Tes Sehat Mental dengan WHO-5 untuk Memahami Kesejahteraan Diri

01 Nov 2026 Ardi Almaqassary Tes Mental 2x dibaca
Tes Sehat Mental dengan WHO-5 untuk Memahami Kesejahteraan Diri

Pernahkah Anda menjalani hari yang terlihat biasa saja, tetapi merasa tidak benar-benar menikmati apa pun? Pekerjaan tetap selesai, Anda masih berkomunikasi dengan orang terdekat, dan rutinitas berjalan sebagaimana mestinya. Namun, ketika mempunyai waktu untuk beristirahat, muncul pertanyaan sederhana: apakah saya benar-benar merasa baik secara mental?

Pertanyaan tersebut tidak selalu mudah dijawab karena kesehatan mental lebih luas daripada sekadar tidak mengalami stres atau gangguan psikologis. Perasaan tenang, memiliki energi, dan mampu menikmati kegiatan sehari-hari juga menjadi bagian dari kesejahteraan seseorang. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami kondisi ini adalah tes sehat mental dengan instrumen WHO-5, yang berfokus pada pengalaman kesejahteraan subjektif.

Apa Itu WHO-5 Well-Being Index?

WHO-5 Well-Being Index merupakan instrumen singkat yang digunakan untuk mengevaluasi kesejahteraan mental subjektif seseorang. Instrumen ini terdiri atas lima pernyataan positif yang menggambarkan pengalaman individu selama dua minggu terakhir. Karena jumlah pertanyaannya sedikit, WHO-5 relatif praktis digunakan dalam penelitian maupun skrining kesehatan.

Berbeda dari instrumen yang secara khusus mencari gejala depresi atau kecemasan, WHO-5 menanyakan pengalaman positif yang dirasakan seseorang. Pendekatan ini memberikan sudut pandang berbeda dalam memahami kesehatan mental. Fokusnya bukan langsung menentukan gangguan, melainkan melihat sejauh mana seseorang merasakan kesejahteraan dalam kehidupannya.

Mengapa Kesejahteraan Mental Penting untuk Diukur?

Kesehatan mental sering kali menjadi perhatian ketika seseorang mulai mengalami masalah. Padahal, tidak adanya keluhan yang berat belum tentu menunjukkan bahwa individu merasa puas, bersemangat, atau memiliki kondisi emosional yang optimal. Seseorang dapat tetap produktif meskipun merasa lelah secara psikologis.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menjelaskan bahwa kesehatan mental berkaitan dengan kesejahteraan dan kemampuan individu menjalankan kehidupannya. Hal ini menunjukkan bahwa evaluasi kesehatan mental tidak cukup hanya mengukur gejala gangguan psikologis. Aspek positif seperti energi, ketenangan, dan minat terhadap aktivitas juga perlu diperhatikan.

Lima Aspek Pengalaman yang Dievaluasi dalam WHO-5

Meskipun WHO-5 terdiri atas lima pernyataan, instrumen ini umumnya digunakan sebagai satu ukuran kesejahteraan subjektif, bukan lima subskala yang berdiri sendiri. Setiap pernyataan mewakili pengalaman positif yang berkaitan dengan kondisi mental. Berikut gambaran pengalaman yang menjadi fokus pertanyaannya.

1. Perasaan Ceria dan Suasana Hati Positif

WHO-5 mengevaluasi seberapa sering seseorang merasa ceria atau memiliki suasana hati yang baik. Pengalaman positif seperti ini dapat membantu menggambarkan kondisi kesejahteraan emosional. Namun, individu dengan kesehatan mental yang baik tetap dapat mengalami kesedihan atau kekecewaan.

Sebagai contoh, seseorang mungkin mengalami hari yang melelahkan tetapi tetap mampu menikmati kebersamaan dengan keluarga. Pengalaman tersebut berbeda dari kondisi ketika hampir tidak ada aktivitas yang terasa menyenangkan. Perbedaan frekuensi pengalaman positif inilah yang menjadi perhatian dalam pengukuran WHO-5.

2. Perasaan Tenang dan Rileks

Kemampuan merasakan ketenangan merupakan bagian dari pengalaman kesejahteraan subjektif. Individu mungkin menghadapi berbagai tuntutan, tetapi masih dapat menemukan waktu untuk merasa nyaman dan rileks. Sebaliknya, tekanan yang terus-menerus dapat membuat seseorang sulit menikmati waktu istirahat.

WHO-5 tidak secara langsung mengukur semua bentuk gangguan kecemasan. Instrumen ini lebih berfokus pada pengalaman positif berupa ketenangan dalam periode tertentu. Karena itu, rendahnya skor pada aspek ini tidak otomatis menunjukkan diagnosis gangguan kecemasan.

3. Perasaan Aktif dan Berenergi

Energi psikologis berperan dalam kemampuan seseorang menjalankan kegiatan sehari-hari. Ketika merasa bersemangat, individu mungkin lebih mudah memulai aktivitas dan mempertahankan keterlibatan dalam kegiatan yang dianggap penting. Namun, tingkat energi dapat berubah karena berbagai faktor.

Kurang tidur, aktivitas fisik yang berat, maupun kondisi medis dapat memengaruhi perasaan bertenaga. Oleh karena itu, respons pada WHO-5 perlu dipahami sebagai pengalaman subjektif, bukan pemeriksaan kondisi fisik. Informasi tambahan tetap diperlukan apabila seseorang mengalami kelelahan berkepanjangan.

4. Merasa Segar ketika Bangun Tidur

Tidur mempunyai hubungan yang erat dengan kesehatan fisik dan psikologis. Seseorang yang memperoleh istirahat berkualitas umumnya lebih berpeluang merasa segar ketika memulai hari. Namun, tidak semua individu merasakan kesegaran yang sama meskipun mempunyai durasi tidur serupa.

WHO-5 menanyakan pengalaman merasa segar dan beristirahat ketika bangun tidur. Pertanyaan ini dapat memberikan informasi mengenai salah satu pengalaman positif yang berhubungan dengan kesejahteraan. Namun, hasilnya bukan pengganti pemeriksaan medis untuk gangguan tidur.

5. Ketertarikan terhadap Aktivitas Sehari-hari

Kemampuan menemukan hal yang menarik dalam kehidupan sehari-hari merupakan pengalaman positif yang juga dievaluasi melalui WHO-5. Aktivitas sederhana seperti membaca, memasak, atau berbincang dengan teman dapat memberikan rasa keterlibatan. Pengalaman tersebut tidak harus berupa pencapaian besar.

Ketika ketertarikan terhadap aktivitas menurun, seseorang mungkin merasa kehidupannya lebih monoton atau kurang menyenangkan. Namun, perubahan tersebut dapat dipengaruhi berbagai situasi dan tidak langsung menunjukkan gangguan mental. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan apabila kehilangan minat berlangsung menetap dan mengganggu kehidupan.

Bagaimana Cara Menghitung Skor WHO-5?

WHO-5 menggunakan lima pilihan frekuensi yang diberi nilai dari 0 hingga 5 pada setiap pernyataan. Nilai 0 menunjukkan bahwa pengalaman positif tersebut tidak dirasakan sama sekali, sedangkan nilai 5 menunjukkan pengalaman tersebut dirasakan sepanjang waktu. Peserta menjawab berdasarkan keadaan yang dialaminya selama dua minggu terakhir.

Skor mentah diperoleh dengan menjumlahkan seluruh jawaban sehingga menghasilkan rentang 0 sampai 25. Untuk mendapatkan skor persentase, jumlah tersebut dikalikan empat sehingga diperoleh rentang 0 sampai 100. Semakin tinggi skor, semakin tinggi tingkat kesejahteraan subjektif yang dilaporkan.

Sebagai contoh, jika jumlah skor mentah seseorang adalah 15, skor konversinya menjadi 60 dari 100. Angka tersebut menggambarkan tingkat kesejahteraan berdasarkan respons terhadap lima pernyataan WHO-5. Namun, interpretasi tidak boleh dilepaskan dari pedoman instrumen dan konteks pemeriksaan.

Bagaimana Memahami Hasil Tes WHO-5?

Dalam penggunaan skrining, skor WHO-5 di bawah 50 pada skala 0–100 sering digunakan sebagai petunjuk perlunya evaluasi lebih lanjut terkait kemungkinan depresi. Namun, batas tersebut tidak dapat digunakan sebagai diagnosis. Ketepatan suatu ambang skor juga dapat berbeda berdasarkan populasi dan tujuan pemeriksaan.

Topp dan rekan-rekannya (2015), melalui tinjauan sistematis mengenai WHO-5, menjelaskan penggunaan instrumen ini sebagai ukuran kesejahteraan subjektif serta alat skrining dalam konteks tertentu. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa WHO-5 memiliki kegunaan praktis dalam berbagai kelompok. Meski demikian, hasilnya tetap perlu ditafsirkan dengan memperhatikan kualitas bukti dan karakteristik pengguna.

Bagi masyarakat yang ingin mengenal tes sehat mental, halaman kesehatan mental Sehari.ID dapat menjadi sumber informasi awal mengenai pemeriksaan psikologis. Sebelum menggunakan layanan, pastikan instrumen yang tersedia serta prosedur interpretasinya sesuai dengan kebutuhan. Hasil WHO-5 sebaiknya tidak digunakan untuk menetapkan diagnosis tanpa pemeriksaan profesional.

Apa Perbedaan WHO-5 dengan PHQ-9 dan DASS-21?

WHO-5 mempunyai fokus berbeda dari instrumen skrining gejala psikologis. PHQ-9 mengevaluasi gejala depresi melalui sembilan pertanyaan, sedangkan DASS-21 mengukur gejala depresi, kecemasan, dan stres melalui tiga dimensi. WHO-5 lebih menekankan frekuensi pengalaman kesejahteraan positif.

Perbedaan tersebut penting karena seseorang dapat menunjukkan gejala psikologis yang rendah tetapi tetap merasa kurang sejahtera. Sebaliknya, individu yang menghadapi kesulitan emosional masih dapat merasakan pengalaman positif dalam kehidupannya. Kedua jenis pengukuran dapat memberikan informasi yang saling melengkapi apabila digunakan untuk tujuan yang sesuai.

Kelebihan dan Keterbatasan WHO-5

Kelebihan WHO-5

Salah satu kelebihan WHO-5 adalah jumlah pertanyaannya yang singkat dan mudah dipahami. Instrumen ini juga menggunakan pernyataan positif sehingga memberikan pendekatan yang berbeda dari pemeriksaan gejala gangguan mental. Karakteristik tersebut mendukung penggunaannya dalam skrining dan pemantauan kesejahteraan.

WHO-5 juga dapat digunakan untuk melihat perubahan skor dari waktu ke waktu ketika prosedur pengukuran dilakukan secara konsisten. Misalnya, hasil pengukuran sebelum dan sesudah suatu program dapat dibandingkan untuk mengevaluasi perubahan yang dilaporkan. Namun, perubahan skor tidak otomatis membuktikan bahwa suatu intervensi menjadi penyebabnya.

Keterbatasan WHO-5

WHO-5 tidak dirancang untuk mengevaluasi seluruh dimensi kesejahteraan psikologis secara mendalam. Aspek seperti tujuan hidup, penerimaan diri, dan kualitas hubungan sosial tidak diukur sebagai dimensi terpisah. Karena itu, pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan apabila tujuan asesmen mencakup aspek tersebut.

Instrumen ini juga menggunakan laporan diri sehingga jawaban dipengaruhi oleh ingatan dan pemahaman peserta. Kondisi kesehatan fisik maupun situasi kehidupan dapat memengaruhi pengalaman yang dilaporkan. Hasilnya perlu dipertimbangkan bersama informasi lain apabila terdapat keluhan yang membutuhkan evaluasi klinis.

Kapan Sebaiknya Mengikuti Tes WHO-5?

WHO-5 dapat dipertimbangkan ketika seseorang ingin memperoleh gambaran awal mengenai kesejahteraan subjektifnya. Pemeriksaan juga dapat digunakan sebagai bagian dari pemantauan kondisi psikologis dalam penelitian atau layanan profesional. Namun, pengguna perlu memahami bahwa instrumen ini bukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh gangguan mental.

Jika seseorang mengalami suasana hati yang terus menurun, kehilangan minat berkepanjangan, atau kesulitan menjalankan aktivitas, konsultasi dengan psikolog klinis atau tenaga kesehatan terkait dapat membantu. Pemeriksaan tidak harus menunggu sampai skor menunjukkan kategori tertentu. Kebutuhan bantuan ditentukan oleh keseluruhan kondisi dan pengalaman individu.

Kesimpulan

WHO-5 merupakan instrumen singkat yang membantu mengevaluasi kesejahteraan subjektif melalui lima pengalaman positif selama dua minggu terakhir. Skornya dapat memberikan gambaran mengenai perasaan ceria, ketenangan, energi, kesegaran setelah tidur, dan ketertarikan terhadap aktivitas. Namun, pengukuran ini tidak dapat menggantikan diagnosis klinis atau menjelaskan seluruh aspek kesehatan mental.

Melalui informasi tes sehat mental, masyarakat dapat mulai mengenal pentingnya mengevaluasi kesejahteraan psikologis, bukan hanya memperhatikan gejala gangguan mental. Hasil pemeriksaan sebaiknya digunakan sebagai bahan refleksi dan pertimbangan untuk memperoleh dukungan profesional apabila diperlukan. Dengan memahami kondisi kesejahteraan secara lebih terstruktur, individu dapat mengambil langkah yang sesuai untuk menjaga kesehatan mental dan meningkatkan kualitas kehidupannya.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Hubungi Kami