Penulisan DSM V APA dan Perbedaan Istilah DSM-5

07 Nov 2026 Ardi Almaqassary DSM 1x dibaca
Penulisan DSM V APA dan Perbedaan Istilah DSM-5

Ketika membaca buku psikologi atau artikel ilmiah, Anda mungkin menemukan istilah DSM-V, DSM-5, dan DSM-5-TR yang digunakan secara bergantian. Sekilas, ketiganya terlihat merujuk pada pedoman diagnosis gangguan mental yang sama. Namun, apakah penulisannya benar-benar setara? Memahami dsm v apa dapat membantu menjawab pertanyaan tersebut sekaligus menghindari kesalahan dalam penulisan akademik.

Perbedaan istilah ini bukan sekadar persoalan angka Romawi atau angka Arab. Setiap penamaan berkaitan dengan sejarah penerbitan, edisi, serta perkembangan klasifikasi gangguan mental. Bagi mahasiswa psikologi dan praktisi kesehatan mental, ketepatan istilah penting agar referensi yang digunakan dapat dikenali dengan jelas.

Apa Itu DSM V APA?

DSM merupakan singkatan dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, yaitu pedoman klasifikasi dan diagnosis gangguan mental yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association. Edisi kelimanya diterbitkan pada Mei 2013 dengan nama resmi DSM-5. Pedoman ini menyediakan kriteria diagnostik serta informasi klinis mengenai berbagai gangguan mental.

Istilah DSM V APA biasanya digunakan untuk merujuk pada edisi kelima pedoman tersebut. Huruf V merupakan angka Romawi yang berarti lima, mengikuti pola penamaan edisi sebelumnya. Namun, American Psychiatric Association secara resmi menggunakan istilah DSM-5, bukan DSM-V.

Mengapa Penulisan Resminya DSM-5, Bukan DSM-V?

Perubahan Penggunaan Angka Romawi

Pada edisi sebelumnya, penamaan DSM menggunakan angka Romawi, seperti DSM-III dan DSM-IV. Ketika edisi kelima diterbitkan, American Psychiatric Association mengubah format tersebut menjadi angka Arab. Hasilnya adalah penulisan DSM-5 yang digunakan dalam publikasi resmi.

Perubahan ini juga berkaitan dengan rencana pengembangan pembaruan pedoman. Penggunaan angka Arab mendukung penamaan yang lebih fleksibel dibandingkan sistem angka Romawi. Meskipun demikian, perubahan format tidak berarti DSM-V merupakan pedoman berbeda dari DSM-5.

Penggunaan Istilah dalam Literatur

Istilah DSM-V masih dapat ditemukan dalam artikel populer, materi pembelajaran, dan pencarian internet. Sebagian pengguna mempertahankan angka Romawi karena terbiasa dengan penamaan DSM-IV. Namun, penggunaan yang umum tidak selalu sama dengan penulisan resmi.

Dalam karya ilmiah, mahasiswa sebaiknya menggunakan DSM-5 ketika membahas edisi tahun 2013. Penamaan tersebut sesuai dengan identitas publikasi yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association. Ketepatan ini membantu mencegah ketidakkonsistenan dalam penulisan referensi.

Perbedaan DSM-5 dan DSM-5-TR

DSM-5 diterbitkan pada tahun 2013 sebagai edisi kelima pedoman diagnostik. Sementara itu, DSM-5-TR diterbitkan pada 18 Maret 2022 sebagai revisi teks dari edisi tersebut. Singkatan TR berasal dari Text Revision yang menunjukkan adanya pembaruan materi.

DSM-5-TR bukan edisi keenam dan tidak boleh disebut DSM-6. Publikasi ini memperbarui sejumlah uraian klinis, mengklarifikasi kriteria tertentu, dan menambahkan diagnosis gangguan duka berkepanjangan. Oleh karena itu, pembaca perlu membedakan keduanya berdasarkan tahun dan isi publikasi.

Kapan Menggunakan Istilah DSM-5-TR?

Gunakan istilah DSM-5-TR ketika informasi yang dibahas berasal dari revisi tahun 2022. Hal ini penting terutama apabila artikel menjelaskan kriteria yang mengalami perubahan atau pembaruan informasi klinis. Penulisan edisi yang tepat membantu pembaca menelusuri sumber yang digunakan.

Apabila penelitian menggunakan DSM-5 tahun 2013, nama edisi tersebut sebaiknya dipertahankan. Jangan menggantinya secara otomatis menjadi DSM-5-TR hanya karena revisi yang lebih baru tersedia. Penentuan istilah harus mengikuti sumber yang benar-benar digunakan.

Apa Arti APA dalam Penulisan DSM?

Ketika mencari dsm v apa, sebagian pembaca mungkin menganggap APA selalu merujuk pada organisasi yang sama. Padahal, terdapat dua organisasi berbeda yang menggunakan singkatan APA. Perbedaan ini penting terutama dalam penulisan karya ilmiah psikologi.

American Psychiatric Association merupakan organisasi profesi psikiatri yang menerbitkan DSM. Sementara itu, American Psychological Association merupakan organisasi profesi psikologi yang menerbitkan pedoman penulisan ilmiah APA Style. Keduanya mempunyai nama dan singkatan serupa, tetapi peran serta publikasinya berbeda.

Dengan demikian, DSM-5 diterbitkan oleh American Psychiatric Association. Adapun aturan sitasi APA Style berkaitan dengan pedoman yang dikembangkan American Psychological Association. Memahami perbedaan tersebut membantu menghindari kesalahan ketika menuliskan nama organisasi penerbit.

Cara Menulis DSM-5 dalam Karya Ilmiah

Penulisan dalam Paragraf Akademik

Ketika pertama kali memperkenalkan DSM, penulis dapat mencantumkan nama lengkap pedoman beserta singkatannya. Setelah itu, singkatan DSM-5 dapat digunakan secara konsisten. Cara ini membantu pembaca memahami istilah tanpa harus membaca penjelasan berulang.

Contohnya, penulis dapat menjelaskan bahwa DSM-5 merupakan pedoman diagnostik yang diterbitkan American Psychiatric Association pada tahun 2013. Pada bagian pembahasan berikutnya, cukup digunakan istilah DSM-5. Jika menggunakan DSM-5-TR, sebutkan identitas revisinya secara tepat.

Penulisan dalam Daftar Pustaka

Dalam APA Style edisi ketujuh, American Psychiatric Association dicantumkan sebagai penulis korporat DSM-5. Tahun penerbitan harus disesuaikan dengan edisi yang digunakan. Judul buku ditulis miring dan dilengkapi keterangan edisi.

Contoh referensi DSM-5 tahun 2013 adalah:

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.).

Sementara itu, contoh referensi DSM-5-TR tahun 2022 adalah:

American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.).

Kedua contoh tersebut menunjukkan perbedaan keterangan edisi dalam daftar pustaka. Jika sumber memiliki DOI atau informasi publikasi tambahan yang relevan, penulis perlu mengikuti ketentuan sitasi yang berlaku. Konsistensi referensi penting untuk menjaga ketertelusuran informasi.

Kesalahan Umum dalam Penulisan DSM

Kesalahan yang cukup sering ditemukan adalah menggunakan DSM-V dan DSM-5-TR seolah-olah merujuk pada publikasi yang identik. Padahal, istilah pertama merupakan penamaan tidak resmi untuk edisi kelima, sedangkan istilah kedua menunjukkan revisi tahun 2022. Penggunaan tanpa membedakan tahun dapat menyulitkan pembaca.

Kesalahan lain adalah menyebut American Psychological Association sebagai penerbit DSM. Kekeliruan ini dapat terjadi karena kedua organisasi menggunakan singkatan APA. Untuk menghindarinya, periksa identitas penerbit pada sumber asli sebelum menyusun referensi.

Selain itu, sebagian penulis menggunakan DSM-5 sebagai sebutan umum untuk seluruh pedoman diagnostik tanpa menjelaskan edisinya. Kebiasaan tersebut dapat menimbulkan ketidakjelasan jika pembahasan melibatkan perubahan kriteria. Penulis sebaiknya mencantumkan nama serta tahun edisi yang relevan.

Pentingnya Ketepatan Istilah dalam Psikologi Klinis

Penulisan nama DSM yang tepat membantu menjaga konsistensi komunikasi akademik dan profesional. Setiap edisi dapat mempunyai perbedaan informasi yang memengaruhi pembahasan diagnostik. Karena itu, identitas sumber harus dijelaskan ketika membandingkan hasil penelitian.

Dalam praktik klinis, ketepatan istilah juga membantu profesional mengetahui pedoman yang menjadi dasar pemeriksaan. Namun, penggunaan DSM tidak menggantikan wawancara, observasi, atau pertimbangan klinis. Diagnosis tetap memerlukan evaluasi menyeluruh berdasarkan kondisi individu.

Tips Memastikan Penulisan DSM Sudah Benar

Langkah pertama adalah memeriksa halaman judul dan tahun penerbitan sumber yang digunakan. Selanjutnya, pastikan nama singkatan sesuai dengan edisi tersebut. Jika membahas revisi teks tahun 2022, gunakan DSM-5-TR secara konsisten.

Mahasiswa juga sebaiknya memeriksa aturan sitasi yang diminta oleh perguruan tinggi atau jurnal tujuan. Hindari menyalin daftar pustaka dari sumber sekunder tanpa memverifikasi informasi penerbitannya. Pemeriksaan sederhana ini membantu meningkatkan ketelitian dan kualitas penulisan akademik.

Kesimpulan

DSM-V dan DSM-5 sering digunakan untuk merujuk pada pedoman diagnostik edisi kelima, tetapi penulisan resminya adalah DSM-5. Sementara itu, DSM-5-TR merupakan revisi teks yang diterbitkan pada tahun 2022. Perbedaan istilah tersebut penting untuk dipahami agar pengguna dapat mengidentifikasi sumber dan edisi secara tepat.

Bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi yang mempelajari dsm v apa, ketepatan penamaan merupakan bagian dari penggunaan referensi ilmiah yang bertanggung jawab. Penulis juga perlu membedakan American Psychiatric Association sebagai penerbit DSM dari American Psychological Association sebagai pengembang APA Style. Dengan memahami perbedaan tersebut, penulisan DSM dalam artikel, laporan, dan karya ilmiah dapat menjadi lebih jelas, konsisten, serta akurat.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Hubungi Kami