F20.81 2_03

Gangguan Skizofreniform

Schizophreniform Disorder

DSM-5-TR 2x dibaca

Kriteria Diagnostik

  1. Terdapat dua (atau lebih) gejala berikut, yang masing-masing muncul selama bagian waktu yang signifikan dalam periode 1 bulan (atau kurang jika berhasil diobati). Setidaknya salah satu gejala harus berupa (1), (2), atau (3): (1) Waham. (2) Halusinasi. (3) Pembicaraan yang tidak terorganisasi (misalnya, sering menyimpang dari alur pembicaraan atau tidak koheren). (4) Perilaku yang sangat tidak terorganisasi atau katatonik. (5) Gejala negatif (yaitu, berkurangnya ekspresi emosional atau avolisi).
  2. Suatu episode gangguan berlangsung setidaknya 1 bulan tetapi kurang dari 6 bulan. Apabila diagnosis harus ditegakkan tanpa menunggu terjadinya pemulihan, diagnosis tersebut harus diberi keterangan “sementara” (provisional).
  3. Gangguan skizoafektif dan gangguan depresi atau bipolar dengan fitur psikotik telah disingkirkan karena salah satu dari kondisi berikut: 1) tidak terdapat episode depresi mayor atau episode manik yang terjadi bersamaan dengan gejala fase aktif, atau 2) jika episode gangguan suasana perasaan terjadi selama gejala fase aktif, episode tersebut hanya berlangsung selama sebagian kecil dari keseluruhan durasi fase aktif dan fase residual gangguan.
  4. Gangguan tersebut tidak disebabkan oleh efek fisiologis suatu zat (misalnya, obat yang disalahgunakan atau obat-obatan medis) atau kondisi medis lainnya.

Tentukan jika:

Dengan ciri prognosis yang baik: Penanda ini mensyaratkan adanya setidaknya dua dari ciri berikut: munculnya gejala psikotik yang menonjol dalam waktu 4 minggu sejak perubahan pertama yang terlihat pada perilaku atau keberfungsian yang biasa; kebingungan atau keadaan tidak memahami situasi; keberfungsian sosial dan pekerjaan pramorbid yang baik; serta tidak adanya afek yang menumpul atau datar.

Tanpa ciri prognosis yang baik: Penanda ini digunakan jika dua atau lebih ciri yang disebutkan di atas tidak ditemukan.

Tentukan jika:

Dengan katatonia (lihat kriteria katatonia yang berkaitan dengan gangguan mental lainnya, hlm. 135, untuk definisinya).

Catatan pengodean: Gunakan kode tambahan F06.1, katatonia yang berkaitan dengan gangguan skizofreniform, untuk menunjukkan adanya katatonia komorbid.

Tentukan tingkat keparahan saat ini:

Tingkat keparahan dinilai melalui penilaian kuantitatif terhadap gejala utama psikosis, termasuk waham, halusinasi, pembicaraan yang tidak terorganisasi, perilaku psikomotor abnormal, dan gejala negatif. Setiap gejala tersebut dapat dinilai berdasarkan tingkat keparahannya saat ini (kondisi paling berat dalam 7 hari terakhir) menggunakan skala 5 poin, mulai dari 0 (tidak ada) hingga 4 (ada dan berat). (Lihat Dimensi Tingkat Keparahan Gejala Psikosis yang Dinilai oleh Klinisi dalam bab “Instrumen Penilaian.”)

Catatan: Diagnosis gangguan skizofreniform dapat ditegakkan tanpa menggunakan penanda tingkat keparahan ini.

Catatan: Untuk informasi tambahan mengenai Karakteristik Penyerta, Perkembangan dan Perjalanan Gangguan (faktor terkait usia), Isu Diagnostik Terkait Budaya, Isu Diagnostik Terkait Jenis Kelamin dan Gender, Diagnosis Banding, serta Komorbiditas, lihat bagian-bagian yang bersesuaian dalam pembahasan Skizofrenia.

Karakteristik Diagnostik

Gejala khas gangguan skizofreniform identik dengan gejala skizofrenia (Kriteria A). Gangguan skizofreniform dibedakan berdasarkan perbedaan durasinya: keseluruhan durasi gangguan, termasuk fase prodromal, fase aktif, dan fase residual, berlangsung setidaknya 1 bulan tetapi kurang dari 6 bulan (Kriteria B). Persyaratan durasi untuk gangguan skizofreniform berada di antara gangguan psikotik singkat, yang berlangsung lebih dari 1 hari dan mengalami remisi dalam waktu 1 bulan, dan skizofrenia, yang berlangsung selama setidaknya 6 bulan. Diagnosis gangguan skizofreniform ditegakkan dalam dua kondisi: 1) ketika suatu episode gangguan berlangsung antara 1 hingga 6 bulan dan individu telah pulih, serta 2) ketika individu mengalami gejala selama kurang dari 6 bulan, yaitu durasi yang disyaratkan untuk diagnosis skizofrenia, tetapi belum mengalami pemulihan. Dalam kondisi ini, diagnosis harus dicatat sebagai “gangguan skizofreniform (sementara)” karena belum dapat dipastikan apakah individu akan pulih dari gangguan tersebut dalam periode 6 bulan. Jika gangguan menetap lebih dari 6 bulan, diagnosis harus diubah menjadi skizofrenia.

Karakteristik lain yang membedakan gangguan skizofreniform adalah tidak adanya kriteria yang mensyaratkan gangguan keberfungsian sosial dan pekerjaan. Meskipun gangguan keberfungsian tersebut mungkin ditemukan, keberadaannya tidak diperlukan untuk menegakkan diagnosis gangguan skizofreniform.

Selain kelima domain gejala yang diidentifikasi dalam kriteria diagnostik, penilaian terhadap domain gejala kognisi, depresi, dan mania sangat penting untuk membuat pembedaan yang krusial antara berbagai gangguan dalam spektrum skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya.

Karakteristik Penyerta

Sebagaimana halnya dengan skizofrenia, saat ini tidak terdapat pemeriksaan laboratorium atau tes psikometrik untuk gangguan skizofreniform. Terdapat beberapa bagian otak yang menunjukkan adanya abnormalitas berdasarkan penelitian pencitraan saraf, neuropatologi, dan neurofisiologi, tetapi tidak satu pun dari temuan tersebut dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis.

Prevalensi

Insidensi gangguan skizofreniform dalam berbagai lingkungan sosiokultural kemungkinan serupa dengan yang ditemukan pada skizofrenia. Di Amerika Serikat dan negara-negara berpenghasilan tinggi lainnya, insidensinya rendah, kemungkinan lima kali lebih rendah dibandingkan dengan skizofrenia. Di negara-negara berpenghasilan lebih rendah, insidensinya mungkin lebih tinggi, terutama untuk penanda “dengan ciri prognosis yang baik”; dalam beberapa lingkungan tersebut, gangguan skizofreniform mungkin sama umumnya dengan skizofrenia.

Perkembangan dan Perjalanan Gangguan

Perkembangan gangguan skizofreniform serupa dengan skizofrenia. Sekitar sepertiga individu yang awalnya didiagnosis dengan gangguan skizofreniform (sementara) mengalami pemulihan dalam periode 6 bulan, sehingga gangguan skizofreniform menjadi diagnosis akhir mereka. Sebagian besar dari dua pertiga individu yang tersisa pada akhirnya akan menerima diagnosis skizofrenia atau gangguan skizoafektif.

Faktor Risiko dan Prognostik

Genetik dan Fisiologis

Kerabat individu dengan gangguan skizofreniform memiliki peningkatan risiko untuk mengalami skizofrenia.

Konsekuensi Fungsional Gangguan Skizofreniform

Pada sebagian besar individu dengan gangguan skizofreniform yang pada akhirnya menerima diagnosis skizofrenia atau gangguan skizoafektif, konsekuensi fungsionalnya serupa dengan konsekuensi dari gangguan-gangguan tersebut. Sebagian besar individu mengalami gangguan keberfungsian dalam beberapa bidang kehidupan sehari-hari, seperti sekolah atau pekerjaan, hubungan interpersonal, dan perawatan diri. Individu yang pulih dari gangguan skizofreniform memiliki hasil keberfungsian yang lebih baik.

Diagnosis Banding

Gangguan Mental dan Kondisi Medis Lainnya

Berbagai macam gangguan mental dan kondisi medis dapat menunjukkan gejala psikotik yang harus dipertimbangkan dalam diagnosis banding gangguan skizofreniform. Kondisi-kondisi tersebut meliputi gangguan psikotik akibat kondisi medis lainnya atau pengobatannya; delirium atau gangguan neurokognitif mayor; gangguan psikotik atau delirium yang diinduksi zat/obat; gangguan depresi mayor atau bipolar dengan fitur psikotik; gangguan skizoafektif; gangguan bipolar dan gangguan terkait lainnya yang ditentukan atau tidak ditentukan; gangguan depresi mayor atau bipolar dengan fitur katatonik; skizofrenia; gangguan waham; gangguan spektrum skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya yang ditentukan atau tidak ditentukan; gangguan kepribadian skizotipal, skizoid, atau paranoid; gangguan spektrum autisme; gangguan yang muncul pada masa kanak-kanak dengan pembicaraan yang tidak terorganisasi; gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas; gangguan obsesif-kompulsif; gangguan stres pascatrauma; serta cedera otak traumatis.

Karena kriteria diagnostik gangguan skizofreniform dan skizofrenia terutama berbeda dalam durasi gangguan, pembahasan mengenai diagnosis banding skizofrenia juga berlaku untuk gangguan skizofreniform.

Gangguan Psikotik Singkat

Gangguan skizofreniform berbeda dari gangguan psikotik singkat berdasarkan durasinya, karena gangguan psikotik singkat memiliki durasi kurang dari 1 bulan.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Pilih Layanan Lihat Semua Alat Tes Hubungi Kami
Hubungi Kami