Ketika mendapat jadwal psikotes menggunakan Intelligenz Struktur Test, peserta sering bertanya berapa lama waktu yang perlu disediakan. Pertanyaan ini wajar karena IST terdiri dari sejumlah bagian dengan bentuk soal berbeda. Proses pengerjaannya tidak sama seperti tes yang memberikan satu batas waktu untuk seluruh soal sekaligus.
Secara umum, waktu pengerjaan tes IST untuk sembilan subtes memiliki durasi efektif sekitar 72 menit. Namun, angka tersebut hanya menggambarkan waktu peserta mengerjakan soal dan mempelajari materi pada bagian memori. Dalam pelaksanaan sebenarnya, peserta biasanya perlu menyediakan waktu lebih panjang.
Instruksi, contoh soal, perpindahan dari satu subtes ke subtes berikutnya, serta kebutuhan administrasi membuat keseluruhan proses dapat berlangsung sekitar 90 menit. Durasi di tempat tes bahkan dapat sedikit berbeda bergantung pada prosedur pemeriksaan dan kondisi pelaksanaan.
Hal yang penting dipahami adalah setiap subtes memiliki batas waktunya sendiri. Karena itu, peserta perlu mengikuti arahan tester dan berhenti mengerjakan ketika waktu pada suatu bagian telah selesai.
IST dirancang untuk melihat struktur kemampuan intelektual melalui beberapa jenis tugas. Satu bagian dapat menggunakan materi verbal, sedangkan bagian lain menggunakan angka atau bentuk visual.
Perbedaan tersebut membuat peserta perlu menerima instruksi baru setiap kali memasuki subtes berikutnya. Cara menjawab SE, misalnya, tentu berbeda dengan cara menyelesaikan soal ZR atau WU.
Pengaturan waktu yang berbeda pada setiap bagian diperlukan agar pelaksanaan tes berlangsung dalam kondisi yang seragam.
Meskipun total waktu efektifnya sekitar 72 menit, peserta tidak diberikan waktu tersebut untuk mengerjakan seluruh tes secara bebas.
Setiap subtes memiliki batas tersendiri. Ketika sebuah bagian selesai, pengerjaan dihentikan sebelum beralih ke bagian berikutnya. Sistem ini menjadi bagian dari prosedur administrasi tes sehingga peserta perlu bekerja sesuai waktu yang tersedia pada setiap tahap.
SE merupakan bagian yang meminta peserta melengkapi kalimat berdasarkan pilihan jawaban yang tersedia. Waktu pengerjaannya sekitar 6 menit.
Subtes ini melibatkan pemahaman bahasa, pengetahuan yang telah dimiliki, serta kemampuan menentukan hubungan yang paling tepat dalam suatu kalimat.
WA juga memiliki waktu pengerjaan sekitar 6 menit. Peserta perlu menemukan hubungan atau kesamaan tertentu dari beberapa kata yang tersedia.
Meskipun sama-sama menggunakan materi verbal, pola penyelesaian WA berbeda dengan SE sehingga instruksi tetap perlu diperhatikan sejak awal.
AN memiliki batas waktu sekitar 7 menit. Dalam bagian ini, peserta diminta melihat hubungan tertentu antara kata atau konsep kemudian menemukan pasangan lain yang memiliki pola hubungan serupa.
Subtes ini membutuhkan kemampuan memahami hubungan secara logis dan fleksibel.
Pada GE, peserta diberikan waktu sekitar 8 menit. Bagian ini berhubungan dengan kemampuan menemukan konsep umum atau karakteristik yang dapat menghubungkan informasi tertentu.
Peserta perlu melakukan proses abstraksi sehingga tidak cukup hanya memahami arti kata secara terpisah.
RA memiliki batas pengerjaan sekitar 10 menit dan menjadi salah satu bagian dengan alokasi waktu yang lebih panjang.
Soal dalam RA berkaitan dengan perhitungan dan penalaran numerik. Peserta perlu memahami persoalan terlebih dahulu sebelum menentukan cara penyelesaiannya.
Di bagian tengah waktu pengerjaan tes IST terdapat ZR yang memiliki waktu sekitar 10 menit.
Peserta diminta memahami pola pada deret angka kemudian menentukan angka berikutnya. Fokusnya bukan sekadar kemampuan berhitung, tetapi kemampuan menemukan aturan atau hubungan numerik.
FA diberikan waktu sekitar 7 menit. Jika beberapa subtes sebelumnya banyak menggunakan kata dan angka, FA menggunakan bentuk visual sebagai materi utama.
Peserta perlu membayangkan bagaimana bagian-bagian tertentu dapat berhubungan atau membentuk objek yang sesuai.
WU memiliki waktu sekitar 9 menit. Subtes ini menuntut kemampuan memahami orientasi objek dan membayangkan perubahan posisi bentuk di dalam ruang.
Bagi peserta, perubahan jenis soal dari numerik menjadi visual menjadi alasan mengapa instruksi sebelum subtes dimulai perlu benar-benar diperhatikan.
Subtes ME memiliki prosedur yang sedikit berbeda. Peserta memperoleh waktu sekitar 3 menit untuk mempelajari atau menghafal materi, kemudian 6 menit untuk mengerjakan soal.
Dengan demikian, bagian ME membutuhkan total sekitar 9 menit. Konsentrasi pada tahap menghafal menjadi penting karena materi tersebut diperlukan ketika peserta memasuki tahap menjawab.
| No. | Subtes IST | Waktu |
|---|---|---|
| 1 | SE – Satzergänzung | 6 menit |
| 2 | WA – Wortauswahl | 6 menit |
| 3 | AN – Analogien | 7 menit |
| 4 | GE – Gemeinsamkeiten | 8 menit |
| 5 | RA – Rechenaufgaben | 10 menit |
| 6 | ZR – Zahlenreihen | 10 menit |
| 7 | FA – Figurenauswahl | 7 menit |
| 8 | WU – Würfelaufgaben | 9 menit |
| 9 | ME – Merkaufgaben | 3 menit menghafal + 6 menit menjawab |
| Total waktu efektif | ±72 menit |
Dari pembagian tersebut dapat terlihat bahwa durasi setiap bagian memang tidak sama. Jenis tugas menjadi salah satu alasan adanya perbedaan batas waktu.
Sebelum peserta mengerjakan setiap subtes, tester perlu menjelaskan cara pengerjaan. Contoh juga dapat diberikan agar peserta memahami bentuk tugas yang akan dihadapi.
Waktu untuk mendengarkan instruksi tersebut tidak termasuk dalam batas efektif pengerjaan soal.
Karena ada sembilan subtes, akumulasi pemberian instruksi dapat membuat keseluruhan proses bertambah beberapa belas menit.
Peserta juga membutuhkan waktu untuk berpindah dari satu bagian ke bagian lainnya. Tester perlu memastikan bahwa semua peserta telah menghentikan subtes sebelumnya sebelum memberikan instruksi berikutnya.
Dalam tes kelompok, proses ini penting agar seluruh peserta mengikuti prosedur yang sama.
Peserta tidak perlu menghitung waktu secara terus-menerus selama tes karena tester akan mengatur kapan suatu subtes dimulai dan dihentikan. Hal yang lebih penting adalah menggunakan waktu yang diberikan secara efisien.
Jika menemukan soal yang terasa sulit, hindari terlalu lama terpaku pada satu nomor. Perhatikan pula instruksi mengenai apakah peserta diperbolehkan melewati soal atau kembali ke nomor sebelumnya dalam subtes yang sama.
Selain itu, kondisi fisik juga perlu dipersiapkan. Istirahat yang cukup membantu mempertahankan perhatian sepanjang rangkaian tes yang relatif panjang.
IST memiliki beberapa perkembangan dan versi sehingga struktur maupun aturan administrasinya dapat berbeda. Karena itu, pembagian waktu di atas merujuk pada format sembilan subtes IST yang umum digunakan dalam praktik asesmen.
Tester tetap perlu menggunakan ketentuan dari manual versi instrumen yang digunakan. Bagi peserta, instruksi yang diberikan pada saat pemeriksaan menjadi acuan utama.
Informasi mengenai durasi sebaiknya digunakan untuk mempersiapkan kondisi dan waktu, bukan untuk menggantikan petunjuk resmi ketika tes berlangsung.
Secara umum, waktu pengerjaan tes IST untuk sembilan subtes membutuhkan sekitar 72 menit waktu efektif. Durasi tersebut berasal dari pembagian waktu SE 6 menit, WA 6 menit, AN 7 menit, GE 8 menit, RA 10 menit, ZR 10 menit, FA 7 menit, WU 9 menit, serta ME 3 menit menghafal dan 6 menit mengerjakan.
Dalam praktiknya, keseluruhan proses psikotes dapat berlangsung sekitar 90 menit karena terdapat instruksi, contoh soal, persiapan, dan perpindahan antar-subtes. Dengan mengetahui gambaran durasi tersebut, peserta dapat mempersiapkan kondisi fisik dan konsentrasi dengan lebih baik sebelum mengikuti IST.
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.