Kegagalan berulang dalam menahan impuls untuk mencuri barang yang tidak diperlukan untuk penggunaan pribadi maupun karena nilai ekonomisnya.
Meningkatnya perasaan tegang sesaat sebelum melakukan pencurian.
Perasaan senang, puas, atau lega pada saat melakukan pencurian.
Pencurian tidak dilakukan untuk mengekspresikan kemarahan atau balas dendam dan bukan merupakan respons terhadap waham atau halusinasi.
Pencurian tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gangguan perilaku, episode manik, atau gangguan kepribadian antisosial.
Karakteristik Diagnostik
Karakteristik utama kleptomania adalah kegagalan berulang dalam menahan impuls untuk mencuri barang meskipun barang tersebut tidak diperlukan untuk penggunaan pribadi maupun karena nilai ekonomisnya (Kriteria A). Individu mengalami peningkatan perasaan tegang secara subjektif sebelum melakukan pencurian (Kriteria B) dan merasakan kesenangan, kepuasan, atau kelegaan ketika melakukan pencurian (Kriteria C). Pencurian tidak dilakukan untuk mengekspresikan kemarahan atau balas dendam, tidak dilakukan sebagai respons terhadap waham atau halusinasi (Kriteria D), dan tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gangguan perilaku, episode manik, atau gangguan kepribadian antisosial (Kriteria E). Barang-barang tersebut dicuri meskipun biasanya hanya memiliki sedikit nilai bagi individu, yang sebenarnya mampu membelinya dan sering memberikan barang tersebut kepada orang lain atau membuangnya. Terkadang, individu mungkin menimbun barang-barang yang dicuri atau mengembalikannya secara diam-diam. Meskipun individu dengan gangguan ini umumnya menghindari pencurian ketika kemungkinan untuk segera ditangkap sangat tinggi (misalnya, ketika berada dalam pengawasan langsung seorang petugas polisi), mereka biasanya tidak merencanakan pencurian sebelumnya atau sepenuhnya mempertimbangkan kemungkinan tertangkap. Pencurian dilakukan tanpa bantuan atau kerja sama dengan orang lain.
Karakteristik Penyerta
Individu dengan kleptomania biasanya berusaha menahan impuls untuk mencuri dan menyadari bahwa tindakan tersebut salah serta tidak masuk akal. Individu sering merasa takut tertangkap dan kerap mengalami perasaan tertekan atau bersalah akibat pencurian yang dilakukan. Jalur neurotransmiter yang berkaitan dengan adiksi perilaku, termasuk jalur yang melibatkan sistem serotonin, dopamin, dan opioid, tampaknya juga berperan dalam kleptomania.
Prevalensi
Di Amerika Serikat dan Kanada, kleptomania ditemukan pada sekitar 4%–24% individu yang ditangkap karena mengutil. Prevalensinya dalam populasi umum Amerika Serikat sangat rendah, yaitu sekitar 0,3%–0,6%. Jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki, dengan rasio 3:1.
Perkembangan dan Perjalanan Gangguan
Usia onset kleptomania bervariasi, tetapi gangguan ini sering dimulai pada masa remaja. Namun, gangguan ini dapat dimulai pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa, dan dalam kasus yang jarang terjadi, pada akhir masa dewasa. Informasi sistematis mengenai perjalanan kleptomania masih terbatas, tetapi tiga pola perjalanan yang umum telah dijelaskan: sporadis, dengan episode singkat dan periode remisi yang panjang; episodik, dengan periode pencurian yang berkepanjangan dan periode remisi; serta kronis, dengan tingkat fluktuasi tertentu. Gangguan ini dapat berlanjut selama bertahun-tahun meskipun individu telah beberapa kali dijatuhi hukuman karena mengutil.
Faktor Risiko dan Prognostik
Faktor Genetik dan Fisiologis
Tampaknya terdapat angka kejadian gangguan penggunaan alkohol yang lebih tinggi pada kerabat tingkat pertama individu dengan kleptomania dibandingkan dengan populasi umum.
Hubungan dengan Pikiran atau Perilaku Bunuh Diri
Kleptomania telah dikaitkan dengan peningkatan risiko percobaan bunuh diri.
Konsekuensi Fungsional Kleptomania
Gangguan ini dapat menyebabkan kesulitan dalam bidang hukum, keluarga, karier, dan kehidupan pribadi.
Diagnosis Banding
Pencurian Biasa
Kleptomania harus dibedakan dari tindakan pencurian biasa atau mengutil. Pencurian biasa (baik yang direncanakan maupun yang bersifat impulsif) dilakukan secara sengaja dan dimotivasi oleh kegunaan barang atau nilai ekonomisnya. Sebagian individu, terutama remaja, mungkin juga mencuri karena menerima tantangan, sebagai tindakan pemberontakan, atau sebagai bagian dari ritual peralihan menuju tahap kehidupan tertentu. Diagnosis tidak ditegakkan kecuali terdapat karakteristik khas kleptomania lainnya. Kleptomania jarang ditemukan, sedangkan perilaku mengutil relatif umum terjadi.
Malingering (Berpura-pura Sakit)
Pada malingering, individu mungkin berpura-pura menunjukkan gejala kleptomania untuk menghindari tuntutan pidana.
Gangguan Kepribadian Antisosial dan Gangguan Perilaku
Gangguan kepribadian antisosial dan gangguan perilaku dibedakan dari kleptomania berdasarkan adanya pola umum perilaku antisosial.
Episode Manik, Episode Psikotik, dan Gangguan Neurokognitif Mayor
Kleptomania harus dibedakan dari tindakan pencurian yang disengaja maupun tidak disengaja yang dapat terjadi selama episode manik, sebagai respons terhadap waham atau halusinasi (misalnya, pada skizofrenia), atau sebagai akibat dari gangguan neurokognitif mayor.
Komorbiditas
Kleptomania dapat berkaitan dengan perilaku membeli secara kompulsif serta gangguan depresif dan bipolar (terutama gangguan depresif mayor), gangguan kecemasan, gangguan makan (khususnya bulimia nervosa), gangguan kepribadian, gangguan penggunaan zat (terutama gangguan penggunaan alkohol), serta gangguan disruptif, gangguan kontrol impuls, dan gangguan perilaku lainnya.
Diagnostic Criteria
Recurrent failure to resist impulses to steal objects that are not needed for personal use or for their monetary value.
Increasing sense of tension immediately before committing the theft.
Pleasure, gratification, or relief at the time of committing the theft.
The stealing is not committed to express anger or vengeance and is not in response to a delusion or a hallucination.
The stealing is not better explained by conduct disorder, a manic episode, or antisocial personality disorder.
Diagnostic Features
The essential feature of kleptomania is the recurrent failure to resist impulses to steal items even though the items are not needed for personal use or for their monetary value (Criterion A). The individual experiences a rising subjective sense of tension before the theft (Criterion B) and feels pleasure, gratification, or relief when committing the theft (Criterion C). The stealing is not committed to express anger or vengeance, is not done in response to a delusion or hallucination (Criterion D), and is not better explained by conduct disorder, a manic episode, or antisocial personality disorder (Criterion E). The objects are stolen despite the fact that they are typically of little value to the individual, who could have afforded to pay for them and often gives them away or discards them. Occasionally the individual may hoard the stolen objects or surreptitiously return them. Although individuals with this disorder will generally avoid stealing when immediate arrest is probable (e.g., in full view of a police officer), they usually do not preplan the thefts or fully take into account the chances of apprehension. The stealing is done without assistance from, or collaboration with, others.
Associated Features
Individuals with kleptomania typically attempt to resist the impulse to steal, and they are aware that the act is wrong and senseless. The individual frequently fears being apprehended and often feels depressed or guilty about the thefts. Neurotransmitter pathways associated with behavioral addictions, including those associated with the serotonin, dopamine, and opioid systems, appear to play a role in kleptomania as well.
Prevalence
In the United States and Canada, kleptomania occurs in about 4%–24% of individuals arrested for shoplifting. Its prevalence in the U.S. general population is very rare, at approximately 0.3%–0.6%. Women outnumber men at a ratio of 3:1.
Development and Course
Age at onset of kleptomania is variable, but the disorder often begins in adolescence. However, the disorder may begin in childhood, adolescence, or adulthood, and in rare cases in late adulthood. There is little systematic information on the course of kleptomania, but three typical courses have been described: sporadic with brief episodes and long periods of remission; episodic with protracted periods of stealing and periods of remission; and chronic with some degree of fluctuation. The disorder may continue for years, despite multiple convictions for shoplifting.
Risk and Prognostic Factors
Genetic and physiological
There appears to be a higher rate of alcohol use disorders in first-degree relatives of individuals with kleptomania than in the general population.
Association With Suicidal Thoughts or Behavior
Kleptomania has been associated with an increased risk for suicide attempts.
Functional Consequences of Kleptomania
The disorder may cause legal, family, career, and personal difficulties.
Differential Diagnosis
Ordinary theft
Kleptomania should be distinguished from ordinary acts of theft or shoplifting. Ordinary theft (whether planned or impulsive) is deliberate and is motivated by the usefulness of the object or its monetary worth. Some persons, especially adolescents, may also steal on a dare, as an act of rebellion, or as a rite of passage. The diagnosis is not made unless other characteristic features of kleptomania are also present. Kleptomania is rare, whereas shoplifting is relatively common.
Malingering
In malingering, individuals may simulate the symptoms of kleptomania to avoid criminal prosecution.
Antisocial personality disorder and conduct disorder
Antisocial personality disorder and conduct disorder are distinguished from kleptomania by a general pattern of antisocial behavior.
Manic episodes, psychotic episodes, and major neurocognitive disorder
Kleptomania should be distinguished from intentional or inadvertent stealing that may occur during a manic episode, in response to delusions or hallucinations (e.g., in schizophrenia), or as a result of a major neurocognitive disorder.
Comorbidity
Kleptomania may be associated with compulsive buying as well as with depressive and bipolar disorders (especially major depressive disorder), anxiety disorders, eating disorders (particularly bulimia nervosa), personality disorders, substance use disorders (especially alcohol use disorder), and other disruptive, impulse-control, and conduct disorders.