Other Specified Dissociative Disorder
Kategori ini berlaku untuk gambaran klinis ketika gejala-gejala yang merupakan karakteristik gangguan disosiatif, yang menyebabkan distres yang bermakna secara klinis atau gangguan keberfungsian dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya, menjadi gejala yang dominan, tetapi tidak memenuhi kriteria lengkap untuk gangguan apa pun dalam kelompok diagnostik gangguan disosiatif. Kategori gangguan disosiatif spesifik lainnya digunakan dalam situasi ketika klinisi memilih untuk menyampaikan alasan spesifik mengapa gambaran klinis tersebut tidak memenuhi kriteria gangguan disosiatif tertentu. Hal ini dilakukan dengan mencatat “gangguan disosiatif spesifik lainnya” yang diikuti oleh alasan spesifik (misalnya, “trans disosiatif”).
Contoh gambaran klinis yang dapat ditentukan menggunakan penanda “spesifik lainnya” mencakup hal-hal berikut:
- Sindrom kronis dan berulang dengan gejala disosiatif campuran: Kategori ini mencakup gangguan identitas yang berkaitan dengan diskontinuitas yang tidak terlalu nyata dalam perasaan mengenai diri sendiri dan perasaan memiliki kendali atas tindakan diri sendiri, atau perubahan identitas maupun episode kesurupan pada individu yang tidak melaporkan adanya amnesia disosiatif.
- Gangguan identitas akibat persuasi koersif yang intens dan berkepanjangan: Individu yang telah mengalami persuasi koersif yang intens (misalnya, pencucian otak, pembentukan ulang pola pikir, indoktrinasi selama berada dalam penahanan, penyiksaan, pemenjaraan politik jangka panjang, atau perekrutan oleh sekte/kultus maupun organisasi teroris) dapat menunjukkan perubahan identitas yang berkepanjangan atau secara sadar mempertanyakan identitas dirinya.
- Reaksi disosiatif akut terhadap peristiwa yang menimbulkan stres: Kategori ini berlaku untuk kondisi akut dan sementara yang biasanya berlangsung kurang dari 1 bulan, dan terkadang hanya selama beberapa jam atau hari. Kondisi ini ditandai oleh penyempitan kesadaran; depersonalisasi; derealisasi; gangguan persepsi (misalnya, waktu terasa berjalan lebih lambat atau makropsia); mikroamnesia; stupor sementara; dan/atau perubahan keberfungsian sensorimotor (misalnya, analgesia atau kelumpuhan).
- Trans disosiatif: Kondisi ini ditandai oleh penyempitan kesadaran secara akut atau hilangnya kesadaran sepenuhnya terhadap lingkungan sekitar yang secara langsung hadir, yang bermanifestasi sebagai tidak adanya respons yang sangat nyata atau ketidakpekaan terhadap stimulus lingkungan. Tidak adanya respons tersebut dapat disertai perilaku stereotipik ringan (misalnya, gerakan jari) yang tidak disadari oleh individu dan/atau tidak dapat dikendalikannya, serta kelumpuhan sementara atau hilangnya kesadaran. Trans disosiatif bukan merupakan bagian normal dari praktik budaya atau agama kolektif yang diterima secara luas.
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.