolar yang diinduksi zat/obat masih terbatas. Prevalensi gangguan bipolar yang diinduksi zat akan bergantung pada ketersediaan zat dan tingkat penggunaan zat dalam suatu masyarakat; sebagai contoh, negara-negara dengan larangan budaya terhadap penggunaan alkohol atau zat lainnya mungkin memiliki prevalensi gangguan terkait zat yang lebih rendah.

Perkembangan dan Perjalanan Gangguan

Pada mania yang diinduksi fensiklidin, gambaran klinis awal dapat berupa delirium dengan karakteristik afektif, yang kemudian berkembang menjadi keadaan manik atau manik campuran dengan gambaran yang tidak lazim. Kondisi ini muncul dengan cepat setelah zat ditelan atau dihirup, biasanya dalam hitungan jam atau paling lama beberapa hari. Pada keadaan manik atau hipomanik yang diinduksi stimulan, respons muncul dalam beberapa menit hingga 1 jam setelah satu atau beberapa kali konsumsi atau penyuntikan zat. Episode tersebut berlangsung sangat singkat dan biasanya menghilang dalam 1–2 hari. Pada penggunaan kortikosteroid dan beberapa obat imunosupresan, mania (atau keadaan campuran maupun depresif) biasanya muncul setelah beberapa hari penggunaan, dan dosis yang lebih tinggi tampaknya memiliki kemungkinan yang jauh lebih besar untuk menimbulkan gejala bipolar.

Penanda Diagnostik

Penentuan zat yang digunakan dapat dilakukan melalui pemeriksaan penanda dalam darah atau urine untuk mendukung diagnosis.

Diagnosis Banding

Gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat/obat harus dibedakan dari gangguan bipolar lainnya, intoksikasi zat, putus zat, delirium yang diinduksi zat, serta efek samping obat (sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya). Episode manik penuh yang muncul selama pengobatan antidepresan (misalnya, obat-obatan atau terapi elektrokonvulsif), tetapi tetap berlangsung dengan seluruh gejala sindrom yang memenuhi kriteria setelah efek fisiologis pengobatan tersebut berakhir, merupakan bukti yang cukup untuk menegakkan diagnosis gangguan bipolar I. Episode hipomanik penuh yang muncul selama pengobatan antidepresan (misalnya, obat-obatan atau terapi elektrokonvulsif), tetapi tetap berlangsung dengan seluruh gejala sindrom yang memenuhi kriteria setelah efek fisiologis pengobatan tersebut berakhir, merupakan bukti yang cukup untuk menegakkan diagnosis gangguan bipolar II hanya jika sebelumnya telah terjadi episode depresi mayor.

Intoksikasi Zat dan Putus Zat

Euforia, iritabilitas, dan peningkatan energi dapat terjadi selama intoksikasi zat (misalnya, intoksikasi stimulan) atau putus zat (misalnya, putus kanabis). Diagnosis intoksikasi akibat zat tertentu atau putus zat tertentu biasanya sudah cukup untuk mengategorikan gambaran gejala yang muncul. Diagnosis gangguan bipolar dan gangguan terkait yang diinduksi zat/obat, baik dengan onset selama intoksikasi maupun dengan onset selama putus zat, harus ditegakkan sebagai pengganti diagnosis intoksikasi zat atau putus zat apabila gejala suasana perasaan euforik atau mudah tersinggung, atau peningkatan energi, mendominasi gambaran klinis dan memiliki tingkat keparahan yang cukup berat sehingga memerlukan perhatian klinis.

Komorbiditas

Komorbiditas yang ditemukan adalah kondisi-kondisi yang berkaitan dengan penggunaan zat ilegal (dalam kasus stimulan ilegal atau fensiklidin) atau penyalahgunaan stimulan yang diresepkan dengan mengalihkannya dari penggunaan yang semestinya. Komorbiditas yang berkaitan dengan obat steroid atau imunosupresan merupakan kondisi medis yang menjadi indikasi penggunaan obat-obatan tersebut. Delirium dapat terjadi sebelum atau bersamaan dengan gejala manik pada individu yang mengonsumsi fensiklidin atau pada individu yang mendapatkan resep obat steroid maupun obat imunosupresan lainnya.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Pilih Layanan Lihat Semua Alat Tes Hubungi Kami
Hubungi Kami