F19.10 F19.11 F19.20 F19.21 16_39

Gangguan Penggunaan Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui)

Other (or Unknown) Substance–Related Disorders

Substance-Related Disorders Other (or Unknown) Substance–Related Disorders DSM-5-TR 1x dibaca

Kriteria Diagnostik

A. Pola penggunaan zat yang menyebabkan intoksikasi dan tidak dapat diklasifikasikan dalam kategori alkohol; kafein; ganja; halusinogen (fensiklidin dan lainnya); inhalansia; opioid; sedatif, hipnotik, atau ansiolitik; stimulan; atau tembakau, serta menyebabkan gangguan keberfungsian atau distres yang bermakna secara klinis, sebagaimana dimanifestasikan oleh setidaknya dua dari gejala berikut yang terjadi dalam periode 12 bulan:

  1. Zat tersebut sering digunakan dalam jumlah yang lebih besar atau selama periode yang lebih lama daripada yang dimaksudkan.
  2. Terdapat keinginan yang menetap atau upaya yang tidak berhasil untuk mengurangi atau mengendalikan penggunaan zat tersebut.
  3. Sebagian besar waktu dihabiskan untuk melakukan aktivitas yang diperlukan guna memperoleh zat tersebut, menggunakan zat tersebut, atau memulihkan diri dari efeknya.
  4. Adanya craving, yaitu keinginan atau dorongan yang kuat untuk menggunakan zat tersebut.
  5. Penggunaan zat secara berulang yang mengakibatkan kegagalan dalam memenuhi kewajiban peran utama di tempat kerja, sekolah, atau rumah.
  6. Penggunaan zat terus berlanjut meskipun terdapat masalah sosial atau interpersonal yang menetap atau berulang, yang disebabkan atau diperburuk oleh efek penggunaannya.
  7. Aktivitas sosial, pekerjaan, atau rekreasi yang penting ditinggalkan atau dikurangi akibat penggunaan zat tersebut.
  8. Penggunaan zat secara berulang dalam situasi yang membahayakan keselamatan fisik.
  9. Penggunaan zat terus berlanjut meskipun individu mengetahui bahwa dirinya memiliki masalah fisik atau psikologis yang menetap atau berulang, yang kemungkinan disebabkan atau diperburuk oleh zat tersebut.
  10. Toleransi, sebagaimana didefinisikan oleh salah satu dari hal berikut: (a) Kebutuhan untuk menggunakan zat dalam jumlah yang meningkat secara nyata guna mencapai intoksikasi atau efek yang diinginkan. (b) Penurunan efek yang nyata ketika jumlah zat yang sama terus digunakan.
  11. Putus zat, sebagaimana dimanifestasikan oleh salah satu dari hal berikut: (a) Sindrom putus zat yang khas akibat zat lainnya (atau yang tidak diketahui) (lihat Kriteria A dan B dalam rangkaian kriteria diagnostik putus zat lainnya [atau yang tidak diketahui]). (b) Zat tersebut (atau zat yang memiliki hubungan erat dengannya) digunakan untuk meredakan atau menghindari gejala putus zat.

Tentukan Jika:

  • Dalam Remisi Awal: Setelah seluruh kriteria gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sebelumnya terpenuhi, tidak ada satu pun kriteria gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) yang terpenuhi selama setidaknya 3 bulan tetapi kurang dari 12 bulan (dengan pengecualian bahwa Kriteria A4, yaitu “Craving, atau keinginan maupun dorongan yang kuat untuk menggunakan zat tersebut”, masih mungkin terpenuhi).
  • Dalam Remisi Berkelanjutan: Setelah seluruh kriteria gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sebelumnya terpenuhi, tidak ada satu pun kriteria gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) yang terpenuhi kapan pun selama periode 12 bulan atau lebih (dengan pengecualian bahwa Kriteria A4, yaitu “Craving, atau keinginan maupun dorongan yang kuat untuk menggunakan zat tersebut”, masih mungkin terpenuhi).

Tentukan Jika:

Dalam Lingkungan Terkendali: Penanda tambahan ini digunakan apabila individu berada dalam lingkungan yang membatasi akses terhadap zat tersebut.

Pengodean Berdasarkan Tingkat Keparahan/Remisi Saat Ini:

Apabila terdapat intoksikasi zat lainnya (atau yang tidak diketahui), putus zat lainnya (atau yang tidak diketahui), atau gangguan mental akibat zat lainnya (atau yang tidak diketahui), jangan menggunakan kode gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) di bawah ini. Sebagai gantinya, gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) yang menjadi komorbiditas ditunjukkan melalui karakter keempat pada kode gangguan akibat zat lainnya (atau yang tidak diketahui) (lihat catatan pengodean untuk intoksikasi zat lainnya [atau yang tidak diketahui], putus zat lainnya [atau yang tidak diketahui], atau gangguan mental tertentu akibat zat lainnya [atau yang tidak diketahui]). Sebagai contoh, apabila terdapat gangguan depresif akibat zat lainnya (atau yang tidak diketahui) dan gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sebagai komorbiditas, hanya kode gangguan depresif akibat zat lainnya (atau yang tidak diketahui) yang diberikan, dengan karakter keempat menunjukkan apakah gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) yang menjadi komorbiditas bersifat ringan, sedang, atau berat: F19.14 untuk gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) dengan gangguan depresif akibat zat lainnya (atau yang tidak diketahui), atau F19.24 untuk gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sedang atau berat dengan gangguan depresif akibat zat lainnya (atau yang tidak diketahui).

Tentukan Tingkat Keparahan/Remisi Saat Ini:

F19.10 Ringan: Terdapat 2–3 gejala.

F19.11 Ringan, Dalam Remisi Awal

F19.11 Ringan, Dalam Remisi Berkelanjutan

F19.20 Sedang: Terdapat 4–5 gejala.

F19.21 Sedang, Dalam Remisi Awal

F19.21 Sedang, Dalam Remisi Berkelanjutan

F19.20 Berat: Terdapat 6 gejala atau lebih.

F19.21 Berat, Dalam Remisi Awal

F19.21 Berat, Dalam Remisi Berkelanjutan

Penanda

“Dalam lingkungan terkendali” berlaku sebagai penanda tambahan untuk remisi apabila individu berada dalam kondisi remisi sekaligus dalam lingkungan terkendali (yaitu, dalam remisi awal di lingkungan terkendali atau dalam remisi berkelanjutan di lingkungan terkendali). Contoh lingkungan tersebut mencakup lembaga pemasyarakatan dengan pengawasan ketat dan bebas zat, komunitas terapeutik, serta unit rumah sakit yang terkunci.

Karakteristik Diagnostik

Kelompok diagnostik gangguan terkait zat lainnya (atau yang tidak diketahui) berlaku untuk zat-zat yang tidak termasuk dalam salah satu dari sembilan golongan zat yang telah disajikan sebelumnya dalam bab ini (yaitu, alkohol; kafein; ganja; halusinogen [fensiklidin dan lainnya]; inhalansia; opioid; sedatif, hipnotik, atau ansiolitik; stimulan; atau tembakau). Zat-zat tersebut mencakup steroid anabolik; obat antiinflamasi nonsteroid; kortikosteroid; obat antiparkinson; antihistamin; dinitrogen oksida; amil nitrit, butil nitrit, atau isobutil nitrit; biji pinang, yang dikunyah di berbagai wilayah geografis untuk menghasilkan euforia ringan dan sensasi melayang; serta kava (berasal dari tanaman lada di wilayah Pasifik Selatan), yang menghasilkan euforia ringan, sedasi, gangguan koordinasi, dan penurunan berat badan, serta dampak terhadap kesehatan (misalnya, hepatitis ringan dan kelainan paru-paru). Perlu diperhatikan bahwa zat berbentuk gas hanya dimasukkan dalam kategori inhalansia apabila merupakan senyawa hidrokarbon; zat berbentuk gas lainnya (termasuk dinitrogen oksida yang disebutkan sebelumnya) dimasukkan dalam kategori zat lainnya (atau yang tidak diketahui). Gangguan terkait zat yang tidak diketahui berkaitan dengan zat yang belum teridentifikasi, seperti intoksikasi ketika individu tidak dapat mengidentifikasi obat yang dikonsumsi, atau gangguan penggunaan zat yang melibatkan obat-obatan baru di pasar gelap yang belum teridentifikasi maupun obat-obatan yang telah dikenal tetapi dijual secara ilegal dengan nama palsu.

Perlu diperhatikan bahwa zat-zat yang termasuk dalam cakupan salah satu golongan zat harus diberi kode sesuai dengan golongan zat tersebut dan tidak tepat apabila dimasukkan dalam kategori “zat lainnya”. Sebagai contoh, zat-zat berikut secara khusus termasuk dalam golongan zat tertentu dan tidak boleh dimasukkan dalam kategori “zat lainnya”: kanabinoid sintetis termasuk dalam kategori ganja; propofol termasuk dalam kategori sedatif, hipnotik, atau ansiolitik; dan katinon (termasuk senyawa dari tanaman khat dan turunan kimia sintetisnya) termasuk dalam kategori stimulan.

Gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) merupakan gangguan mental ketika penggunaan berulang terhadap zat lainnya atau zat yang tidak diketahui biasanya terus berlanjut meskipun individu mengetahui bahwa zat tersebut menyebabkan masalah serius bagi dirinya. Masalah-masalah tersebut tercermin dalam kriteria diagnostik. Apabila zat yang digunakan diketahui tetapi tidak sesuai dengan salah satu dari sembilan golongan zat lainnya, hal tersebut harus dicerminkan ketika mencatat dan mengodekan nama gangguan (misalnya, “gangguan penggunaan dinitrogen oksida”, dengan menggunakan kode yang berlaku untuk gangguan penggunaan zat lainnya [atau yang tidak diketahui]).

Karakteristik Penyerta

Diagnosis gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) didukung oleh salah satu dari hal berikut: laporan individu mengenai penggunaan zat yang tidak termasuk dalam sembilan golongan yang tercantum dalam bab ini; episode intoksikasi berulang dengan hasil negatif pada pemeriksaan skrining obat standar, yang mungkin tidak dapat mendeteksi zat baru atau zat yang jarang digunakan; serta adanya gejala khas akibat zat yang belum teridentifikasi dan baru muncul di lingkungan masyarakat tempat individu tinggal.

Karena adanya akses terhadap dinitrogen oksida (“gas tertawa”), keanggotaan dalam kelompok populasi tertentu dapat berkaitan dengan penggunaan zat tersebut secara sering dan kemungkinan dengan diagnosis gangguan penggunaan dinitrogen oksida. Penggunaan gas ini sebagai agen anestesi menyebabkan penyalahgunaan oleh sebagian tenaga profesional medis dan kedokteran gigi, sedangkan penggunaannya sebagai gas pendorong pada produk komersial (misalnya, alat pembuat krim kocok) berkontribusi terhadap penyalahgunaan oleh pekerja layanan makanan. Penyalahgunaan dinitrogen oksida pada remaja dan dewasa muda merupakan masalah yang bermakna, dan sebagian individu yang menggunakannya dengan frekuensi sangat tinggi dapat menunjukkan komplikasi medis serta kondisi mental yang serius, termasuk mieloneuropati, degenerasi kombinasi subakut pada sumsum tulang belakang, neuropati perifer, dan psikosis.

Penggunaan gas amil nitrit, butil nitrit, dan isobutil nitrit (serta zat serupa) banyak ditemukan pada laki-laki homoseksual dan sebagian remaja, terutama mereka yang mengalami gangguan perilaku.

Gangguan penggunaan zat secara umum berkaitan dengan peningkatan risiko bunuh diri, tetapi tidak terdapat bukti mengenai faktor risiko bunuh diri yang khas pada gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui).

Prevalensi

Berdasarkan data yang sangat terbatas, prevalensi sebagian besar gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) kemungkinan lebih rendah dibandingkan dengan gangguan penggunaan zat yang melibatkan sembilan golongan zat dalam bab ini. Untuk zat-zat tertentu yang berbentuk gas, prevalensi penggunaannya tidak tergolong jarang (prevalensi sepanjang hidup pada populasi rumah tangga di Amerika Serikat untuk individu berusia 12 tahun atau lebih diperkirakan sebesar 4,6% untuk dinitrogen oksida dan 2,5% untuk nitrit), tetapi belum diketahui seberapa sering pola penggunaan tersebut memenuhi kriteria gangguan penggunaan zat.

Perkembangan dan Perjalanan Gangguan

Tidak terdapat satu pola perkembangan atau perjalanan gangguan yang dapat menggambarkan seluruh gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui), mengingat adanya keragaman sifat farmakologis zat-zat tersebut. Gangguan penggunaan zat yang tidak diketahui sering kali akan diklasifikasikan ulang ketika zat yang sebelumnya tidak diketahui akhirnya berhasil diidentifikasi.

Faktor Risiko dan Prognostik

Faktor risiko dan prognostik untuk gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) diperkirakan serupa dengan sebagian besar gangguan penggunaan zat lainnya dan mencakup adanya gangguan penggunaan zat lainnya, gangguan perilaku, atau gangguan kepribadian antisosial pada individu maupun anggota keluarganya; onset masalah penggunaan zat pada usia dini; kemudahan memperoleh zat di lingkungan individu; perlakuan buruk atau trauma pada masa kanak-kanak; serta bukti adanya keterbatasan pengendalian diri sejak dini dan disinhibisi perilaku.

Isu Diagnostik Terkait Budaya

Budaya tertentu dapat berkaitan dengan gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) yang melibatkan zat asli tertentu di wilayah budaya tersebut, seperti biji pinang.

Penanda Diagnostik

Pemeriksaan urine, napas, atau air liur dapat mengidentifikasi secara tepat zat yang umum digunakan tetapi dijual dengan nama palsu sebagai produk baru. Namun, pemeriksaan klinis rutin biasanya tidak dapat mengidentifikasi zat yang benar-benar tidak lazim atau baru, sehingga mungkin diperlukan pemeriksaan di laboratorium khusus.

Diagnosis Banding

Penggunaan Zat Lainnya atau yang Tidak Diketahui Tanpa Memenuhi Kriteria Gangguan Penggunaan Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui)

Penggunaan zat yang tidak diketahui tidak jarang ditemukan pada remaja, tetapi sebagian besar penggunaan tersebut tidak memenuhi standar diagnostik berupa dua atau lebih kriteria gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) dalam periode 12 bulan.

Gangguan Penggunaan Zat

Gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) dapat terjadi bersamaan dengan berbagai gangguan penggunaan zat yang melibatkan salah satu dari sembilan golongan zat yang telah disajikan sebelumnya dalam bab ini, dan gejala-gejala gangguan tersebut dapat serupa serta saling tumpang tindih. Untuk membedakan pola gejalanya, perlu ditanyakan gejala mana yang tetap muncul selama periode ketika sebagian zat tersebut tidak digunakan.

Intoksikasi Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui), Putus Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui), dan Gangguan Mental Akibat Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui)

Gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) dibedakan dari intoksikasi zat lainnya (atau yang tidak diketahui), putus zat lainnya (atau yang tidak diketahui), dan gangguan mental akibat zat lainnya (atau yang tidak diketahui) (misalnya, gangguan bipolar dan gangguan terkait akibat kortikosteroid) karena gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) menggambarkan pola penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) yang bermasalah, yang melibatkan gangguan pengendalian terhadap penggunaan zat, gangguan keberfungsian sosial akibat penggunaan zat, penggunaan zat yang berisiko (misalnya, penggunaan yang terus berlanjut meskipun terdapat komplikasi medis), serta gejala farmakologis (berkembangnya toleransi atau putus zat), sedangkan intoksikasi zat lainnya (atau yang tidak diketahui), putus zat lainnya (atau yang tidak diketahui), dan gangguan mental akibat zat lainnya (atau yang tidak diketahui) menggambarkan sindrom psikiatris yang terjadi dalam konteks penggunaan zat dalam jumlah besar. Intoksikasi zat lainnya (atau yang tidak diketahui), putus zat lainnya (atau yang tidak diketahui), dan gangguan mental akibat zat lainnya (atau yang tidak diketahui) dapat terjadi pada individu dengan gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui). Dalam kasus tersebut, diagnosis intoksikasi zat lainnya (atau yang tidak diketahui), putus zat lainnya (atau yang tidak diketahui), atau gangguan mental akibat zat lainnya (atau yang tidak diketahui) harus diberikan sebagai tambahan terhadap diagnosis gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui), yang keberadaannya ditunjukkan dalam kode diagnostik.

Komorbiditas

Gangguan penggunaan zat, termasuk gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui), umumnya terjadi sebagai komorbiditas satu sama lain, serta dengan gangguan perilaku pada masa remaja dan gangguan kepribadian antisosial.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Pilih Layanan Lihat Semua Alat Tes Hubungi Kami
Hubungi Kami