Other (or Unknown) Substance Intoxication
Berkembangnya sindrom khas zat yang bersifat reversibel dan disebabkan oleh konsumsi (atau paparan terhadap) suatu zat yang baru terjadi, yang tidak tercantum dalam kategori lainnya atau tidak diketahui.
Perubahan perilaku atau psikologis yang bermasalah dan bermakna secara klinis, yang disebabkan oleh efek zat terhadap sistem saraf pusat (misalnya, gangguan koordinasi motorik, agitasi atau retardasi psikomotor, euforia, kecemasan, perilaku bermusuhan, labilitas suasana hati, gangguan kognitif, gangguan penilaian, dan penarikan diri dari lingkungan sosial), serta berkembang selama atau segera setelah penggunaan zat tersebut.
Tanda atau gejala tersebut tidak disebabkan oleh kondisi medis lainnya dan tidak dapat dijelaskan secara lebih baik oleh gangguan mental lainnya, termasuk intoksikasi akibat zat lain.
Tentukan Jika:
Dengan Gangguan Persepsi: Penanda ini dapat digunakan ketika halusinasi dengan kemampuan pengujian realitas yang tetap utuh atau ilusi auditorik, visual, maupun taktil muncul tanpa disertai delirium.
Catatan Pengodean: Kode ICD-10-CM bergantung pada ada atau tidaknya gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sebagai komorbiditas yang melibatkan zat yang sama, serta ada atau tidaknya gangguan persepsi.
- Untuk Intoksikasi Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui) Tanpa Gangguan Persepsi: Apabila terdapat gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) ringan sebagai komorbiditas, kode ICD-10-CM adalah F19.120, sedangkan apabila terdapat gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sedang atau berat sebagai komorbiditas, kode ICD-10-CM adalah F19.220. Apabila tidak terdapat gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sebagai komorbiditas, kode ICD-10-CM adalah F19.920.
- Untuk Intoksikasi Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui) dengan Gangguan Persepsi: Apabila terdapat gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) ringan sebagai komorbiditas, kode ICD-10-CM adalah F19.122, sedangkan apabila terdapat gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sedang atau berat sebagai komorbiditas, kode ICD-10-CM adalah F19.222. Apabila tidak terdapat gangguan penggunaan zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sebagai komorbiditas, kode ICD-10-CM adalah F19.922.
Catatan: Untuk informasi mengenai Faktor Risiko dan Prognostik, Isu Diagnostik Terkait Budaya, dan Penanda Diagnostik, lihat bagian yang berkaitan dalam Gangguan Penggunaan Zat Lainnya (atau yang Tidak Diketahui).
Karakteristik utama intoksikasi zat lainnya (atau yang tidak diketahui) adalah adanya perubahan perilaku atau psikologis yang bermakna secara klinis, yang berkembang selama atau segera setelah penggunaan salah satu dari berikut: a) zat yang tidak termasuk dalam salah satu dari sembilan golongan zat yang disajikan dalam bab ini (yaitu, alkohol; kafein; ganja; fensiklidin dan halusinogen lainnya; inhalansia; opioid; sedatif, hipnotik, atau ansiolitik; stimulan; atau tembakau), atau b) zat yang tidak diketahui. Apabila zat yang digunakan diketahui, zat tersebut harus dicantumkan dalam nama gangguan ketika dilakukan pengodean (misalnya, “intoksikasi kava”).
Penerapan kriteria diagnostik untuk intoksikasi zat lainnya (atau yang tidak diketahui) sangat menantang. Kriteria A mensyaratkan berkembangnya “sindrom khas zat” yang bersifat reversibel, tetapi apabila zat tersebut tidak diketahui, sindromnya biasanya juga tidak diketahui. Untuk mengatasi permasalahan ini, klinisi dapat menanyakan kepada individu atau memperoleh riwayat tambahan dari sumber lain mengenai apakah individu pernah mengalami episode serupa setelah menggunakan zat dengan nama yang sama di kalangan pengguna atau berasal dari sumber yang sama. Demikian pula, instalasi gawat darurat rumah sakit terkadang menemukan banyak kasus sindrom intoksikasi berat yang tidak dikenal dalam beberapa hari akibat zat yang baru tersedia dan sebelumnya tidak diketahui. Karena sangat beragamnya zat yang dapat menyebabkan intoksikasi, Kriteria B hanya dapat memberikan contoh umum mengenai tanda dan gejala dari beberapa jenis intoksikasi, tanpa menetapkan ambang batas jumlah gejala yang diperlukan untuk diagnosis; penilaian klinis menjadi dasar dalam pengambilan keputusan tersebut. Kriteria C mensyaratkan penyingkiran kemungkinan kondisi medis lainnya, gangguan mental, atau intoksikasi lainnya.
Prevalensi intoksikasi zat lainnya (atau yang tidak diketahui) belum diketahui.
Intoksikasi biasanya muncul dan kemudian mencapai puncaknya dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah penggunaan zat, tetapi onset dan perjalanan kondisinya bervariasi bergantung pada jenis zat dan cara pemberiannya. Secara umum, zat yang digunakan melalui inhalasi paru-paru dan suntikan intravena memiliki onset kerja paling cepat, sedangkan zat yang dikonsumsi melalui mulut dan memerlukan proses metabolisme untuk menghasilkan senyawa aktif memiliki onset yang jauh lebih lambat. (Sebagai contoh, setelah mengonsumsi jenis jamur tertentu, tanda-tanda pertama intoksikasi yang pada akhirnya dapat berakibat fatal mungkin baru muncul setelah beberapa hari.) Efek intoksikasi biasanya menghilang dalam beberapa jam hingga beberapa hari. Namun, tubuh dapat sepenuhnya mengeliminasi gas anestesi seperti dinitrogen oksida hanya dalam beberapa menit setelah penggunaan dihentikan. Sebaliknya, beberapa zat penyebab intoksikasi yang bersifat “hit-and-run” dapat meracuni sistem tubuh dan meninggalkan gangguan permanen. Sebagai contoh, MPTP (1-metil-4-fenil-1,2,3,6-tetrahidropiridina), yaitu produk sampingan yang menjadi kontaminan dalam sintesis opioid tertentu, membunuh sel-sel dopaminergik dan menyebabkan parkinsonisme permanen pada individu yang sebelumnya berusaha mencapai intoksikasi opioid.
Gangguan keberfungsian akibat intoksikasi oleh zat apa pun dapat menimbulkan konsekuensi serius, termasuk gangguan keberfungsian di tempat kerja, perilaku sosial yang tidak pantas, masalah dalam hubungan interpersonal, kegagalan memenuhi kewajiban peran, kecelakaan lalu lintas, perkelahian, perilaku berisiko tinggi (yaitu, melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan), serta overdosis zat atau obat. Pola konsekuensi tersebut akan bervariasi bergantung pada jenis zat tertentu.
Individu menggunakan satu atau lebih zat lainnya atau zat yang tidak diketahui, tetapi dosisnya tidak mencukupi untuk menimbulkan gejala yang memenuhi kriteria diagnostik yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis.
Zat-zat yang telah dikenal dapat dijual di pasar gelap sebagai produk baru, dan individu dapat mengalami intoksikasi akibat zat-zat tersebut. Riwayat penggunaan, pemeriksaan skrining toksikologi, atau pengujian kimia terhadap zat itu sendiri dapat membantu mengidentifikasinya. Intoksikasi zat lainnya dibedakan dari gangguan mental lainnya akibat zat/obat (misalnya, gangguan kecemasan akibat kortikosteroid) karena gejala-gejala (misalnya, kecemasan) pada gangguan tersebut melebihi gejala yang biasanya berkaitan dengan intoksikasi akibat zat tertentu, apabila gejala khasnya diketahui, mendominasi gambaran klinis, dan cukup berat sehingga memerlukan perhatian klinis.
Berbagai kondisi neurologis dan kondisi medis lainnya dapat menyebabkan munculnya tanda dan gejala secara cepat yang menyerupai intoksikasi, termasuk contoh-contoh yang tercantum dalam Kriteria B. Secara paradoks, kemungkinan putus zat akibat obat juga harus disingkirkan; sebagai contoh, letargi dapat menunjukkan putus zat akibat suatu obat atau intoksikasi akibat zat lainnya.
Seperti halnya seluruh gangguan terkait zat, gangguan perilaku pada masa remaja, gangguan kepribadian antisosial, dan gangguan penggunaan zat lainnya cenderung terjadi bersamaan dengan intoksikasi zat lainnya (atau yang tidak diketahui).
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.