F63.3 6_04

Trikotilomania (Gangguan Mencabuti Rambut)

Trichotillomania (Hair-Pulling Disorder)

DSM-5-TR 2x dibaca

Kriteria Diagnostik

  1. Perilaku mencabuti rambut sendiri secara berulang yang mengakibatkan kerontokan rambut.
  2. Upaya berulang untuk mengurangi atau menghentikan perilaku mencabuti rambut.
  3. Perilaku mencabuti rambut menyebabkan distres yang bermakna secara klinis atau gangguan keberfungsian dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya.
  4. Perilaku mencabuti rambut atau kerontokan rambut tidak disebabkan oleh kondisi medis lainnya (misalnya, kondisi dermatologis).
  5. Perilaku mencabuti rambut tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gejala gangguan mental lainnya (misalnya, upaya memperbaiki kekurangan atau kecacatan yang dirasakan pada penampilan dalam gangguan dismorfik tubuh).

Karakteristik Diagnostik

Karakteristik utama trikotilomania (gangguan mencabuti rambut) adalah perilaku mencabuti rambut sendiri secara berulang (Kriteria A). Perilaku mencabuti rambut dapat terjadi pada bagian tubuh mana pun yang ditumbuhi rambut; lokasi yang paling umum adalah kulit kepala, alis, dan kelopak mata, sedangkan lokasi yang lebih jarang adalah daerah ketiak, wajah, kemaluan, dan sekitar rektum. Lokasi pencabutan rambut dapat berubah dari waktu ke waktu. Perilaku mencabuti rambut dapat terjadi dalam episode singkat yang tersebar sepanjang hari atau selama periode yang lebih jarang tetapi berlangsung lebih lama hingga beberapa jam, dan perilaku tersebut dapat menetap selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Kriteria A mensyaratkan bahwa perilaku mencabuti rambut menyebabkan kerontokan rambut, meskipun individu dengan gangguan ini mungkin mencabuti rambut dengan pola yang tersebar luas (yaitu, mencabuti helai rambut satu per satu dari berbagai bagian pada suatu area), sehingga kerontokan rambut mungkin tidak terlihat dengan jelas. Selain itu, individu mungkin berusaha menyembunyikan atau menyamarkan kerontokan rambut (misalnya, dengan menggunakan riasan, syal, atau rambut palsu).

Individu dengan trikotilomania telah melakukan upaya berulang untuk mengurangi atau menghentikan perilaku mencabuti rambut (Kriteria B). Kriteria C menunjukkan bahwa perilaku mencabuti rambut menyebabkan distres yang bermakna secara klinis atau gangguan keberfungsian dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya. Istilah distres mencakup berbagai afek negatif yang mungkin dialami oleh individu yang mencabuti rambut, seperti perasaan kehilangan kendali, rasa malu, dan perasaan dipermalukan. Gangguan keberfungsian yang bermakna dapat terjadi dalam beberapa bidang yang berbeda (misalnya, sosial, pekerjaan, akademik, dan aktivitas waktu luang), sebagian disebabkan oleh penghindaran terhadap pekerjaan, sekolah, atau situasi publik lainnya.

Karakteristik Penyerta

Perilaku mencabuti rambut dapat disertai dengan berbagai perilaku atau ritual yang melibatkan rambut. Dengan demikian, individu mungkin mencari jenis rambut tertentu untuk dicabut (misalnya, rambut dengan tekstur atau warna tertentu), berusaha mencabuti rambut dengan cara tertentu (misalnya, agar akar rambut tercabut secara utuh), atau memeriksa rambut secara visual maupun memanipulasinya melalui sentuhan atau mulut setelah rambut dicabut (misalnya, menggulung rambut di antara jari-jari, menarik helai rambut di antara gigi, menggigit rambut hingga menjadi beberapa bagian, atau menelan rambut).

Perilaku mencabuti rambut juga dapat didahului atau disertai oleh berbagai keadaan emosional; perilaku ini dapat dipicu oleh perasaan cemas atau bosan, didahului oleh peningkatan perasaan tegang (baik sesaat sebelum mencabuti rambut maupun ketika berusaha menahan dorongan untuk mencabutinya), atau menghasilkan kepuasan, kesenangan, maupun perasaan lega ketika rambut berhasil dicabut. Perilaku mencabuti rambut dapat melibatkan tingkat kesadaran yang bervariasi, dengan sebagian individu menunjukkan perhatian yang lebih terfokus pada perilaku mencabuti rambut (disertai ketegangan sebelumnya dan kelegaan setelahnya), sedangkan individu lainnya menunjukkan perilaku yang lebih otomatis (ketika perilaku mencabuti rambut tampaknya terjadi tanpa kesadaran penuh). Banyak individu melaporkan kombinasi kedua pola perilaku tersebut. Sebagian individu mengalami sensasi seperti “gatal” atau kesemutan pada kulit kepala yang berkurang setelah mencabuti rambut. Rasa nyeri biasanya tidak menyertai perilaku mencabuti rambut.

Pola kerontokan rambut sangat bervariasi. Area dengan alopesia total maupun area dengan kepadatan rambut yang menipis merupakan temuan yang umum. Apabila kulit kepala terlibat, mungkin terdapat kecenderungan untuk mencabuti rambut pada daerah puncak kepala atau parietal. Dapat ditemukan pola kebotakan yang hampir menyeluruh, kecuali pada bagian tepi sempit di sepanjang batas luar kulit kepala, khususnya di tengkuk (“trikotilomania tonsur”). Alis dan bulu mata mungkin hilang sepenuhnya.

Perilaku mencabuti rambut biasanya tidak dilakukan di hadapan orang lain, kecuali anggota keluarga inti. Sebagian individu memiliki dorongan untuk mencabuti rambut orang lain dan terkadang berusaha mencari kesempatan untuk melakukannya secara diam-diam. Sebagian individu mungkin mencabuti rambut dari hewan peliharaan, boneka, dan bahan berserat lainnya (misalnya, sweter atau karpet). Sebagian individu mungkin menyangkal perilaku mencabuti rambut mereka kepada orang lain. Sebagian besar individu dengan trikotilomania juga memiliki satu atau lebih perilaku berulang lainnya yang berfokus pada tubuh, termasuk mengorek kulit, menggigit kuku, dan mengunyah bibir.

Prevalensi

Dalam populasi umum, data dari sampel Amerika Serikat yang tidak representatif menunjukkan bahwa perkiraan prevalensi trikotilomania selama 12 bulan pada orang dewasa dan remaja mungkin berkisar antara 1% hingga 2%. Perempuan lebih sering mengalami gangguan ini dibandingkan laki-laki dalam sampel individu yang mengidentifikasi dirinya memiliki gangguan tersebut atau dalam sampel klinis, dengan rasio yang diperkirakan sebesar 10:1 atau lebih. Namun, rasio gender tersebut mungkin lebih mendekati 2:1 dalam sampel komunitas. Pada anak-anak dengan trikotilomania, proporsi anak laki-laki dan perempuan lebih seimbang. Sebuah survei daring terhadap lebih dari 10.000 orang dewasa berusia 18–69 tahun, yang representatif terhadap populasi umum Amerika Serikat, menemukan bahwa 1,7% mengidentifikasi dirinya sedang mengalami trikotilomania dan bahwa angka kejadian tidak berbeda secara signifikan berdasarkan gender (1,8% pada laki-laki dan 1,7% pada perempuan).

Perkembangan dan Perjalanan Gangguan

Perilaku mencabuti rambut dapat ditemukan pada bayi, dan perilaku ini biasanya menghilang selama tahap perkembangan awal. Onset perilaku mencabuti rambut pada trikotilomania paling sering terjadi bersamaan dengan atau setelah dimulainya masa pubertas. Lokasi pencabutan rambut dapat berubah dari waktu ke waktu. Perjalanan trikotilomania biasanya bersifat kronis, dengan beberapa peningkatan dan penurunan intensitas gejala apabila gangguan tidak diobati. Gejala mungkin memburuk pada perempuan sebelum menstruasi, tetapi tidak secara konsisten selama kehamilan. Pada sebagian individu, gangguan ini mungkin muncul dan menghilang selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun. Sebagian kecil individu mengalami remisi tanpa kekambuhan berikutnya dalam beberapa tahun setelah onset.

Faktor Risiko dan Prognostik

Faktor Genetik dan Fisiologis

Terdapat bukti mengenai kerentanan genetik terhadap trikotilomania. Gangguan ini lebih umum ditemukan pada individu dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dan kerabat tingkat pertama mereka dibandingkan pada populasi umum.

Isu Diagnostik Terkait Budaya

Trikotilomania tampaknya memiliki manifestasi yang serupa pada berbagai budaya dan kelompok etnis, meskipun data dari wilayah non-Barat masih sangat terbatas.

Penanda Diagnostik

Sebagian besar individu dengan trikotilomania mengakui bahwa mereka mencabuti rambut sendiri; oleh karena itu, diagnosis dermatopatologis jarang diperlukan. Biopsi kulit dan dermoskopi (atau trikoskopi) pada trikotilomania dapat membedakan gangguan ini dari penyebab alopesia lainnya. Pada trikotilomania, dermoskopi menunjukkan berbagai karakteristik khas, termasuk penurunan kepadatan rambut, rambut velus yang pendek, dan rambut patah dengan panjang batang rambut yang berbeda-beda.

Konsekuensi Fungsional Trikotilomania (Gangguan Mencabuti Rambut)

Trikotilomania berkaitan dengan distres serta gangguan keberfungsian sosial dan pekerjaan. Kerusakan permanen pada pertumbuhan dan kualitas rambut dapat terjadi. Konsekuensi medis trikotilomania yang jarang ditemukan meliputi purpura pada jari, cedera muskuloskeletal (misalnya, sindrom terowongan karpal; nyeri punggung, bahu, dan leher), blefaritis, serta kerusakan gigi (misalnya, gigi aus atau patah akibat menggigit rambut). Menelan rambut (trikofagia) dapat menyebabkan terbentuknya trikobezoar, yang kemudian dapat mengakibatkan anemia, nyeri perut, hematemesis, mual dan muntah, obstruksi usus, bahkan perforasi usus.

Diagnosis Banding

Penghilangan atau Manipulasi Rambut yang Normal

Trikotilomania tidak boleh didiagnosis apabila tindakan menghilangkan rambut dilakukan semata-mata untuk alasan kosmetik (yaitu, memperbaiki penampilan fisik). Banyak individu memelintir dan memainkan rambut mereka, tetapi perilaku tersebut biasanya tidak memenuhi syarat untuk diagnosis trikotilomania. Sebagian individu mungkin menggigit rambut daripada mencabutinya; sekali lagi, perilaku ini tidak memenuhi syarat untuk diagnosis trikotilomania.

Gangguan Obsesif-Kompulsif dan Gangguan Terkait Lainnya

Individu dengan OCD yang memiliki kekhawatiran mengenai simetri mungkin mencabuti rambut sebagai bagian dari ritual simetri mereka, sedangkan individu dengan gangguan dismorfik tubuh mungkin menghilangkan rambut tubuh yang mereka anggap jelek, tidak simetris, atau tidak normal. Dalam kasus-kasus tersebut, diagnosis trikotilomania tidak diberikan.

Gangguan Gerakan Stereotipik

Gangguan gerakan stereotipik terkadang dapat melibatkan perilaku mencabuti rambut. Sebagai contoh, seorang anak dengan gangguan perkembangan intelektual (disabilitas intelektual) atau gangguan spektrum autisme mungkin menunjukkan perilaku stereotipik berupa membenturkan kepala, menggigit tangan atau lengan, dan mencabuti rambut ketika merasa frustrasi atau marah, dan terkadang ketika merasa gembira atau bersemangat. Apabila perilaku tersebut menyebabkan gangguan keberfungsian, diagnosis yang ditegakkan adalah gangguan gerakan stereotipik (yang terjadi bersamaan dengan gangguan perkembangan intelektual atau gangguan spektrum autisme), bukan trikotilomania.

Gangguan Psikotik

Individu dengan gangguan psikotik mungkin menghilangkan rambut sebagai respons terhadap waham atau halusinasi. Trikotilomania tidak didiagnosis dalam kasus-kasus tersebut.

Kondisi Medis Lainnya

Trikotilomania tidak didiagnosis apabila perilaku mencabuti rambut atau kerontokan rambut disebabkan oleh kondisi medis lainnya (misalnya, peradangan kulit atau kondisi dermatologis lainnya). Penyebab lain alopesia nonsikatrik (tanpa jaringan parut), seperti alopesia areata, alopesia androgenik, dan efluvium telogen, atau alopesia sikatrik (dengan jaringan parut), seperti lupus eritematosus diskoid kronis, liken planopilaris, alopesia sikatrik sentrifugal sentral, pseudopelade, folikulitis dekalvans, folikulitis disekans, dan akne keloidalis nukae, harus dipertimbangkan pada individu yang mengalami kerontokan rambut tetapi menyangkal perilaku mencabuti rambut. Biopsi kulit atau dermoskopi dapat digunakan untuk membedakan individu dengan trikotilomania dari individu dengan gangguan dermatologis.

Gangguan Terkait Zat

Gejala mencabuti rambut dapat diperburuk oleh zat tertentu, misalnya stimulan, tetapi kemungkinan bahwa zat merupakan penyebab utama perilaku mencabuti rambut yang menetap relatif lebih kecil.

Komorbiditas

Trikotilomania sering disertai oleh gangguan mental lainnya, yang paling umum adalah gangguan depresi mayor dan gangguan ekskoriasi (gangguan mengorek kulit). Gejala berulang yang berfokus pada tubuh selain mencabuti rambut atau mengorek kulit (misalnya, menggigit kuku) ditemukan pada sebagian besar individu dengan trikotilomania dan mungkin memerlukan diagnosis tambahan berupa gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait spesifik lainnya (yaitu, gangguan perilaku berulang lainnya yang berfokus pada tubuh).

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Pilih Layanan Lihat Semua Alat Tes Hubungi Kami
Hubungi Kami