F06.8 6_07

Gangguan Obsesif-Kompulsif dan Gangguan Terkait Akibat Kondisi Medis Lainnya

Obsessive-Compulsive and Related Disorder Due to Another Medical Condition

DSM-5-TR 1x dibaca

Kriteria Diagnostik

  1. Obsesi, kompulsi, perhatian yang berlebihan terhadap penampilan, penimbunan, perilaku mengorek kulit, mencabuti rambut, perilaku berulang lainnya yang berfokus pada tubuh, atau gejala lain yang menjadi karakteristik gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait merupakan gejala yang dominan dalam gambaran klinis.
  2. Terdapat bukti dari riwayat, pemeriksaan fisik, atau temuan laboratorium yang menunjukkan bahwa gangguan tersebut merupakan konsekuensi patofisiologis langsung dari kondisi medis lainnya.
  3. Gangguan tersebut tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gangguan mental lainnya.
  4. Gangguan tersebut tidak terjadi secara eksklusif selama berlangsungnya delirium.
  5. Gangguan tersebut menyebabkan distres yang bermakna secara klinis atau gangguan keberfungsian dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya.

Tentukan Jika:

  • Dengan gejala yang menyerupai gangguan obsesif-kompulsif: Apabila gejala yang menyerupai gangguan obsesif-kompulsif merupakan gejala yang dominan dalam gambaran klinis.
  • Dengan perhatian yang berlebihan terhadap penampilan: Apabila perhatian yang berlebihan terhadap kekurangan atau kecacatan yang dirasakan pada penampilan merupakan gejala yang dominan dalam gambaran klinis.
  • Dengan gejala penimbunan: Apabila perilaku penimbunan merupakan gejala yang dominan dalam gambaran klinis.
  • Dengan gejala mencabuti rambut: Apabila perilaku mencabuti rambut merupakan gejala yang dominan dalam gambaran klinis.
  • Dengan gejala mengorek kulit: Apabila perilaku mengorek kulit merupakan gejala yang dominan dalam gambaran klinis.

Catatan Pengodean: Cantumkan nama kondisi medis lainnya dalam nama gangguan mental tersebut (misalnya, F06.8 gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat infark serebral). Kondisi medis lainnya harus diberikan kode dan dicantumkan secara terpisah tepat sebelum gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis tersebut (misalnya, I69.398 infark serebral; F06.8 gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat infark serebral).

Karakteristik Diagnostik

Karakteristik utama gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya adalah adanya gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait yang bermakna secara klinis, yang dinilai paling tepat dijelaskan sebagai konsekuensi patofisiologis langsung dari kondisi medis lainnya. Gejala dapat mencakup obsesi, kompulsi, perhatian yang berlebihan terhadap penampilan, penimbunan, perilaku mencabuti rambut, mengorek kulit, atau perilaku berulang lainnya yang berfokus pada tubuh yang menonjol (Kriteria A). Penilaian bahwa gejala-gejala tersebut paling tepat dijelaskan oleh kondisi medis yang terkait harus didasarkan pada bukti dari riwayat, pemeriksaan fisik, atau temuan laboratorium (Kriteria B). Selain itu, harus dipastikan bahwa gejala-gejala tersebut tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gangguan mental lainnya (Kriteria C). Diagnosis tidak ditegakkan apabila gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait hanya terjadi selama berlangsungnya delirium (Kriteria D). Gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait harus menyebabkan distres yang bermakna secara klinis atau gangguan keberfungsian dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya (Kriteria E).

Dalam menentukan apakah gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait disebabkan oleh kondisi medis lainnya, kondisi medis tersebut harus sudah ada pada saat onset gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait. Selain itu, harus dipastikan bahwa gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait dapat memiliki hubungan etiologis dengan kondisi medis tersebut melalui suatu mekanisme patofisiologis, dan bahwa hubungan tersebut merupakan penjelasan paling tepat bagi gejala yang dialami individu. Meskipun tidak terdapat pedoman yang sepenuhnya dapat diandalkan untuk menentukan apakah hubungan antara gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait dengan kondisi medis bersifat etiologis, beberapa pertimbangan yang dapat membantu dalam menegakkan diagnosis ini meliputi adanya hubungan temporal yang jelas antara onset, perburukan, atau remisi kondisi medis dengan gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait; adanya karakteristik yang tidak khas pada gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait primer (misalnya, usia onset atau perjalanan gangguan yang atipikal); serta adanya bukti dalam literatur bahwa mekanisme fisiologis yang telah diketahui (misalnya, kerusakan striatum akibat infark serebral) menyebabkan gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait. Selain itu, gangguan tersebut tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait primer, gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait yang diinduksi zat atau obat, maupun gangguan mental lainnya.

Pertanyaan mengenai apakah gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait dapat disebabkan oleh infeksi streptokokus Grup A telah mendapat perhatian yang cukup besar. Korea Sydenham merupakan manifestasi neurologis dari demam rematik, yang pada gilirannya disebabkan oleh infeksi streptokokus Grup A. Korea Sydenham ditandai oleh kombinasi gejala motorik dan nonmotorik. Karakteristik nonmotorik mencakup obsesi, kompulsi, defisit perhatian, dan labilitas emosional. Meskipun individu dengan korea Sydenham mungkin menunjukkan karakteristik non-neuropsikiatris dari demam rematik akut, seperti karditis dan artritis, mereka juga mungkin menunjukkan gejala yang menyerupai gangguan obsesif-kompulsif; individu tersebut harus didiagnosis mengalami gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya.

Gangguan neuropsikiatris autoimun pediatrik yang berkaitan dengan infeksi streptokokus (PANDAS) telah diidentifikasi sebagai gangguan autoimun pascainfeksi lainnya yang ditandai oleh onset obsesi, kompulsi, dan/atau tik secara tiba-tiba, disertai berbagai gejala neuropsikiatris akut tanpa adanya korea, karditis, atau artritis, setelah infeksi streptokokus Grup A. Namun, mengingat gejala dengan onset akut tersebut dapat disebabkan oleh berbagai infeksi atau gangguan lainnya, istilah sindrom neuropsikiatris pediatrik dengan onset akut (PANS) telah digunakan. PANS ditandai oleh onset gejala obsesif-kompulsif yang mendadak dan sangat nyata atau pembatasan asupan makanan yang sangat berat, disertai berbagai gejala neuropsikiatris tambahan. Pedoman asesmen untuk sindrom ini telah tersedia.

Karakteristik Penyerta

Sejumlah kondisi medis lainnya diketahui dapat menimbulkan gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait sebagai salah satu manifestasinya. Contohnya mencakup gangguan yang menyebabkan kerusakan striatum, seperti infark serebral atau penyakit Huntington.

Perkembangan dan Perjalanan Gangguan

Perkembangan dan perjalanan gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya umumnya mengikuti perjalanan penyakit yang mendasarinya.

Penanda Diagnostik

Pemeriksaan laboratorium dan/atau pemeriksaan medis diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis kondisi medis lainnya.

Diagnosis Banding

Delirium

Diagnosis terpisah berupa gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya tidak diberikan apabila gangguan tersebut terjadi secara eksklusif selama berlangsungnya delirium. Namun, diagnosis gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya dapat diberikan sebagai diagnosis tambahan selain gangguan neurokognitif mayor (demensia) apabila etiologi gejala obsesif-kompulsif dinilai sebagai konsekuensi fisiologis dari proses patologis yang menyebabkan demensia dan apabila gejala obsesif-kompulsif merupakan bagian yang menonjol dalam gambaran klinis.

Gambaran Gejala Campuran (Misalnya, Gejala Suasana Perasaan dan Gejala Obsesif-Kompulsif serta Gejala Terkait) yang Dinilai Disebabkan oleh Kondisi Medis Lainnya

Apabila gambaran klinis mencakup kombinasi berbagai jenis gejala, jenis gangguan mental spesifik akibat kondisi medis lainnya ditentukan berdasarkan gejala yang paling dominan dalam gambaran klinis.

Gangguan Obsesif-Kompulsif dan Gangguan Terkait yang Diinduksi Zat atau Obat

Apabila terdapat bukti penggunaan zat dalam waktu dekat atau jangka panjang (termasuk obat-obatan yang memiliki efek psikoaktif), kondisi putus zat, atau paparan terhadap toksin, gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait yang diinduksi zat atau obat harus dipertimbangkan. Apabila diagnosis gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait yang diinduksi zat atau obat dipertimbangkan dalam kaitannya dengan zat yang disalahgunakan, pemeriksaan skrining zat dalam urine atau darah maupun evaluasi laboratorium lain yang sesuai dapat bermanfaat. Gejala yang terjadi selama atau segera setelah (yaitu, dalam waktu 4 minggu sejak) intoksikasi atau putus zat, maupun setelah penggunaan obat, dapat menjadi indikasi yang sangat kuat terhadap gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait yang diinduksi zat atau obat, bergantung pada jenis, durasi, atau jumlah zat yang digunakan.

Gangguan Obsesif-Kompulsif dan Gangguan Terkait (Primer)

Gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya harus dibedakan dari gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait primer. Pada gangguan mental primer, tidak dapat dibuktikan adanya mekanisme fisiologis penyebab yang spesifik dan langsung yang berkaitan dengan kondisi medis. Gejala dengan onset akut, usia onset yang lebih lanjut, atau gejala atipikal menunjukkan perlunya asesmen menyeluruh untuk menyingkirkan diagnosis gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya.

Gangguan Kecemasan Penyakit

Gangguan kecemasan penyakit ditandai oleh perhatian yang berlebihan terhadap kemungkinan sedang mengalami atau akan terkena penyakit serius. Pada gangguan kecemasan penyakit, individu mungkin memiliki atau tidak memiliki kondisi medis yang telah didiagnosis.

Karakteristik Penyerta dari Gangguan Mental Lainnya

Gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait dapat menjadi karakteristik penyerta dari gangguan mental lainnya (misalnya, skizofrenia atau anoreksia nervosa).

Gangguan Obsesif-Kompulsif dan Gangguan Terkait Spesifik Lainnya atau Gangguan Obsesif-Kompulsif dan Gangguan Terkait yang Tidak Ditentukan

Diagnosis-diagnosis tersebut diberikan apabila tidak jelas apakah gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait merupakan gejala primer, diinduksi oleh zat, atau disebabkan oleh kondisi medis lainnya.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Pilih Layanan Lihat Semua Alat Tes Hubungi Kami
Hubungi Kami