DSM 5 menjelaskan anoreksia nervosa berdasarkan pembatasan asupan energi, berat badan yang sangat rendah, ketakutan terhadap kenaikan berat badan, dan gangguan persepsi tubuh.
DSM 5 menjelaskan gangguan kepribadian borderline melalui sembilan kriteria yang mencakup ketidakstabilan emosi, hubungan interpersonal, identitas diri, dan impulsivitas. Diagnosis memerlukan pemeriksaan klinis menyeluruh.
DSM 5 mengelompokkan sepuluh gangguan kepribadian ke dalam Cluster A, B, dan C berdasarkan karakteristiknya. Pahami kriteria diagnostik, perbedaan setiap kelompok, serta pendekatan dimensional.
DSM 5 membedakan OCD dan gangguan kecemasan berdasarkan karakteristik obsesi, kompulsi, kekhawatiran, dan perilaku menghindar. Keduanya memiliki kriteria diagnostik serta pendekatan penanganan yang berbeda.
DSM 5 menjelaskan gangguan obsesif kompulsif melalui obsesi, kompulsi, atau keduanya yang menimbulkan distres maupun gangguan fungsi. Diagnosis memerlukan evaluasi gejala, dampak, dan kemungkinan penyebab lainnya.
DSM 5 membedakan PTSD dan gangguan stres akut berdasarkan durasi, pola gejala, serta kriteria diagnostiknya. Gangguan stres akut berlangsung 3 hari hingga 1 bulan, sedangkan PTSD lebih dari 1 bulan.
DSM 5 menjelaskan gangguan stres pascatrauma melalui paparan peristiwa traumatis, gejala intrusi, penghindaran, perubahan kognisi dan emosi, serta peningkatan kewaspadaan yang berlangsung lebih dari satu bulan.
DSM 5 menjelaskan gejala gangguan pemusatan perhatian sebagai bagian dari ADHD. Kenali sembilan gejala kurang perhatian, perbedaan pada anak dan dewasa, serta kriteria diagnostiknya.
DSM 5 menetapkan kriteria ADHD berdasarkan gejala kurang perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas. Diagnosis mempertimbangkan usia, jumlah gejala, durasi, lingkungan, serta gangguan fungsi.
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.