Setiap tahun ada saja jurusan yang ramai dibicarakan karena dianggap memiliki prospek besar, dekat dengan perkembangan teknologi, atau banyak diminati generasi muda. Informasi seperti ini tentu tidak salah untuk diperhatikan, tetapi popularitas sebuah bidang belum tentu membuatnya sesuai untuk semua orang. Jurusan yang sedang tren tetap memiliki tuntutan akademik dan aktivitas belajar yang perlu dijalani selama beberapa tahun.
Mengikuti tes untuk pilih jurusan kuliah dapat membantu calon mahasiswa berhenti sejenak dari berbagai opini di sekitarnya dan melihat kembali pola dirinya. Tes dapat memberikan informasi mengenai aktivitas yang menarik serta kecenderungan minat yang mungkin lebih konsisten dibandingkan ketertarikan sesaat terhadap jurusan yang sedang populer. Dengan begitu, tren tetap boleh menjadi sumber informasi, tetapi bukan satu-satunya kompas dalam menentukan pendidikan.
Popularitas sering membuat sebuah bidang terlihat semakin menarik. Ketika banyak konten, teman, atau pembicaraan mengenai suatu jurusan muncul, calon mahasiswa dapat merasa bahwa bidang tersebut merupakan pilihan yang paling menjanjikan. Masalahnya, citra populer belum tentu menggambarkan kehidupan mahasiswa di dalam program tersebut.
Sebelum memilih, pisahkan dua pertanyaan yang sering tercampur: “Apakah bidang ini sedang menarik perhatian?” dan “Apakah saya tertarik pada aktivitas yang dilakukan di bidang ini?”. Pertanyaan kedua jauh lebih personal karena jawabannya membutuhkan pemahaman mengenai diri serta lingkungan belajar. Sebuah tren dapat memperkenalkan pilihan baru, tetapi kesesuaian tetap perlu diperiksa.
Dalam psikologi vokasional, minat dapat digunakan untuk memahami jenis aktivitas dan lingkungan yang membuat seseorang lebih tertarik untuk terlibat. Salah satu kerangka yang banyak digunakan adalah Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, and Conventional (RIASEC). Model RIASEC juga menjadi dasar Occupational Information Network (O*NET) Interest Profiler, yaitu inventori minat yang dirancang untuk membantu perencanaan pendidikan, eksplorasi karier, dan bimbingan karier.
Realistic berkaitan dengan aktivitas praktis dan teknis, Investigative dengan analisis serta pemecahan masalah, sementara Artistic lebih dekat dengan kreativitas dan ekspresi. Social berkaitan dengan kegiatan membantu dan berinteraksi, Enterprising dengan memimpin serta memengaruhi, sedangkan Conventional berkaitan dengan data, prosedur, dan keteraturan. Profil seseorang dapat terdiri atas beberapa area yang sama-sama menonjol sehingga hasilnya lebih baik dibaca sebagai pola.
Sebelum mempertahankan suatu jurusan, coba tuliskan alasan mengapa program tersebut menarik. Apakah karena aktivitasnya memang sesuai dengan diri, karena peluang kariernya, karena banyak teman memilihnya, atau karena sering muncul di media sosial? Tidak ada jawaban yang otomatis salah, tetapi sumber ketertarikan perlu diketahui.
Sebuah jurusan yang awalnya diketahui karena tren tetap dapat menjadi pilihan yang tepat apabila setelah dipelajari ternyata sesuai dengan ketertarikan dan kemampuan. Sebaliknya, jurusan populer dapat dikeluarkan dari daftar apabila aktivitas utamanya ternyata tidak ingin dijalani. Dengan demikian, yang perlu dihindari bukan tren itu sendiri, melainkan keputusan yang berhenti pada tren.
Calon mahasiswa sering mengenal sebuah jurusan melalui gambaran profesinya setelah lulus. Dunia teknologi dapat terlihat menarik karena perkembangan kecerdasan buatan, bidang bisnis karena kewirausahaan, atau komunikasi karena industri kreatif dan media digital. Namun, profesi yang terlihat menarik belum tentu berarti proses pendidikannya juga sesuai.
Karena itu, periksa seperti apa aktivitas mahasiswa selama kuliah. Jurusan tertentu mungkin menuntut banyak membaca, mengolah angka, melakukan praktikum, menulis laporan, membuat desain, melakukan penelitian, atau menyelesaikan masalah teknis. Ketika prosesnya diketahui, ketertarikan dapat dinilai secara lebih realistis.
Hasil tes untuk pilih jurusan kuliah dapat dipakai sebagai pembanding ketika suatu program terasa menarik terutama karena sedang populer. Bandingkan karakter aktivitas jurusan tersebut dengan pola minat yang muncul dalam hasil asesmen. Jika banyak titik pertemuan, jurusan itu layak dipelajari lebih jauh.
Penelitian yang merangkum lebih dari 60 tahun kajian mengenai minat vokasional menunjukkan bahwa minat berkaitan dengan performa dan persistensi dalam konteks pendidikan maupun pekerjaan. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kesesuaian antara individu dan lingkungannya lebih kuat hubungannya dengan performa dibandingkan hanya melihat skor minat secara terpisah. Artinya, mengetahui apa yang sedang populer belum cukup tanpa memahami apakah lingkungan tersebut sesuai dengan pola individu.
Hasil asesmen yang menunjukkan satu minat paling tinggi tidak berarti seseorang harus mencari satu jurusan yang menjadi “pasangan” skor tersebut. Beberapa skor berikutnya dapat menjelaskan bentuk kegiatan yang sebenarnya lebih menarik. Profil secara keseluruhan memberi ruang untuk melihat kombinasi minat yang lebih personal.
Meta-analisis tahun 2024 terhadap 23 studi menemukan bahwa kesesuaian minat dengan program studi merupakan prediktor positif, meskipun relatif kecil, terhadap prestasi akademik, persistensi, dan kepuasan terhadap studi. Kajian tersebut juga menemukan bahwa pencocokan berdasarkan keseluruhan profil minat menunjukkan hubungan yang lebih besar dibandingkan cara pencocokan yang terlalu sederhana. Hasil ini mendukung penggunaan tes sebagai alat refleksi, bukan sistem penentuan jurusan otomatis.
Setelah menemukan beberapa jurusan yang menarik, buka kurikulum resmi masing-masing perguruan tinggi. Jangan hanya membaca kalimat promosi atau daftar profesi lulusan karena informasi tersebut belum menggambarkan keseluruhan pengalaman belajar. Kurikulum memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai apa yang benar-benar akan dipelajari.
Periksa beberapa unsur berikut:
mata kuliah wajib;
praktikum atau kegiatan laboratorium;
bentuk tugas dan proyek;
metode penelitian;
aktivitas lapangan;
pilihan konsentrasi;
kesempatan magang;
kompetensi yang dikembangkan.
Setelah membaca informasi tersebut, lihat apakah ketertarikan masih bertahan. Jurusan yang sebelumnya terlihat sangat menarik karena sedang populer mungkin terasa berbeda setelah aktivitas akademiknya dipahami. Sebaliknya, program yang tidak terlalu ramai dibicarakan dapat justru memiliki kegiatan yang lebih sesuai dengan diri.
Pertanyaan ini cukup sederhana, tetapi dapat membantu menguji alasan pilihan. Bayangkan jurusan tersebut tidak sedang ramai dibicarakan, tidak dipilih teman dekat, dan tidak sering muncul dalam konten media sosial. Jika aktivitasnya tetap terasa menarik, terdapat alasan yang lebih personal untuk mempertahankannya.
Namun, jangan menganggap jawaban “tidak” berarti pilihan tersebut pasti salah. Pertanyaan ini hanya merupakan alat refleksi untuk mengetahui seberapa besar faktor eksternal memengaruhi keputusan. Informasi selanjutnya tetap perlu diperoleh melalui asesmen, kurikulum, dan pengalaman.
Minat yang kuat merupakan informasi penting, tetapi program studi juga memiliki tuntutan kemampuan. Calon mahasiswa perlu melihat kemampuan verbal, numerik, analitis, spasial, atau kemampuan lain sesuai karakter bidang yang dipertimbangkan. Minat dan kemampuan memberikan informasi berbeda dan sebaiknya tidak dianggap sama.
Jika terdapat kemampuan yang belum kuat, pilihan tidak harus langsung dihapus. Calon mahasiswa dapat menilai apakah kemampuan tersebut realistis untuk dikembangkan dan apakah dirinya bersedia melakukan proses belajar yang diperlukan. Pendekatan ini lebih sehat daripada memilih jurusan hanya karena terasa menarik atau menolaknya hanya karena terlihat menantang.
Setelah melakukan eksplorasi, buat tiga sampai lima pilihan yang memiliki alasan paling kuat. Jangan mengurutkannya berdasarkan mana yang paling sering disebut orang lain, tetapi berdasarkan informasi yang sudah dikumpulkan. Setiap jurusan sebaiknya mempunyai alasan yang dapat dijelaskan dengan bahasa sendiri.
Untuk setiap pilihan, catat:
aktivitas yang membuat jurusan tersebut menarik;
kesesuaian dengan pola minat;
kemampuan yang sudah mendukung;
kemampuan yang masih perlu dikembangkan;
bagian kurikulum yang disukai;
tantangan yang perlu dipersiapkan.
Catatan tersebut membantu membedakan ketertarikan yang berasal dari pemahaman dengan ketertarikan yang hanya berasal dari citra. Semakin konkret alasan suatu program dipertahankan, semakin kuat dasar pengambilan keputusannya. Urutan pilihan tetap boleh berubah apabila informasi baru ditemukan.
Menghindari tren bukan berarti calon mahasiswa harus menemukan minat yang tidak pernah berubah. Penelitian longitudinal menunjukkan bahwa minat vokasional memiliki kesinambungan, tetapi juga mengalami perkembangan sejak masa remaja menuju dewasa. Stabilitas minat bahkan meningkat secara nyata pada periode kuliah dan kemudian cenderung lebih stabil pada fase berikutnya.
Karena itu, hasil tes merupakan gambaran yang membantu pengambilan keputusan pada kondisi saat ini. Pengalaman di sekolah, kegiatan organisasi, proyek, kursus, dan eksplorasi bidang baru dapat memperluas minat seseorang. Pilihan pendidikan yang matang tetap memberi ruang untuk perkembangan tersebut.
Pada akhirnya, tes untuk pilih jurusan kuliah dapat membantu calon mahasiswa menempatkan tren sebagai informasi tambahan, bukan pusat keputusan. Penelitian mengenai minat vokasional menunjukkan bahwa kesesuaian individu dengan lingkungan mempunyai hubungan dengan performa dan persistensi, sedangkan studi terbaru menunjukkan bahwa keseluruhan profil minat dapat memberi informasi yang lebih baik daripada pencocokan sederhana. Oleh karena itu, hasil asesmen paling bermanfaat ketika dipadukan dengan kemampuan, kurikulum, pengalaman, dan kondisi pribadi.
Jurusan yang sedang populer belum tentu salah, sebagaimana jurusan yang kurang populer belum tentu lebih sesuai. Perbedaan terletak pada alasan mengapa calon mahasiswa memilih dan seberapa jauh ia memahami proses pendidikan yang akan dijalani. Dengan keputusan yang berbasis pemahaman diri dan informasi nyata, pilihan kuliah dapat tetap relevan meskipun tren di sekitarnya terus berubah.
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.