DSM 5 menjelaskan gangguan neurokognitif mayor melalui penurunan fungsi kognitif yang signifikan dan mengganggu kemandirian. Diagnosis mempertimbangkan enam domain kognitif serta penyebab yang mendasarinya.
DSM 5 membedakan amnesia disosiatif dan gangguan identitas disosiatif berdasarkan karakteristik kehilangan ingatan, gangguan identitas, serta dampaknya terhadap fungsi psikologis individu.
DSM 5 mengelompokkan gangguan disosiatif berdasarkan gangguan integrasi kesadaran, ingatan, identitas, dan persepsi. Kenali jenis gangguan disosiatif, karakteristik, serta kriteria diagnosisnya.
DSM 5 menjelaskan gangguan kecemasan penyakit melalui kekhawatiran berlebihan terhadap penyakit serius, kecemasan kesehatan yang tinggi, perilaku pemeriksaan atau penghindaran, serta durasi minimal enam bulan.
DSM 5 menjelaskan gangguan gejala somatik berdasarkan keluhan fisik yang mengganggu, pikiran dan kecemasan berlebihan terkait kesehatan, serta perilaku yang menetap dan memengaruhi fungsi individu.
DSM 5 mengelompokkan gangguan tidur bangun berdasarkan karakteristik tidur, durasi, dan dampaknya terhadap fungsi individu. Kenali insomnia, hipersomnolensi, narkolepsi, parasomnia, dan gangguan ritme sirkadian.
DSM 5 menjelaskan gangguan insomnia berdasarkan kesulitan memulai atau mempertahankan tidur, frekuensi minimal tiga malam seminggu, durasi tiga bulan, serta dampaknya terhadap fungsi sehari-hari.
DSM 5 membedakan bulimia nervosa dan binge eating disorder berdasarkan perilaku kompensasi, hubungan dengan citra tubuh, serta kriteria diagnostik. Keduanya melibatkan episode makan berlebihan yang disertai kehilangan kendali.
DSM 5 menjelaskan anoreksia nervosa berdasarkan pembatasan asupan energi, berat badan yang sangat rendah, ketakutan terhadap kenaikan berat badan, dan gangguan persepsi tubuh.
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.