F50.81 10_06

Gangguan Makan Berlebihan

Binge-Eating Disorder

DSM-5-TR 1x dibaca

Kriteria Diagnostik

  1. Episode makan berlebihan yang berulang. Suatu episode makan berlebihan ditandai oleh kedua hal berikut: (1) Mengonsumsi makanan dalam jumlah yang secara jelas lebih banyak daripada yang dikonsumsi sebagian besar orang dalam periode waktu yang sama dan dalam keadaan serupa, selama periode waktu tertentu (misalnya, dalam periode 2 jam). (2) Perasaan kehilangan kendali terhadap perilaku makan selama episode tersebut (misalnya, perasaan tidak mampu berhenti makan atau mengendalikan jenis maupun jumlah makanan yang dikonsumsi).
  2. Episode makan berlebihan berkaitan dengan tiga (atau lebih) karakteristik berikut: (1) Makan jauh lebih cepat daripada biasanya. (2) Makan hingga merasa sangat kenyang dan tidak nyaman. (3) Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar ketika tidak merasa lapar secara fisik. (4) Makan sendirian karena merasa malu terhadap banyaknya makanan yang dikonsumsi. (5) Merasa jijik terhadap diri sendiri, depresif, atau sangat bersalah setelahnya.
  3. Terdapat distres yang nyata terkait perilaku makan berlebihan.
  4. Episode makan berlebihan terjadi, rata-rata, setidaknya satu kali dalam seminggu selama 3 bulan.
  5. Episode makan berlebihan tidak berkaitan dengan penggunaan perilaku kompensatoris yang tidak tepat secara berulang sebagaimana ditemukan pada bulimia nervosa dan tidak terjadi secara eksklusif selama perjalanan bulimia nervosa atau anoreksia nervosa.

Tentukan Jika:

  • Dalam remisi parsial: Setelah sebelumnya memenuhi seluruh kriteria gangguan makan berlebihan, episode makan berlebihan terjadi dengan frekuensi rata-rata kurang dari satu episode per minggu selama periode waktu yang berkelanjutan.
  • Dalam remisi penuh: Setelah sebelumnya memenuhi seluruh kriteria gangguan makan berlebihan, tidak satu pun kriteria tersebut terpenuhi selama periode waktu yang berkelanjutan.

Tentukan Tingkat Keparahan Saat Ini:

Tingkat keparahan minimum didasarkan pada frekuensi episode makan berlebihan (lihat di bawah). Tingkat keparahan dapat ditingkatkan untuk mencerminkan gejala lainnya dan derajat gangguan keberfungsian.

  • Ringan: 1–3 episode makan berlebihan per minggu.

  • Sedang: 4–7 episode makan berlebihan per minggu.

  • Berat: 8–13 episode makan berlebihan per minggu.

  • Ekstrem: 14 episode makan berlebihan atau lebih per minggu.

Karakteristik Diagnostik

Karakteristik utama gangguan makan berlebihan adalah episode makan berlebihan yang berulang dan harus terjadi, rata-rata, setidaknya satu kali dalam seminggu selama 3 bulan (Kriteria D). “Episode makan berlebihan” didefinisikan sebagai mengonsumsi makanan dalam jumlah yang secara jelas lebih banyak daripada yang dikonsumsi sebagian besar orang dalam periode waktu yang sama dan dalam keadaan serupa, selama periode waktu tertentu (Kriteria A1). Konteks ketika aktivitas makan berlangsung dapat memengaruhi perkiraan klinisi mengenai apakah asupan makanan tersebut tergolong berlebihan. Sebagai contoh, jumlah makanan yang mungkin dianggap berlebihan untuk waktu makan biasa dapat dianggap normal selama perayaan atau jamuan makan pada hari libur. “Periode waktu tertentu” mengacu pada rentang waktu yang terbatas, biasanya kurang dari 2 jam. Satu episode makan berlebihan tidak harus terbatas pada satu tempat. Sebagai contoh, individu mungkin mulai makan berlebihan di restoran, kemudian melanjutkan makan setelah kembali ke rumah. Mengonsumsi makanan ringan dalam jumlah kecil secara terus-menerus sepanjang hari tidak dianggap sebagai episode makan berlebihan.

Konsumsi makanan yang berlebihan harus disertai perasaan kehilangan kendali (Kriteria A2) agar dapat dianggap sebagai episode makan berlebihan. Salah satu indikator kehilangan kendali adalah ketidakmampuan menahan diri untuk tidak makan atau menghentikan aktivitas makan setelah dimulai. Sebagian individu menggambarkan pengalaman yang bersifat disosiatif selama atau setelah episode makan berlebihan. Gangguan pengendalian yang berkaitan dengan makan berlebihan tidak selalu bersifat mutlak; sebagai contoh, individu mungkin terus makan berlebihan ketika telepon berdering, tetapi berhenti apabila teman sekamar atau pasangan tiba-tiba memasuki ruangan. Sebagian individu melaporkan bahwa episode makan berlebihan mereka tidak lagi ditandai oleh perasaan kehilangan kendali yang akut, melainkan oleh pola makan tidak terkendali yang lebih umum. Apabila individu melaporkan bahwa mereka telah menghentikan upaya untuk mengendalikan perilaku makannya, kehilangan kendali masih dapat dianggap ada. Dalam beberapa kasus, episode makan berlebihan juga dapat direncanakan sebelumnya.

Jenis makanan yang dikonsumsi selama episode makan berlebihan bervariasi, baik antarindividu maupun pada individu yang sama. Episode makan berlebihan tampaknya lebih ditandai oleh ketidaknormalan dalam jumlah makanan yang dikonsumsi dibandingkan dengan keinginan untuk mengonsumsi zat gizi tertentu.

Episode makan berlebihan harus ditandai oleh distres yang nyata (Kriteria C) dan setidaknya tiga karakteristik berikut: makan jauh lebih cepat daripada biasanya; makan hingga merasa sangat kenyang dan tidak nyaman; mengonsumsi makanan dalam jumlah besar ketika tidak merasa lapar secara fisik; makan sendirian karena merasa malu terhadap banyaknya makanan yang dikonsumsi; serta merasa jijik terhadap diri sendiri, depresif, atau sangat bersalah setelahnya (Kriteria B).

Individu dengan gangguan makan berlebihan biasanya merasa malu terhadap masalah makannya dan berusaha menyembunyikan gejala-gejalanya. Episode makan berlebihan biasanya terjadi secara diam-diam atau dengan cara yang sebisa mungkin tidak menarik perhatian. Faktor yang paling umum mendahului episode makan berlebihan adalah afek negatif. Pemicu lainnya mencakup stresor interpersonal; pembatasan makanan; perasaan negatif yang berkaitan dengan berat badan, bentuk tubuh, dan makanan; serta kebosanan. Makan berlebihan dapat mengurangi atau meredakan faktor-faktor yang memicu episode tersebut dalam jangka pendek, tetapi evaluasi diri yang negatif dan disforia sering muncul sebagai konsekuensi yang tertunda.

Karakteristik Penyerta

Gangguan makan berlebihan terjadi pada individu dengan berat badan normal, kelebihan berat badan, maupun obesitas. Gangguan ini secara konsisten berkaitan dengan kelebihan berat badan dan obesitas pada individu yang mencari pengobatan. Meskipun demikian, gangguan makan berlebihan berbeda dari obesitas. Sebagian besar individu dengan obesitas tidak mengalami episode makan berlebihan yang berulang. Selain itu, dibandingkan dengan individu dengan obesitas tanpa gangguan makan berlebihan yang memiliki berat badan sebanding, individu dengan gangguan ini mengonsumsi lebih banyak kalori dalam penelitian laboratorium mengenai perilaku makan serta menunjukkan gangguan keberfungsian yang lebih besar, kualitas hidup yang lebih rendah, distres subjektif yang lebih tinggi, dan komorbiditas psikiatris yang lebih banyak.

Prevalensi

Menurut dua penelitian epidemiologis di Amerika Serikat yang dilakukan pada sampel komunitas, prevalensi gangguan makan berlebihan selama 12 bulan berkisar antara 0,44% hingga 1,2%, dengan angka dua hingga tiga kali lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki (0,6% hingga 1,6% pada perempuan; 0,26% hingga 0,8% pada laki-laki), sedangkan prevalensi sepanjang hidup berkisar antara 0,85% hingga 2,8% (1,25% hingga 3,5% pada perempuan; 0,42% hingga 2,0% pada laki-laki).

Di Amerika Serikat, prevalensi gangguan makan berlebihan tampaknya relatif sebanding di berbagai kelompok etnorasial.

Gangguan makan berlebihan memiliki prevalensi yang kurang lebih serupa di sebagian besar negara industri berpendapatan tinggi, termasuk Amerika Serikat, Kanada, banyak negara Eropa, Australia, dan Selandia Baru, dengan prevalensi selama 12 bulan di negara-negara berpendapatan tinggi berkisar antara 0,1% hingga 1,2%. Meskipun data yang tersedia dari populasi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah lebih terbatas, prevalensi gangguan makan berlebihan di beberapa wilayah Amerika Latin tampaknya setidaknya sama tinggi dengan prevalensi di Amerika Serikat dan Eropa. Warga Amerika keturunan Meksiko yang tinggal di Amerika Serikat memiliki prevalensi gangguan makan berlebihan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok keturunan serupa yang tinggal di Meksiko.

Perkembangan dan Perjalanan Gangguan

Masih sedikit yang diketahui mengenai perkembangan gangguan makan berlebihan. Baik perilaku makan berlebihan maupun perilaku makan dengan kehilangan kendali tanpa konsumsi makanan yang secara objektif berlebihan dapat terjadi pada anak-anak dan berkaitan dengan peningkatan lemak tubuh, peningkatan berat badan, serta peningkatan gejala psikologis. Perilaku makan berlebihan umum ditemukan pada sampel remaja dan individu usia perguruan tinggi. Perilaku makan dengan kehilangan kendali atau episode makan berlebihan yang bersifat episodik dapat merupakan fase prodromal gangguan makan pada sebagian individu.

Perilaku diet muncul setelah berkembangnya episode makan berlebihan pada banyak individu dengan gangguan makan berlebihan. (Hal ini berbeda dengan bulimia nervosa, ketika perilaku diet yang disfungsional biasanya mendahului onset episode makan berlebihan.) Gangguan makan berlebihan biasanya dimulai pada masa remaja atau dewasa muda, tetapi juga dapat dimulai pada masa dewasa yang lebih lanjut. Individu dengan gangguan makan berlebihan yang mencari pengobatan biasanya berusia lebih tua dibandingkan dengan individu dengan bulimia nervosa atau anoreksia nervosa yang mencari pengobatan.

Angka remisi, baik dalam penelitian mengenai perjalanan alami gangguan maupun hasil pengobatan, lebih tinggi pada gangguan makan berlebihan dibandingkan dengan bulimia nervosa atau anoreksia nervosa. Perjalanan gangguan makan berlebihan bervariasi dan hingga saat ini belum sepenuhnya dipahami, dengan setidaknya sebagian individu yang terdampak menunjukkan perjalanan gejala yang relatif menetap, terkadang mengalami kekambuhan dan remisi, serta sebanding dengan bulimia nervosa dalam hal tingkat keparahan dan durasi. Peralihan dari gangguan makan berlebihan ke gangguan makan lainnya jarang terjadi.

Faktor Risiko dan Prognostik

Faktor Genetik dan Fisiologis

Gangguan makan berlebihan tampaknya cenderung ditemukan dalam keluarga, yang mungkin mencerminkan pengaruh genetik aditif.

Isu Diagnostik Terkait Budaya

Gambaran klinis gangguan makan berlebihan berbeda di antara kelompok etnorasial di Amerika Serikat. Individu kulit hitam mungkin melaporkan lebih sedikit gejala distres yang berkaitan dengan makan berlebihan dan datang untuk mendapatkan pengobatan dengan frekuensi episode makan berlebihan yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu kulit putih.

Hubungan dengan Pikiran atau Perilaku Bunuh Diri

Ideasi bunuh diri dilaporkan terjadi pada sekitar 25% individu dengan gangguan makan berlebihan.

Konsekuensi Fungsional Gangguan Makan Berlebihan

Gangguan makan berlebihan berkaitan dengan berbagai konsekuensi fungsional, termasuk masalah penyesuaian peran sosial, gangguan kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan dan kepuasan hidup, peningkatan morbiditas dan mortalitas medis, serta peningkatan penggunaan layanan kesehatan dibandingkan dengan subjek kontrol yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) sebanding. Gangguan ini juga dapat berkaitan dengan peningkatan risiko kenaikan berat badan dan berkembangnya obesitas.

Diagnosis Banding

Bulimia Nervosa

Gangguan makan berlebihan memiliki kesamaan dengan bulimia nervosa dalam hal episode makan berlebihan yang berulang, tetapi berbeda dari gangguan tersebut dalam beberapa aspek mendasar. Dari segi gambaran klinis, perilaku kompensatoris yang tidak tepat dan berulang (misalnya, perilaku pengeluaran makanan atau olahraga yang dilakukan secara kompulsif) yang ditemukan pada bulimia nervosa tidak terdapat pada gangguan makan berlebihan. Berbeda dengan individu dengan bulimia nervosa, individu dengan gangguan makan berlebihan biasanya tidak menunjukkan pembatasan makanan yang nyata atau menetap yang bertujuan memengaruhi berat dan bentuk tubuh di antara episode makan berlebihan. Namun, mereka mungkin melaporkan upaya diet yang sering dilakukan. Gangguan makan berlebihan juga berbeda dari bulimia nervosa dalam hal respons terhadap pengobatan. Angka perbaikan secara konsisten lebih tinggi pada individu dengan gangguan makan berlebihan dibandingkan dengan individu dengan bulimia nervosa.

Obesitas

Gangguan makan berlebihan berkaitan dengan kelebihan berat badan dan obesitas, tetapi memiliki beberapa karakteristik utama yang berbeda dari obesitas. Pertama, tingkat penilaian berlebihan terhadap berat dan bentuk tubuh lebih tinggi pada individu dengan obesitas yang mengalami gangguan ini dibandingkan dengan individu dengan obesitas tanpa gangguan tersebut. Kedua, angka komorbiditas psikiatris secara bermakna lebih tinggi pada individu dengan obesitas yang mengalami gangguan ini dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalaminya. Ketiga, hasil pengobatan psikologis berbasis bukti untuk gangguan makan berlebihan lebih sering berhasil dibandingkan dengan pengobatan obesitas pada individu yang memiliki komorbiditas obesitas dan gangguan makan berlebihan.

Gangguan Bipolar dan Gangguan Depresif

Peningkatan nafsu makan dan kenaikan berat badan termasuk dalam kriteria episode depresif mayor dan dalam penanda karakteristik atipikal untuk gangguan depresif dan gangguan bipolar. Peningkatan perilaku makan dalam konteks episode depresif mayor dapat disertai atau tidak disertai kehilangan kendali. Apabila seluruh kriteria untuk kedua gangguan terpenuhi, kedua diagnosis tersebut dapat diberikan. Episode makan berlebihan dan gejala gangguan makan lainnya ditemukan berkaitan dengan gangguan bipolar. Apabila seluruh kriteria untuk kedua gangguan terpenuhi, kedua diagnosis tersebut harus diberikan.

Gangguan Kepribadian Ambang

Perilaku makan berlebihan termasuk dalam kriteria perilaku impulsif yang merupakan bagian dari definisi gangguan kepribadian ambang. Apabila seluruh kriteria untuk kedua gangguan terpenuhi, kedua diagnosis tersebut harus diberikan.

Komorbiditas

Gangguan makan berlebihan berkaitan dengan komorbiditas psikiatris yang bermakna dan sebanding dengan komorbiditas yang ditemukan pada bulimia nervosa dan anoreksia nervosa. Gangguan yang paling umum menjadi komorbiditas adalah gangguan depresif mayor dan gangguan penggunaan alkohol. Komorbiditas psikiatris berkaitan dengan tingkat keparahan perilaku makan berlebihan, bukan dengan derajat obesitas.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Pilih Layanan Lihat Semua Alat Tes Hubungi Kami
Hubungi Kami