Gangguan Obsesif-Kompulsif dan Gangguan Terkait Akibat Kondisi Medis Lainnya
Obsessive-Compulsive and Related Disorder Due to Another Medical Condition
DSM-5-TR 1x dibaca
Kriteria Diagnostik
Obsesi, kompulsi, perhatian yang berlebihan terhadap penampilan, penimbunan, perilaku mengorek kulit, mencabuti rambut, perilaku berulang lainnya yang berfokus pada tubuh, atau gejala lain yang menjadi karakteristik gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait merupakan gejala yang dominan dalam gambaran klinis.
Terdapat bukti dari riwayat, pemeriksaan fisik, atau temuan laboratorium yang menunjukkan bahwa gangguan tersebut merupakan konsekuensi patofisiologis langsung dari kondisi medis lainnya.
Gangguan tersebut tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gangguan mental lainnya.
Gangguan tersebut tidak terjadi secara eksklusif selama berlangsungnya delirium.
Gangguan tersebut menyebabkan distres yang bermakna secara klinis atau gangguan keberfungsian dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya.
Tentukan Jika:
Dengan gejala yang menyerupai gangguan obsesif-kompulsif: Apabila gejala yang menyerupai gangguan obsesif-kompulsif merupakan gejala yang dominan dalam gambaran klinis.
Dengan perhatian yang berlebihan terhadap penampilan: Apabila perhatian yang berlebihan terhadap kekurangan atau kecacatan yang dirasakan pada penampilan merupakan gejala yang dominan dalam gambaran klinis.
Dengan gejala penimbunan: Apabila perilaku penimbunan merupakan gejala yang dominan dalam gambaran klinis.
Dengan gejala mencabuti rambut: Apabila perilaku mencabuti rambut merupakan gejala yang dominan dalam gambaran klinis.
Dengan gejala mengorek kulit: Apabila perilaku mengorek kulit merupakan gejala yang dominan dalam gambaran klinis.
Catatan Pengodean: Cantumkan nama kondisi medis lainnya dalam nama gangguan mental tersebut (misalnya, F06.8 gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat infark serebral). Kondisi medis lainnya harus diberikan kode dan dicantumkan secara terpisah tepat sebelum gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis tersebut (misalnya, I69.398 infark serebral; F06.8 gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat infark serebral).
Karakteristik Diagnostik
Karakteristik utama gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya adalah adanya gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait yang bermakna secara klinis, yang dinilai paling tepat dijelaskan sebagai konsekuensi patofisiologis langsung dari kondisi medis lainnya. Gejala dapat mencakup obsesi, kompulsi, perhatian yang berlebihan terhadap penampilan, penimbunan, perilaku mencabuti rambut, mengorek kulit, atau perilaku berulang lainnya yang berfokus pada tubuh yang menonjol (Kriteria A). Penilaian bahwa gejala-gejala tersebut paling tepat dijelaskan oleh kondisi medis yang terkait harus didasarkan pada bukti dari riwayat, pemeriksaan fisik, atau temuan laboratorium (Kriteria B). Selain itu, harus dipastikan bahwa gejala-gejala tersebut tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gangguan mental lainnya (Kriteria C). Diagnosis tidak ditegakkan apabila gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait hanya terjadi selama berlangsungnya delirium (Kriteria D). Gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait harus menyebabkan distres yang bermakna secara klinis atau gangguan keberfungsian dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya (Kriteria E).
Dalam menentukan apakah gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait disebabkan oleh kondisi medis lainnya, kondisi medis tersebut harus sudah ada pada saat onset gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait. Selain itu, harus dipastikan bahwa gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait dapat memiliki hubungan etiologis dengan kondisi medis tersebut melalui suatu mekanisme patofisiologis, dan bahwa hubungan tersebut merupakan penjelasan paling tepat bagi gejala yang dialami individu. Meskipun tidak terdapat pedoman yang sepenuhnya dapat diandalkan untuk menentukan apakah hubungan antara gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait dengan kondisi medis bersifat etiologis, beberapa pertimbangan yang dapat membantu dalam menegakkan diagnosis ini meliputi adanya hubungan temporal yang jelas antara onset, perburukan, atau remisi kondisi medis dengan gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait; adanya karakteristik yang tidak khas pada gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait primer (misalnya, usia onset atau perjalanan gangguan yang atipikal); serta adanya bukti dalam literatur bahwa mekanisme fisiologis yang telah diketahui (misalnya, kerusakan striatum akibat infark serebral) menyebabkan gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait. Selain itu, gangguan tersebut tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait primer, gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait yang diinduksi zat atau obat, maupun gangguan mental lainnya.
Pertanyaan mengenai apakah gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait dapat disebabkan oleh infeksi streptokokus Grup A telah mendapat perhatian yang cukup besar. Korea Sydenham merupakan manifestasi neurologis dari demam rematik, yang pada gilirannya disebabkan oleh infeksi streptokokus Grup A. Korea Sydenham ditandai oleh kombinasi gejala motorik dan nonmotorik. Karakteristik nonmotorik mencakup obsesi, kompulsi, defisit perhatian, dan labilitas emosional. Meskipun individu dengan korea Sydenham mungkin menunjukkan karakteristik non-neuropsikiatris dari demam rematik akut, seperti karditis dan artritis, mereka juga mungkin menunjukkan gejala yang menyerupai gangguan obsesif-kompulsif; individu tersebut harus didiagnosis mengalami gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya.
Gangguan neuropsikiatris autoimun pediatrik yang berkaitan dengan infeksi streptokokus (PANDAS) telah diidentifikasi sebagai gangguan autoimun pascainfeksi lainnya yang ditandai oleh onset obsesi, kompulsi, dan/atau tik secara tiba-tiba, disertai berbagai gejala neuropsikiatris akut tanpa adanya korea, karditis, atau artritis, setelah infeksi streptokokus Grup A. Namun, mengingat gejala dengan onset akut tersebut dapat disebabkan oleh berbagai infeksi atau gangguan lainnya, istilah sindrom neuropsikiatris pediatrik dengan onset akut (PANS) telah digunakan. PANS ditandai oleh onset gejala obsesif-kompulsif yang mendadak dan sangat nyata atau pembatasan asupan makanan yang sangat berat, disertai berbagai gejala neuropsikiatris tambahan. Pedoman asesmen untuk sindrom ini telah tersedia.
Karakteristik Penyerta
Sejumlah kondisi medis lainnya diketahui dapat menimbulkan gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait sebagai salah satu manifestasinya. Contohnya mencakup gangguan yang menyebabkan kerusakan striatum, seperti infark serebral atau penyakit Huntington.
Perkembangan dan Perjalanan Gangguan
Perkembangan dan perjalanan gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya umumnya mengikuti perjalanan penyakit yang mendasarinya.
Penanda Diagnostik
Pemeriksaan laboratorium dan/atau pemeriksaan medis diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis kondisi medis lainnya.
Diagnosis Banding
Delirium
Diagnosis terpisah berupa gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya tidak diberikan apabila gangguan tersebut terjadi secara eksklusif selama berlangsungnya delirium. Namun, diagnosis gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya dapat diberikan sebagai diagnosis tambahan selain gangguan neurokognitif mayor (demensia) apabila etiologi gejala obsesif-kompulsif dinilai sebagai konsekuensi fisiologis dari proses patologis yang menyebabkan demensia dan apabila gejala obsesif-kompulsif merupakan bagian yang menonjol dalam gambaran klinis.
Gambaran Gejala Campuran (Misalnya, Gejala Suasana Perasaan dan Gejala Obsesif-Kompulsif serta Gejala Terkait) yang Dinilai Disebabkan oleh Kondisi Medis Lainnya
Apabila gambaran klinis mencakup kombinasi berbagai jenis gejala, jenis gangguan mental spesifik akibat kondisi medis lainnya ditentukan berdasarkan gejala yang paling dominan dalam gambaran klinis.
Gangguan Obsesif-Kompulsif dan Gangguan Terkait yang Diinduksi Zat atau Obat
Apabila terdapat bukti penggunaan zat dalam waktu dekat atau jangka panjang (termasuk obat-obatan yang memiliki efek psikoaktif), kondisi putus zat, atau paparan terhadap toksin, gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait yang diinduksi zat atau obat harus dipertimbangkan. Apabila diagnosis gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait yang diinduksi zat atau obat dipertimbangkan dalam kaitannya dengan zat yang disalahgunakan, pemeriksaan skrining zat dalam urine atau darah maupun evaluasi laboratorium lain yang sesuai dapat bermanfaat. Gejala yang terjadi selama atau segera setelah (yaitu, dalam waktu 4 minggu sejak) intoksikasi atau putus zat, maupun setelah penggunaan obat, dapat menjadi indikasi yang sangat kuat terhadap gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait yang diinduksi zat atau obat, bergantung pada jenis, durasi, atau jumlah zat yang digunakan.
Gangguan Obsesif-Kompulsif dan Gangguan Terkait (Primer)
Gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya harus dibedakan dari gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait primer. Pada gangguan mental primer, tidak dapat dibuktikan adanya mekanisme fisiologis penyebab yang spesifik dan langsung yang berkaitan dengan kondisi medis. Gejala dengan onset akut, usia onset yang lebih lanjut, atau gejala atipikal menunjukkan perlunya asesmen menyeluruh untuk menyingkirkan diagnosis gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait akibat kondisi medis lainnya.
Gangguan Kecemasan Penyakit
Gangguan kecemasan penyakit ditandai oleh perhatian yang berlebihan terhadap kemungkinan sedang mengalami atau akan terkena penyakit serius. Pada gangguan kecemasan penyakit, individu mungkin memiliki atau tidak memiliki kondisi medis yang telah didiagnosis.
Karakteristik Penyerta dari Gangguan Mental Lainnya
Gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait dapat menjadi karakteristik penyerta dari gangguan mental lainnya (misalnya, skizofrenia atau anoreksia nervosa).
Gangguan Obsesif-Kompulsif dan Gangguan Terkait Spesifik Lainnya atau Gangguan Obsesif-Kompulsif dan Gangguan Terkait yang Tidak Ditentukan
Diagnosis-diagnosis tersebut diberikan apabila tidak jelas apakah gejala obsesif-kompulsif dan gejala terkait merupakan gejala primer, diinduksi oleh zat, atau disebabkan oleh kondisi medis lainnya.
Diagnostic Criteria
Obsessions, compulsions, preoccupations with appearance, hoarding, skin picking, hair pulling, other body-focused repetitive behaviors, or other symptoms characteristic of obsessive-compulsive and related disorder predominate in the clinical picture.
There is evidence from the history, physical examination, or laboratory findings that the disturbance is the direct pathophysiological consequence of another medical condition.
The disturbance is not better explained by another mental disorder.
The disturbance does not occur exclusively during the course of a delirium.
The disturbance causes clinically significant distress or impairment in social, occupational, or other important areas of functioning.
Specify if:
With obsessive-compulsive disorder–like symptoms: If obsessive-compulsive disorder–like symptoms predominate in the clinical presentation.
With appearance preoccupations: If preoccupation with perceived appearance defects or flaws predominates in the clinical presentation.
With hoarding symptoms: If hoarding predominates in the clinical presentation.
With hair-pulling symptoms: If hair pulling predominates in the clinical presentation.
With skin-picking symptoms: If skin picking predominates in the clinical presentation.
Coding note: Include the name of the other medical condition in the name of the mental disorder (e.g., F06.8 obsessive-compulsive and related disorder due to cerebral infarction). The other medical condition should be coded and listed separately immediately before the obsessive-compulsive and related disorder due to the medical condition (e.g., I69.398 cerebral infarction; F06.8 obsessive-compulsive and related disorder due to cerebral infarction).
Diagnostic Features
The essential feature of obsessive-compulsive and related disorder due to another medical condition is clinically significant obsessive-compulsive and related symptoms that are judged to be best explained as the direct pathophysiological consequence of another medical condition. Symptoms can include prominent obsessions, compulsions, preoccupations with appearance, hoarding, hair pulling, skin picking, or other body-focused repetitive behaviors (Criterion A). The judgment that the symptoms are best explained by the associated medical condition must be based on evidence from the history, physical examination, or laboratory findings (Criterion B). Additionally, it must be judged that the symptoms are not better explained by another mental disorder (Criterion C). The diagnosis is not made if the obsessive-compulsive and related symptoms occur only during the course of a delirium (Criterion D). The obsessive-compulsive and related symptoms must cause clinically significant distress or impairment in social, occupational, or other important areas of functioning (Criterion E).
In determining whether the obsessive-compulsive and related symptoms are attributable to another medical condition, a medical condition must be present at the time of the onset of the obsessive-compulsive and related symptoms. Furthermore, it must be established that obsessive-compulsive and related symptoms can be etiologically related to the medical condition through a pathophysiological mechanism and that this best explains the symptoms in the individual. Although there are no infallible guidelines for determining whether the relationship between the obsessive-compulsive and related symptoms and the medical condition is etiological, considerations that may provide some guidance in making this diagnosis include the presence of a clear temporal association between the onset, exacerbation, or remission of the medical condition and the obsessive-compulsive and related symptoms; the presence of features that are atypical of a primary obsessive-compulsive and related disorder (e.g., atypical age at onset or course); and evidence in the literature that a known physiological mechanism (e.g., striatal damage due to a cerebral infarction) causes obsessive-compulsive and related symptoms. In addition, the disturbance cannot be better explained by a primary obsessive-compulsive and related disorder, a substance/medication-induced obsessive-compulsive and related disorder, or another mental disorder.
There has been considerable attention to the question of whether obsessive-compulsive and related disorders can be attributed to Group A streptococcal infection. Sydenham’s chorea is the neurological manifestation of rheumatic fever, which is in turn due to Group A streptococcal infection. Sydenham’s chorea is characterized by a combination of motor and nonmotor symptoms. Nonmotor features include obsessions, compulsions, attention deficit, and emotional lability. Although individuals with Sydenham’s chorea may present with non-neuropsychiatric features of acute rheumatic fever, such as carditis and arthritis, they may present with obsessive-compulsive disorder–like symptoms; such individuals should be diagnosed with obsessive-compulsive and related disorder due to another medical condition.
Pediatric autoimmune neuropsychiatric disorders associated with streptococcal infections (PANDAS) has been identified as another postinfectious autoimmune disorder characterized by the sudden onset of obsessions, compulsions, and/or tics accompanied by a variety of acute neuropsychiatric symptoms in the absence of chorea, carditis, or arthritis, after Group A streptococcal infection. However, given that such acute-onset symptoms may be due to a range of other infections or insults, the term pediatric acute-onset neuropsychiatric syndrome (PANS) has been used. PANS is characterized by abrupt, dramatic onset of obsessive-compulsive symptoms or severely restricted food intake, together with a range of additional neuropsychiatric symptoms. Assessment guidelines for this syndrome are available.
Associated Features
A number of other medical conditions are known to include obsessive-compulsive and related symptoms as a manifestation. Examples include disorders leading to striatal damage, such as cerebral infarction or Huntington’s disorder.
Development and Course
The development and course of obsessive-compulsive and related disorder due to another medical condition generally follows the course of the underlying illness.
Diagnostic Markers
Laboratory assessments and/or medical examinations are necessary to confirm the diagnosis of another medical condition.
Differential Diagnosis
Delirium
A separate diagnosis of obsessive-compulsive and related disorder due to another medical condition is not given if the disturbance occurs exclusively during the course of a delirium. However, a diagnosis of obsessive-compulsive and related disorder due to another medical condition may be given in addition to a diagnosis of major neurocognitive disorder (dementia) if the etiology of the obsessive-compulsive symptoms is judged to be a physiological consequence of the pathological process causing the dementia and if obsessive-compulsive symptoms are a prominent part of the clinical presentation.
Mixed presentation of symptoms (e.g., mood and obsessive-compulsive and related symptoms) judged to be due to another medical condition
If the presentation includes a mix of different types of symptoms, the specific mental disorder due to another medical condition depends on which symptoms predominate in the clinical picture.
Substance/medication-induced obsessive-compulsive and related disorders
If there is evidence of recent or prolonged substance use (including medications with psychoactive effects), withdrawal from a substance, or exposure to a toxin, a substance/medication-induced obsessive-compulsive and related disorder should be considered. When a substance/medication-induced obsessive-compulsive and related disorder is being diagnosed in relation to drugs of abuse, it may be useful to obtain a urine or blood drug screen or other appropriate laboratory evaluation. Symptoms that occur during or shortly after (i.e., within 4 weeks of) substance intoxication or withdrawal or after medication use may be especially indicative of a substance/medication-induced obsessive-compulsive and related disorder, depending on the type, duration, or amount of the substance used.
Obsessive-compulsive and related disorders (primary)
Obsessive-compulsive and related disorder due to another medical condition should be distinguished from a primary obsessive-compulsive and related disorder. In primary mental disorders, no specific and direct causative physiological mechanisms associated with a medical condition can be demonstrated. Acute-onset symptoms, late age at onset, or atypical symptoms suggest the need for a thorough assessment to rule out the diagnosis of obsessive-compulsive and related disorder due to another medical condition.
Illness anxiety disorder
Illness anxiety disorder is characterized by a preoccupation with having or acquiring a serious illness. In the case of illness anxiety disorder, individuals may or may not have diagnosed medical conditions.
Associated feature of another mental disorder
Obsessive-compulsive and related symptoms may be an associated feature of another mental disorder (e.g., schizophrenia, anorexia nervosa).
Other specified obsessive-compulsive and related disorder or unspecified obsessive-compulsive and related disorder
These diagnoses are given if it is unclear whether the obsessive-compulsive and related symptoms are primary, substance-induced, or due to another medical condition.