Tips Berpindah Kolom saat Mengerjakan Kraepelin agar Tidak Keliru

15 Oct 2026 Ardi Almaqassary Tes Koran 1x dibaca
Tips Berpindah Kolom saat Mengerjakan Kraepelin agar Tidak Keliru

Pernah membayangkan sedang serius menghitung angka, lalu tiba-tiba mendengar pemeriksa mengatakan, “Pindah!”? Dalam situasi tersebut, sebagian peserta mungkin langsung mencari kolom berikutnya, sementara yang lain masih berusaha menyelesaikan hitungan terakhir. Kebingungan kecil seperti ini ternyata bisa mengganggu kelancaran pengerjaan.

Bagi peserta yang baru mengenal psikotes, memahami cara mengerjakan kraepelin bukan hanya tentang menjumlahkan angka dengan cepat. Ada keterampilan lain yang perlu diperhatikan, yaitu berpindah kolom secara tepat ketika menerima instruksi. Jika sudah terbiasa, perpindahan dapat dilakukan dengan lebih lancar tanpa kehilangan urutan pengerjaan.

Mengapa Perpindahan Kolom Penting dalam Tes Kraepelin?

Tes Kraepelin merupakan metode pemeriksaan psikologi yang menggunakan penjumlahan angka secara berulang. Dalam format yang umum digunakan di Indonesia, peserta mengerjakan bilangan dari bawah menuju atas pada setiap kolom. Ketika waktu tertentu berakhir, pemeriksa memberikan aba-aba untuk berpindah.

Perpindahan tersebut bukan sekadar aturan administratif. Setiap kolom dapat digunakan untuk mencatat jumlah pekerjaan peserta selama interval tertentu. Oleh karena itu, ketepatan mengikuti instruksi membantu menjaga keseragaman pelaksanaan dan kualitas data pemeriksaan.

Persiapan Sebelum Aba-Aba Pindah Diberikan

Pahami Susunan dan Urutan Kolom

Sebelum tes dimulai, perhatikan bagaimana kolom angka disusun pada lembar pemeriksaan. Kenali kolom pertama, arah penjumlahan, serta urutan perpindahan yang dijelaskan pemeriksa. Pemahaman tersebut membantu peserta tidak kebingungan mencari kolom baru ketika waktu berjalan.

Jangan berasumsi bahwa setiap lembar memiliki susunan identik. Beberapa versi instrumen dapat menggunakan tata letak dan prosedur berbeda. Karena itu, contoh pengerjaan resmi harus menjadi acuan utama.

Pastikan Posisi Awal Sudah Dipahami

Pada format Kraepelin yang lazim digunakan di Indonesia, perhitungan dimulai dari dua angka terbawah. Setelah memperoleh jawaban, peserta bergerak satu posisi ke atas menggunakan angka yang berdekatan. Aturan tersebut kembali diterapkan ketika memulai kolom baru.

Tips Berpindah Kolom agar Tidak Salah Posisi

1. Dengarkan Instruksi tanpa Mengabaikan Pekerjaan

Saat mengerjakan, perhatian memang perlu diarahkan pada penjumlahan yang sedang berlangsung. Namun, peserta juga harus tetap mampu merespons aba-aba pemeriksa. Hindari terlalu terpaku pada satu pasangan hingga instruksi perpindahan terlewat.

2. Jangan Memaksakan Menyelesaikan Kolom Lama

Ketika aba-aba pindah terdengar, hentikan pengerjaan sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak perlu menyelesaikan seluruh angka yang masih tersisa dalam kolom sebelumnya. Jumlah pekerjaan yang berbeda pada setiap interval merupakan bagian dari hasil yang dapat diamati.

Sebagian peserta merasa khawatir jika masih banyak angka belum dihitung. Padahal, prosedur perpindahan didasarkan pada waktu yang ditentukan, bukan pada penyelesaian seluruh kolom. Mengikuti instruksi lebih penting daripada menambahkan jawaban setelah batas waktu.

3. Arahkan Pandangan ke Kolom yang Benar

Setelah meninggalkan kolom lama, pindahkan perhatian menuju kolom berikutnya sesuai urutan. Pastikan tidak ada kolom yang terlewati atau justru dikerjakan kembali. Kebiasaan mengenali posisi kolom membantu mengurangi kesalahan akibat perpindahan yang tergesa-gesa.

4. Mulai Kembali dari Bagian Bawah

Kesalahan yang sering terjadi adalah memulai kolom baru pada ketinggian yang sama dengan posisi terakhir sebelumnya. Padahal, pada format yang dibahas, setiap kolom dimulai kembali dari pasangan terbawah. Karena itu, arahkan pandangan ke bagian bawah sebelum melakukan penjumlahan pertama.

Misalnya, angka terbawah pada kolom baru adalah 7 dan angka tepat di atasnya adalah 8. Hasil penjumlahannya 15, sehingga jawaban yang dituliskan adalah 5. Setelah itu, lanjutkan menggunakan angka 8 bersama bilangan berikutnya.

5. Hindari Menggabungkan Angka dari Dua Kolom

Dalam mempelajari cara mengerjakan kraepelin, peserta perlu memahami bahwa setiap kolom mempunyai deretan angka tersendiri. Angka terakhir dari kolom lama tidak digunakan untuk penjumlahan pada kolom baru. Perhitungan dimulai kembali menggunakan dua bilangan yang tersedia pada kolom tersebut.

6. Kembali pada Ritme Pengerjaan yang Nyaman

Setelah berhasil berpindah, lanjutkan penjumlahan dengan tempo yang sesuai kemampuan. Jangan langsung mempercepat secara berlebihan karena merasa kehilangan waktu selama perpindahan. Kecepatan yang dipaksakan dapat meningkatkan risiko kesalahan posisi maupun perhitungan.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Berpindah Kolom

Salah Memilih Kolom Berikutnya

Ketika perhatian terpecah, peserta mungkin langsung mengerjakan kolom yang bukan urutannya. Kesalahan tersebut dapat menyebabkan satu kolom terlewat atau dikerjakan dua kali. Karena itu, penting mengikuti arah perpindahan yang ditentukan pemeriksa.

Melanjutkan Perhitungan pada Kolom Sebelumnya

Sebagian peserta masih menghitung ketika instruksi pindah sudah diberikan. Mereka mungkin merasa hanya membutuhkan beberapa detik untuk menyelesaikan pasangan terakhir. Namun, tindakan tersebut dapat mengganggu pembagian waktu yang digunakan dalam pemeriksaan.

Kehilangan Posisi Setelah Berpindah

Perpindahan yang terlalu tergesa-gesa dapat membuat peserta salah menentukan pasangan pertama. Akibatnya, penjumlahan mungkin dimulai dari bagian tengah atau menggunakan angka yang keliru. Membiasakan diri menemukan dua angka terbawah membantu mengurangi risiko tersebut.

Cara Melatih Perpindahan Kolom secara Mandiri

Gunakan Simulasi dengan Beberapa Kolom

Siapkan beberapa kolom angka yang memiliki panjang serupa untuk latihan. Gunakan pengatur waktu sederhana sebagai penanda perpindahan dari satu kolom menuju kolom lainnya. Ketika waktu berbunyi, hentikan pekerjaan sebelumnya dan mulai kembali dari bagian bawah kolom baru.

Latihan ini membantu membiasakan respons terhadap instruksi tanpa harus mengikuti durasi tes resmi. Setelah selesai, periksa apakah perpindahan dilakukan sesuai urutan. Catat kesalahan posisi agar latihan berikutnya dapat diperbaiki.

Evaluasi Ketepatan dan Kelancaran

Selain menghitung jumlah jawaban, perhatikan apakah terdapat kolom yang terlewat atau pasangan yang salah. Evaluasi tersebut membantu membedakan kesalahan penjumlahan dari kesalahan perpindahan. Keduanya membutuhkan perhatian berbeda ketika melakukan latihan.

Apakah Kesalahan Perpindahan Memengaruhi Hasil?

Dalam Tes Kraepelin, jumlah pekerjaan pada setiap kolom dapat menjadi bagian dari pencatatan produktivitas. Kesalahan perpindahan berpotensi memengaruhi ketepatan data yang diperoleh. Namun, satu kekeliruan tidak otomatis menentukan seluruh hasil pemeriksaan.

Interpretasi hasil tetap memerlukan pedoman, norma, dan pertimbangan profesional. Perubahan produktivitas juga tidak boleh langsung dianggap sebagai gambaran keseluruhan kepribadian. Karena itu, peserta sebaiknya berfokus pada ketepatan prosedur daripada mencoba membentuk grafik tertentu.

Kesimpulan

Berpindah kolom saat mengerjakan Kraepelin membutuhkan perhatian terhadap aba-aba, posisi awal, dan urutan pengerjaan. Peserta perlu segera mengikuti instruksi, meninggalkan kolom sebelumnya, serta memulai kembali dari bagian bawah kolom baru. Kebiasaan tersebut membantu mengurangi kesalahan teknis selama psikotes.

Bagi pemula, latihan perpindahan kolom dapat dilakukan menggunakan simulasi sederhana dengan batas waktu. Fokuslah pada ketepatan sebelum meningkatkan kecepatan secara bertahap. Untuk membiasakan mekanisme penjumlahan berulang, kamu dapat mempelajari cara mengerjakan kraepelin melalui latihan online sebelum mengikuti psikotes resmi.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Hubungi Kami