Memahami Cara Mengerjakan Soal EPPS Psikotes dengan Pilihan A dan B

13 Oct 2026 Ardi Almaqassary Psikotes Kerja 4x dibaca
Memahami Cara Mengerjakan Soal EPPS Psikotes dengan Pilihan A dan B

Pernah menghadapi psikotes yang hanya menyediakan dua pilihan jawaban, tetapi keduanya terasa sama-sama menggambarkan dirimu? Kamu mungkin ingin memilih A, tetapi pernyataan B juga sesuai dengan kebiasaan sehari-hari. Situasi ini sering membuat peserta bingung ketika pertama kali mengikuti Tes EPPS.

Berbeda dari soal matematika atau logika, EPPS tidak meminta peserta menemukan satu jawaban yang benar. Pemeriksaan ini justru mengajak seseorang memilih pernyataan yang paling mencerminkan kebutuhan dan kecenderungan pribadinya. Dengan memahami cara mengerjakan soal epps psikotes, kamu dapat mengikuti pemeriksaan tanpa harus menebak jawaban yang dianggap paling baik.

Mengenal Tes EPPS dan Tujuan Pengukurannya

EPPS merupakan singkatan dari Edwards Personal Preference Schedule, yaitu instrumen kepribadian yang dikembangkan oleh Allen L. Edwards. Penyusunannya didasarkan pada teori kebutuhan psikologis Henry Murray yang menjelaskan berbagai dorongan dalam perilaku manusia. Pemeriksaan ini bertujuan menggambarkan kebutuhan psikologis yang relatif menonjol dalam diri individu.

Berbeda dari tes kemampuan kognitif, EPPS tidak digunakan untuk mengukur kecerdasan atau kemampuan berhitung. Instrumen ini berfokus pada preferensi dan kebutuhan psikologis yang dapat berkaitan dengan motivasi serta perilaku seseorang. Karena itu, respons peserta perlu mencerminkan kondisi pribadi, bukan kemampuan menemukan jawaban tertentu.

Mengapa Tes EPPS Menggunakan Pilihan A dan B?

EPPS menggunakan format forced-choice, yaitu metode yang meminta peserta memilih satu dari dua pernyataan. Kedua pernyataan biasanya menggambarkan kebutuhan psikologis yang berbeda. Peserta harus menentukan pilihan meskipun kedua pernyataan sama-sama terasa sesuai atau kurang sesuai.

Format ini dirancang untuk mengurangi kecenderungan peserta selalu memilih karakteristik yang dianggap positif. Dengan membandingkan dua pernyataan, pemeriksa dapat memperoleh informasi mengenai kebutuhan yang lebih diprioritaskan individu. Namun, metode tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan kemungkinan bias jawaban.

Apa Perbedaan Pilihan A dan B?

Huruf A dan B hanya menunjukkan posisi alternatif jawaban. Keduanya tidak memiliki nilai tetap sebagai jawaban baik atau buruk. Makna psikologisnya bergantung pada isi pernyataan yang disajikan dalam setiap pasangan.

Sebagai contoh, pilihan A dapat menggambarkan kebutuhan terhadap keteraturan, sedangkan pilihan B menunjukkan ketertarikan pada hubungan sosial. Ketika memilih salah satunya, peserta menunjukkan kecenderungan relatif dalam konteks perbandingan tersebut. Artinya, memilih A tidak otomatis menunjukkan bahwa kebutuhan pada pilihan B sama sekali tidak dimiliki.

Contoh Soal EPPS dengan Pilihan A dan B

Untuk memahami bentuk pengerjaannya, perhatikan contoh pernyataan berikut. Contoh ini dibuat khusus untuk pembelajaran dan bukan merupakan butir asli instrumen EPPS. Tujuannya adalah memperlihatkan bagaimana dua kecenderungan dibandingkan dalam satu pertanyaan.

Pilihan Contoh pernyataan
A Saya menyukai kegiatan yang memiliki jadwal dan rencana teratur.
B Saya menikmati kesempatan bertemu dan membangun hubungan dengan orang baru.

Jika kamu lebih sering merasa nyaman menjalankan aktivitas yang terencana, pilihan A mungkin lebih menggambarkan dirimu. Namun, jika menjalin hubungan baru terasa lebih penting, pilihan B mungkin lebih sesuai. Tidak ada jawaban yang otomatis dinilai lebih baik karena keduanya menggambarkan kebutuhan berbeda.

Langkah Cara Mengerjakan Soal EPPS Psikotes

1. Baca Kedua Pernyataan sampai Selesai

Jangan langsung memilih setelah membaca pernyataan A saja. Bacalah pula pernyataan B agar kamu memahami dua karakteristik yang sedang dibandingkan. Kesalahan memahami salah satu pernyataan dapat membuat respons kurang mencerminkan pilihan sebenarnya.

2. Bandingkan dengan Kebiasaan Pribadi

Setelah memahami kedua pernyataan, pikirkan mana yang lebih sesuai dengan pengalaman sehari-hari. Gunakan kebiasaan yang relatif sering muncul sebagai pertimbangan. Hindari memilih berdasarkan perilaku yang baru ingin kamu miliki di masa depan.

3. Pilih Satu Pernyataan

Dalam memahami cara mengerjakan soal epps psikotes, aturan terpenting adalah memilih satu alternatif sesuai instruksi. Format EPPS tidak meminta peserta memberikan nilai yang sama pada kedua pernyataan. Karena itu, tentukan pilihan yang relatif lebih menggambarkan dirimu.

4. Lanjutkan Sesuai Urutan Pemeriksaan

Setelah menentukan jawaban, lanjutkan ke pasangan pernyataan berikutnya. Jangan terlalu lama memikirkan bagaimana satu respons akan memengaruhi keseluruhan hasil. Ikuti ketentuan penyelenggara mengenai navigasi dan perubahan jawaban.

Bagaimana Jika Kedua Pilihan Sama-Sama Sesuai?

Situasi ini merupakan salah satu karakteristik khas tes pilihan paksa. Seseorang dapat memiliki kebutuhan terhadap keteraturan sekaligus menikmati interaksi sosial. Namun, EPPS meminta peserta menentukan kebutuhan yang relatif lebih menggambarkan dirinya pada pasangan tersebut.

Ketika merasa kedua pilihan sama-sama sesuai, bandingkan mana yang lebih sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Kamu juga dapat mempertimbangkan kegiatan mana yang lebih disukai ketika harus menentukan prioritas. Tidak perlu mencari alasan agar salah satu pilihan terlihat lebih menguntungkan.

Bagaimana Jika Kedua Pilihan Tidak Sesuai?

Tidak semua pasangan pernyataan akan terasa menggambarkan diri peserta dengan sempurna. Terkadang, kedua pilihan sama-sama kurang sesuai dengan kebiasaan pribadi. Hal ini tidak berarti peserta salah memahami tujuan pemeriksaan.

Dalam kondisi tersebut, pilih pernyataan yang relatif lebih mendekati karakteristik diri. Jangan memilih secara acak hanya karena tidak menemukan pernyataan yang benar-benar cocok. Perbandingan relatif merupakan bagian dari prinsip pengukuran EPPS.

Mengapa Kejujuran Penting dalam Tes EPPS?

Dalam seleksi kerja, peserta mungkin berusaha memilih jawaban yang dianggap paling disukai perusahaan. Misalnya, seseorang selalu memilih pernyataan yang terlihat menunjukkan kepemimpinan atau kedisiplinan. Padahal, pendekatan tersebut belum tentu menggambarkan kebutuhan psikologisnya.

EPPS dirancang untuk mengetahui preferensi, bukan menentukan apakah seseorang memiliki kepribadian baik atau buruk. Setiap kebutuhan dapat memiliki manfaat maupun tantangan bergantung pada situasi. Karena itu, respons yang jujur lebih sesuai dengan tujuan pemeriksaan.

Apa yang Diukur dari Jawaban A dan B?

EPPS mengukur 15 kebutuhan psikologis yang dikembangkan berdasarkan pendekatan Murray. Beberapa di antaranya adalah Achievement atau kebutuhan berprestasi, Order atau keteraturan, dan Autonomy atau kemandirian. Terdapat pula Affiliation yang berkaitan dengan hubungan sosial serta Dominance yang menggambarkan kebutuhan memengaruhi orang lain.

Instrumen EPPS versi klasik terdiri atas 225 pasangan pernyataan. Sebanyak 210 pasangan digunakan dalam pengukuran kebutuhan, sedangkan 15 pasangan tambahan berkaitan dengan pemeriksaan konsistensi. Hasilnya membentuk profil kebutuhan psikologis yang perlu diinterpretasikan secara keseluruhan.

Mengapa Ada Pernyataan yang Terasa Berulang?

Pada EPPS klasik, beberapa pasangan disajikan kembali untuk membantu memeriksa konsistensi pilihan. Respons pada pasangan yang diulang dapat dibandingkan untuk memperoleh informasi tambahan mengenai pola jawaban. Namun, ketidaksesuaian respons tidak otomatis membuktikan bahwa seseorang berbohong.

Konsistensi dapat dipengaruhi perhatian, pemahaman bahasa, atau kesulitan menentukan pilihan. Karena itu, hasil pemeriksaan konsistensi perlu dibaca sesuai aturan instrumen. Peserta cukup menjawab setiap pasangan secara wajar tanpa mencoba mengingat seluruh jawaban sebelumnya.

Bagaimana Hasil Tes EPPS Diinterpretasikan?

EPPS menghasilkan profil kebutuhan psikologis yang bersifat relatif atau ipsatif. Artinya, skor membantu menggambarkan kebutuhan mana yang lebih menonjol dibandingkan kebutuhan lain dalam diri peserta. Interpretasinya tidak sama dengan tes kemampuan yang menggunakan jumlah jawaban benar.

Penelitian psikometri juga menunjukkan bahwa format pilihan paksa memiliki keterbatasan dalam pengukuran dan perbandingan skor. Oleh karena itu, hasil EPPS perlu ditafsirkan menggunakan pedoman, norma yang relevan jika tersedia, serta bukti validitas instrumen. Hasilnya sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar keputusan seleksi kerja.

Mengenal Tes EPPS dalam Format Online

Saat ini, EPPS dapat diselenggarakan melalui sistem digital. Di Sehari.ID tersedia layanan Tes EPPS Online yang menggunakan format pernyataan berpasangan untuk memahami kebutuhan psikologis individu. Halaman layanannya mencantumkan 225 soal dengan estimasi durasi 45 menit.

Dalam pemeriksaan online, peserta memilih jawaban menggunakan perangkat sesuai instruksi platform. Sistem dapat membantu pencatatan respons dan pengolahan skor secara lebih praktis. Namun, peserta tetap harus membaca setiap pasangan dengan teliti agar respons sesuai dengan dirinya.

Pahami Pilihan A dan B tanpa Mencari Jawaban Ideal

Mengerjakan EPPS bukan tentang memilih huruf A atau B sebanyak mungkin. Hal yang lebih penting adalah memahami kedua pernyataan dan menentukan mana yang relatif lebih sesuai dengan kebiasaan serta kebutuhan pribadi. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat mengikuti pemeriksaan secara lebih tenang.

Bagi kamu yang ingin mempelajari lebih jauh cara mengerjakan soal epps psikotes, kunjungi layanan Tes EPPS Online di Sehari.ID. Pemeriksaan ini membantu memperoleh gambaran mengenai kebutuhan psikologis dan preferensi perilaku individu. Gunakan hasilnya sebagai informasi pendukung untuk mengenali motivasi, memahami diri, dan merencanakan pengembangan pribadi.

Tes EPPS Cara Mengerjakan Soal EPPS Psikotes Edwards Personal Preference Schedule Psikotes Kepribadian Soal EPPS Pilihan A dan B Forced Choice Tes Kepribadian Kerja Kebutuhan Psikologis Psikotes Online Tes EPPS Online
Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Hubungi Kami