F10.121 F10.131 F10.14 F10.14 F10.159 F10.180 F10.181 F10.182 F10.188 F10.221 F10.231 F10.24 F10.24 F10.259 F10.26 F10.27 F10.280 F10.281 F10.282 F10.288 F10.921 F10.931 F10.94 F10.94 F10.959 F10.96 F10.97 F10.980 F10.981 F10.982 F10.988 16_04

Gangguan Mental Akibat Alkohol

Alcohol-Induced Mental Disorders

Substance-Related Disorders Alcohol-Related Disorders DSM-5-TR 1x dibaca

Gangguan mental akibat alkohol berikut dijelaskan dalam bab-bab lain pada manual ini bersama dengan gangguan yang memiliki kesamaan fenomenologi (lihat gangguan mental akibat zat/obat pada bab-bab tersebut): gangguan psikotik akibat alkohol (“Spektrum Skizofrenia dan Gangguan Psikotik Lainnya”); gangguan bipolar dan gangguan terkait akibat alkohol (“Gangguan Bipolar dan Gangguan Terkait”); gangguan depresif akibat alkohol (“Gangguan Depresif”); gangguan kecemasan akibat alkohol (“Gangguan Kecemasan”); gangguan tidur akibat alkohol (“Gangguan Tidur-Bangun”); disfungsi seksual akibat alkohol (“Disfungsi Seksual”); serta gangguan neurokognitif mayor atau ringan akibat alkohol (“Gangguan Neurokognitif”). Untuk delirium akibat intoksikasi alkohol dan delirium akibat putus alkohol, lihat kriteria dan pembahasan mengenai delirium dalam bab “Gangguan Neurokognitif”. Gangguan mental akibat alkohol tersebut didiagnosis sebagai pengganti intoksikasi alkohol atau putus alkohol hanya apabila gejalanya cukup berat sehingga memerlukan perhatian klinis tersendiri.

Karakteristik Diagnostik dan Penyerta

Profil gejala pada kondisi akibat alkohol menyerupai gangguan mental independen yang bersesuaian sebagaimana dijelaskan di bagian lain dalam manual ini. Selain itu, meskipun kondisi akibat alkohol dapat menimbulkan konsekuensi berat yang sama seperti gangguan mental independen (misalnya, percobaan bunuh diri), kondisi tersebut cenderung membaik tanpa penanganan formal dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah berakhirnya intoksikasi berat dan/atau putus alkohol.

Setiap gangguan mental akibat alkohol dicantumkan dalam bagian diagnostik yang relevan sehingga hanya diberikan penjelasan singkat di sini. Gangguan mental akibat alkohol tersebut harus berkembang dalam konteks intoksikasi alkohol berat dan/atau putus alkohol.

Mengingat gambaran klinis gangguan mental akibat alkohol secara simptomatik menyerupai gambaran gangguan mental independen dari kelompok diagnostik yang sama, keduanya harus dibedakan berdasarkan hubungan temporal antara penggunaan alkohol dan gejala psikiatris. Individu dengan gangguan mental akibat alkohol kemungkinan juga menunjukkan karakteristik penyerta yang ditemukan pada gangguan penggunaan alkohol, sebagaimana tercantum dalam subbagian tersebut.

Harus terdapat bukti bahwa gangguan yang diamati kemungkinan tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gangguan mental independen. Gangguan mental independen lebih mungkin terjadi apabila gangguan mental tersebut telah ada sebelum intoksikasi berat atau putus alkohol, atau terus berlangsung selama lebih dari 1 bulan setelah berakhirnya intoksikasi berat atau putus alkohol. Apabila gejala hanya diamati selama delirium, gejala tersebut harus dianggap sebagai bagian dari delirium dan tidak didiagnosis secara terpisah, karena banyak gejala (termasuk gangguan suasana hati, kecemasan, dan kemampuan menguji realitas) umum ditemukan selama keadaan agitasi dan kebingungan. Gangguan mental akibat alkohol harus relevan secara klinis, yaitu menyebabkan distres yang bermakna atau gangguan keberfungsian yang bermakna. Selain itu, terdapat indikasi bahwa penggunaan zat yang disalahgunakan dalam konteks gangguan mental yang telah ada sebelumnya kemungkinan akan menyebabkan peningkatan intensitas sindrom independen yang sudah ada.

Angka kejadian gangguan mental akibat alkohol sedikit bervariasi berdasarkan kategori diagnostik. Sebagai contoh, risiko sepanjang kehidupan untuk mengalami episode depresif mayor pada individu dengan gangguan penggunaan alkohol adalah sekitar 40%, tetapi hanya sekitar sepertiga hingga setengah dari episode tersebut yang merupakan sindrom depresif mayor independen yang diamati di luar konteks intoksikasi. Angka kejadian gangguan tidur dan gangguan kecemasan akibat alkohol kemungkinan serupa, tetapi episode psikotik akibat alkohol diperkirakan ditemukan pada kurang dari 5% individu dengan gangguan penggunaan alkohol.

Perkembangan dan Perjalanan Gangguan

Setelah muncul, gejala gangguan mental akibat alkohol kemungkinan akan tetap relevan secara klinis selama individu terus mengalami intoksikasi berat atau putus alkohol. Meskipun gejalanya mungkin identik dengan gejala gangguan mental independen (misalnya, psikosis atau gangguan depresif mayor), dan meskipun dapat menimbulkan konsekuensi berat yang sama (misalnya, percobaan bunuh diri), semua gangguan mental akibat alkohol, kecuali gangguan neurokognitif akibat alkohol tipe amnestik konfabulasi (gangguan amnestik menetap akibat alkohol), terlepas dari tingkat keparahan gejalanya, cenderung membaik relatif cepat dan kecil kemungkinannya tetap relevan secara klinis selama lebih dari 1 bulan setelah berakhirnya intoksikasi berat dan/atau putus alkohol.

Gangguan mental akibat alkohol merupakan bagian penting dalam diagnosis banding untuk kondisi mental independen. Skizofrenia independen, gangguan depresif mayor, gangguan bipolar, dan gangguan kecemasan, seperti gangguan panik, kemungkinan berkaitan dengan periode gejala yang berlangsung jauh lebih lama dan sering memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mengoptimalkan kemungkinan perbaikan atau pemulihan. Sebaliknya, gangguan mental akibat alkohol cenderung memiliki durasi yang jauh lebih singkat dan menghilang dalam beberapa hari hingga 1 bulan setelah berakhirnya intoksikasi berat dan/atau putus alkohol, bahkan tanpa penggunaan obat psikotropika.

Pentingnya mengenali gangguan mental akibat alkohol serupa dengan pentingnya mengidentifikasi kemungkinan peran beberapa kondisi endokrin dan reaksi terhadap obat sebelum menegakkan diagnosis gangguan mental independen. Mengingat tingginya prevalensi gangguan penggunaan alkohol di seluruh dunia, penting untuk mempertimbangkan diagnosis gangguan mental akibat alkohol tersebut sebelum menegakkan diagnosis gangguan mental independen.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Pilih Layanan Lihat Semua Alat Tes Hubungi Kami
Hubungi Kami