Penyakit Jiwa Bipolar dan Perubahan Suasana Hati yang Menyertainya

07 Oct 2026 Ardi Almaqassary Gangguan Bipolar 2x dibaca
Penyakit Jiwa Bipolar dan Perubahan Suasana Hati yang Menyertainya

Suasana hati manusia memang tidak selalu sama setiap hari. Ada masa ketika seseorang merasa lebih bersemangat dan optimis, kemudian pada hari lain merasa sedih, lelah, atau kurang termotivasi karena tekanan kehidupan. Perubahan seperti ini merupakan bagian normal dari pengalaman manusia dan tidak otomatis menunjukkan adanya gangguan bipolar.

Pada penyakit jiwa bipolar, perubahan suasana hati memiliki karakter yang lebih kompleks karena dapat berlangsung sebagai episode yang disertai perubahan energi, aktivitas, pola tidur, cara berpikir, dan perilaku. National Institute of Mental Health (NIMH) menjelaskan bahwa individu dengan bipolar dapat mengalami episode mania, depresi, atau episode dengan kombinasi gejala dari kedua kutub tersebut. Gejalanya dapat berlangsung selama periode tertentu dan cukup intens hingga terlihat oleh orang lain serta memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Apa yang Dimaksud dengan Gangguan Bipolar?

Istilah “penyakit jiwa bipolar” sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, sedangkan istilah klinis yang lebih tepat adalah gangguan bipolar atau bipolar disorder. Gangguan ini merupakan kondisi kesehatan mental yang berkaitan dengan episode perubahan suasana hati, energi, dan tingkat aktivitas. World Health Organization (WHO) menyebut bahwa gejala mania dapat meliputi euforia atau iritabilitas, peningkatan aktivitas, pikiran yang berpacu, meningkatnya rasa percaya diri, berkurangnya kebutuhan tidur, serta perilaku impulsif.

Perubahan pada bipolar bukan hanya perpindahan sederhana dari “senang” menjadi “sedih”. Episode dapat berbeda dalam intensitas, durasi, dan dampaknya terhadap fungsi seseorang. Karena itu, diagnosis tidak dapat dibuat hanya karena seseorang terlihat mudah berubah suasana hati.

1. Seperti Apa Perubahan Mood pada Episode Mania?

Episode mania dapat ditandai oleh suasana hati yang sangat meningkat, ekspansif, atau justru sangat mudah tersinggung. Bersamaan dengan perubahan mood tersebut, seseorang dapat menjadi jauh lebih aktif daripada biasanya, memiliki banyak ide, berbicara dengan cepat, merasa sangat percaya diri, dan tidur lebih sedikit tanpa merasa membutuhkan banyak istirahat. Perubahan ini biasanya cukup nyata jika dibandingkan dengan pola perilaku individu sebelumnya.

Mania tidak selalu tampak seperti seseorang yang terus-menerus gembira. Sebagian individu justru dapat terlihat mudah marah, tidak sabar, atau bereaksi sangat kuat terhadap orang lain. Oleh karena itu, gambaran bahwa mania hanya berarti “terlalu bahagia” tidak cukup menggambarkan kompleksitas episode tersebut.

2. Hipomania Lebih Ringan, tetapi Tetap Penting Dikenali

Hipomania memiliki beberapa karakteristik yang mirip dengan mania, seperti peningkatan energi, aktivitas, kepercayaan diri, dan kebutuhan tidur yang menurun. Namun, tingkat keparahannya lebih rendah dan dampaknya terhadap fungsi sehari-hari berbeda dibandingkan mania. Individu bahkan dapat merasa lebih produktif dan menganggap bahwa dirinya sedang berada dalam kondisi yang sangat baik.

Justru karena dapat terasa menyenangkan, hipomania terkadang lebih sulit dikenali sebagai perubahan yang tidak biasa. Keluarga atau teman mungkin lebih cepat menyadari bahwa individu berbicara lebih banyak, lebih aktif, membuat banyak rencana, atau menunjukkan perilaku yang berbeda dari biasanya. Riwayat episode seperti ini penting terutama ketika seseorang juga pernah mengalami periode depresi.

3. Bagaimana Mood Berubah pada Episode Depresi?

Pada episode depresi, suasana hati dapat terasa sangat rendah, kosong, sedih, atau mudah tersinggung. Individu juga dapat kehilangan minat terhadap kegiatan yang biasanya disukai, mengalami penurunan energi, sulit berkonsentrasi, atau merasa lambat dalam berpikir dan bergerak. Pola tidur dan nafsu makan juga dapat berubah.

Pengalaman depresi bipolar dapat membuat tugas sehari-hari terasa jauh lebih berat. Pekerjaan, belajar, merawat diri, atau sekadar berkomunikasi dengan orang lain dapat membutuhkan usaha yang lebih besar. Namun, gejala depresi saja belum cukup untuk menentukan adanya bipolar karena depresi juga dapat muncul pada kondisi lain.

4. Perubahan Mood Bipolar Tidak Selalu Bergantian dengan Rapi

Gambaran populer mengenai penyakit jiwa bipolar sering memperlihatkan seseorang berpindah secara teratur dari mania ke depresi. Dalam kenyataannya, perjalanan gangguan ini tidak selalu sesederhana dua kutub yang muncul bergantian. Seseorang dapat mengalami periode stabil, episode dengan tingkat keparahan berbeda, ataupun gejala dari kutub yang berlawanan pada saat yang sama.

Dalam terminologi klinis modern dikenal konsep with mixed features atau “dengan fitur campuran”. Tinjauan sistematis terbaru menunjukkan bahwa fitur campuran ditemukan baik pada episode depresi bipolar maupun episode mania atau hipomania. Kondisi ini menegaskan bahwa gejala bipolar tidak selalu dapat digambarkan sebagai pembagian yang benar-benar terpisah antara “tinggi” dan “rendah”.

5. Apa yang Dimaksud dengan Fitur Campuran?

Fitur campuran berarti episode mood utama disertai sejumlah gejala dari kutub mood yang berlawanan. Seseorang yang sedang mengalami depresi, misalnya, dapat menunjukkan beberapa gejala yang biasanya berhubungan dengan mania atau hipomania. Sebaliknya, periode mania atau hipomania dapat disertai beberapa gejala depresi.

Meta-analisis yang diterbitkan pada 2026 menemukan fitur campuran pada sekitar sepertiga episode depresi bipolar serta episode mania atau hipomania yang diteliti, meskipun angkanya berbeda menurut definisi diagnostik yang digunakan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kondisi campuran bukan fenomena yang dapat diabaikan dalam gangguan bipolar. Penilaiannya tetap memerlukan tenaga profesional karena kombinasi gejala dapat menjadi kompleks.

6. Apa Bedanya dengan Mood Swing Sehari-hari?

Perubahan suasana hati biasa umumnya dapat dipahami dalam konteks tertentu. Seseorang dapat gembira setelah menerima kabar baik, kecewa setelah mengalami kegagalan, atau menjadi lebih sensitif ketika kelelahan. Respons tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan gangguan kesehatan mental.

Pada bipolar, profesional tidak hanya memperhatikan apakah mood berubah, tetapi juga pola episode, lamanya perubahan, intensitas gejala, perubahan energi dan aktivitas, pola tidur, serta dampaknya terhadap kehidupan. NIMH mencatat bahwa selama episode bipolar, gejala dapat berlangsung sebagian besar hari dan cukup jelas hingga orang lain melihat perubahan perilaku serta tingkat aktivitas. Inilah sebabnya istilah bipolar tidak tepat digunakan hanya untuk menggambarkan orang yang mood-nya berubah cepat.

Lihat Perubahan dari Kondisi Normal Individu

Setiap orang memiliki gaya emosi yang berbeda. Ada orang yang secara alami ekspresif dan sangat aktif, sementara orang lain lebih tenang dan tidak banyak berbicara. Oleh karena itu, perubahan yang bermakna perlu dibandingkan dengan kondisi dasar orang tersebut, bukan dengan standar kepribadian orang lain.

7. Perubahan Mood Dapat Memengaruhi Pengambilan Keputusan

Saat mania, peningkatan kepercayaan diri dan impulsivitas dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan. WHO mencantumkan perilaku impulsif atau berisiko sebagai salah satu gejala yang dapat muncul bersama peningkatan aktivitas dan energi. Akibatnya, keputusan mengenai keuangan, pekerjaan, relasi, atau aktivitas menyenangkan dapat dibuat dengan pertimbangan yang berbeda dari kondisi biasanya.

Pada episode depresi, masalah yang berbeda dapat muncul. Konsentrasi dan kemampuan mengambil keputusan dapat menurun, sementara pandangan terhadap diri dan masa depan dapat menjadi sangat negatif. Karena itulah perubahan mood pada bipolar dapat memengaruhi lebih dari sekadar perasaan.

8. Periode Stabil Juga Merupakan Bagian dari Bipolar

Orang dengan bipolar tidak terus-menerus berada dalam mania atau depresi. Di antara episode, suasana hati dapat kembali ke kondisi yang lebih stabil dan individu dapat menjalankan berbagai aktivitas sebagaimana biasanya. Hal ini penting dipahami agar diagnosis bipolar tidak membuat orang lain menganggap seseorang selalu tidak stabil.

Walaupun demikian, perjalanan kondisi setiap individu berbeda. Ada orang yang mengalami episode lebih jarang, sementara yang lain membutuhkan pengelolaan jangka panjang untuk mengurangi kekambuhan. NIMH menyatakan bahwa bipolar biasanya memerlukan penanganan jangka panjang, tetapi perawatan yang tepat dapat meningkatkan fungsi dan kualitas hidup.

9. Diagnosis Tidak Bisa Berdasarkan Satu Gejala

Tidur sedikit, merasa sangat bersemangat, mudah marah, atau sedang sangat sedih bukan bukti tunggal adanya gangguan bipolar. Banyak kondisi psikologis, kondisi fisik, obat, zat tertentu, atau situasi kehidupan dapat memunculkan gejala yang terlihat serupa. Karena itu, diagnosis membutuhkan evaluasi komprehensif oleh tenaga profesional.

Evaluasi dapat mencakup pola dan riwayat episode, perubahan dari kondisi normal individu, tingkat gangguan fungsi, riwayat keluarga, penggunaan obat atau zat, serta kemungkinan kondisi medis lainnya. Informasi mengenai periode mania atau hipomania juga sangat penting ketika seseorang datang dengan keluhan utama berupa depresi. Pendekatan menyeluruh membantu mengurangi risiko menyimpulkan kondisi hanya berdasarkan satu pengalaman emosional.

10. Penanganan Dapat Membantu Mengelola Perubahan Mood

Bipolar merupakan kondisi yang dapat ditangani. WHO menyebut adanya pilihan perawatan efektif, termasuk obat-obatan, psikoedukasi, dan intervensi yang mendukung fungsi sosial, sedangkan NIMH menjelaskan bahwa terapi dapat membantu banyak orang memperoleh fungsi serta kualitas hidup yang lebih baik. Rencana penanganan perlu disesuaikan dengan keadaan masing-masing individu.

Jika perubahan mood disertai perilaku yang sangat membahayakan, kehilangan kontak dengan realitas, atau pikiran untuk menyakiti diri dan bunuh diri, bantuan profesional perlu dicari segera. Risiko bunuh diri pada orang dengan gangguan bipolar lebih tinggi sehingga tanda-tanda tersebut tidak sebaiknya diabaikan. Dalam situasi darurat, pertolongan perlu diperoleh melalui fasilitas kesehatan atau layanan kegawatdaruratan setempat.

Memahami Perubahan Mood Tanpa Memberikan Label Sembarangan

Pada akhirnya, memahami penyakit jiwa bipolar berarti melihat perubahan suasana hati sebagai bagian dari pola yang melibatkan energi, aktivitas, tidur, pikiran, perilaku, dan fungsi sehari-hari. Mania, hipomania, depresi, serta fitur campuran dapat memberikan gambaran yang berbeda pada setiap individu. Karena itu, perubahan mood saja tidak cukup untuk mendiagnosis seseorang sebagai bipolar.

Pemahaman yang tepat membantu kita menghindari kebiasaan menggunakan istilah bipolar untuk setiap perubahan emosi. Seseorang dengan gangguan bipolar juga tidak dapat direduksi menjadi diagnosis atau episode yang pernah dialaminya. Dengan evaluasi profesional, penanganan yang tepat, dan lingkungan yang tidak menstigma, perubahan mood dapat dikelola sehingga individu memiliki kesempatan mempertahankan fungsi dan kualitas hidup yang lebih baik.

Penyakit Jiwa Bipolar Gangguan Bipolar Bipolar Disorder Mania Hipomania Depresi Bipolar Mood Kesehatan Mental Fitur Campuran
Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Pilih Layanan Lihat Semua Alat Tes Hubungi Kami
Hubungi Kami