Mengukur Kondisi Dua Minggu Terakhir lewat Tes Mental Health WHO-5

02 Nov 2026 Ardi Almaqassary Mental Health Tes 2x dibaca
Mengukur Kondisi Dua Minggu Terakhir lewat Tes Mental Health WHO-5

Pernah merasa baik-baik saja hari ini, tetapi menyadari bahwa beberapa minggu terakhir sebenarnya cukup melelahkan? Kesibukan sehari-hari terkadang membuat seseorang sulit memperhatikan perubahan kondisi emosionalnya. Padahal, kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan perasaan pada satu hari, melainkan juga pengalaman psikologis yang berlangsung selama periode tertentu.

Menilai kesejahteraan mental membutuhkan pemahaman mengenai bagaimana seseorang menjalani aktivitas, merasakan emosi positif, dan menikmati kehidupannya. Salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut adalah World Health Organization-Five Well-Being Index atau WHO-5. Melalui tes mental health, individu dapat mulai mengenali kondisi psikologisnya, sementara WHO-5 secara khusus membantu mengukur kesejahteraan subjektif selama dua minggu terakhir.

Mengapa Kesehatan Mental Dinilai Berdasarkan Dua Minggu Terakhir?

Kondisi emosional seseorang dapat berubah mengikuti berbagai pengalaman kehidupan. Perasaan bahagia, sedih, tenang, maupun tertekan dapat muncul sebagai respons terhadap situasi tertentu. Oleh karena itu, menilai kesehatan mental hanya berdasarkan suasana hati sesaat belum tentu memberikan gambaran yang representatif.

Pengukuran berdasarkan dua minggu terakhir membantu individu mempertimbangkan pengalaman yang lebih luas dibandingkan hanya satu hari. Rentang waktu tersebut memungkinkan seseorang mengingat seberapa sering dirinya merasa bersemangat, tenang, dan menikmati aktivitas. Pendekatan ini juga digunakan WHO-5 untuk menggambarkan kesejahteraan psikologis dalam periode yang telah ditentukan.

Namun, periode dua minggu bukan berarti seluruh kondisi kesehatan mental seseorang dapat dijelaskan melalui satu pemeriksaan. Pengalaman psikologis juga dipengaruhi riwayat kehidupan, kesehatan fisik, serta lingkungan sosial. Hasil pengukuran perlu dipahami sebagai gambaran pada periode tertentu, bukan kondisi yang bersifat permanen.

Mengenal WHO-5 sebagai Instrumen Kesejahteraan Psikologis

WHO-5 merupakan instrumen laporan diri yang terdiri dari lima pernyataan mengenai pengalaman emosional positif. Instrumen ini digunakan untuk mengukur kesejahteraan subjektif berdasarkan pengalaman individu selama dua minggu terakhir. WHO menerbitkan dokumen resmi WHO-5 pada Oktober 2024 untuk mendukung penggunaan dan pemahaman instrumen tersebut.

Berbeda dari alat skrining yang berfokus pada gejala depresi atau kecemasan, WHO-5 mengukur pengalaman psikologis yang bersifat positif. Instrumen ini memperhatikan perasaan ceria, ketenangan, energi, kesegaran setelah tidur, serta ketertarikan terhadap kehidupan sehari-hari. Kelima indikator tersebut digunakan untuk menghasilkan satu skor kesejahteraan psikologis.

Lima Indikator yang Diukur WHO-5

1. Suasana hati positif

WHO-5 memperhatikan seberapa sering seseorang merasa ceria dan memiliki suasana hati yang baik. Pengalaman ini dapat berkaitan dengan kemampuan menikmati aktivitas dan merasakan emosi positif. Namun, kesejahteraan psikologis tidak berarti seseorang harus selalu merasa bahagia setiap waktu.

2. Perasaan tenang dan santai

Kemampuan merasakan ketenangan merupakan bagian penting dari kesejahteraan emosional. Individu yang terus mengalami ketegangan mungkin merasa kesulitan menikmati waktu istirahat. WHO-5 membantu menggambarkan seberapa sering pengalaman tenang tersebut muncul selama periode pemeriksaan.

3. Energi dalam menjalani aktivitas

Aspek berikutnya berkaitan dengan pengalaman merasa aktif dan memiliki energi. Seseorang mungkin tetap menyelesaikan tanggung jawab sehari-hari meskipun merasa kurang bersemangat. Perubahan energi perlu dipahami bersama kondisi fisik dan psikologis yang sedang dialami.

4. Kesegaran setelah bangun tidur

Tidur berperan dalam mendukung pemulihan tubuh dan fungsi psikologis. WHO-5 memperhatikan seberapa sering individu merasa segar serta cukup beristirahat setelah bangun tidur. Namun, instrumen ini tidak dirancang untuk mendiagnosis insomnia atau gangguan tidur tertentu.

5. Ketertarikan terhadap kehidupan sehari-hari

Kesejahteraan juga berkaitan dengan kemampuan menemukan hal-hal yang menarik dalam kehidupan. Individu yang menikmati kegiatan sehari-hari dapat mengalami keterlibatan psikologis yang lebih positif. Berkurangnya ketertarikan secara menetap dapat menjadi alasan untuk memperhatikan kondisi emosional lebih lanjut.

Bagaimana Cara Menghitung Skor WHO-5?

WHO-5 menggunakan enam pilihan respons dengan skor antara 0 sampai 5. Skor 0 menunjukkan bahwa pengalaman positif tidak pernah dirasakan selama periode penilaian, sedangkan skor 5 menunjukkan pengalaman tersebut berlangsung sepanjang waktu. Seluruh jawaban dijumlahkan sehingga menghasilkan skor mentah antara 0 sampai 25.

Untuk memperoleh skor dalam rentang 0 sampai 100, jumlah skor mentah dikalikan empat. Sebagai contoh, seseorang memperoleh skor mentah sebesar 17 dari lima pernyataan. Hasil akhirnya menjadi 68 setelah dikalikan empat.

Semakin tinggi skor WHO-5, semakin tinggi kesejahteraan psikologis yang dilaporkan. Sebaliknya, skor rendah menunjukkan pengalaman positif yang relatif lebih sedikit selama dua minggu terakhir. Namun, interpretasi tetap membutuhkan perhatian terhadap kondisi dan pengalaman individu.

Bagaimana Menafsirkan Hasil Tes Mental Health WHO-5?

Interpretasi WHO-5 berbeda dari instrumen yang menggunakan kategori depresi, kecemasan, atau stres. Melalui tes mental health, seseorang dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi psikologis sesuai instrumen yang digunakan. Apabila menggunakan WHO-5, hasilnya menggambarkan tingkat kesejahteraan subjektif, bukan diagnosis gangguan mental.

Apa Arti Skor WHO-5 yang Rendah?

Berdasarkan dokumen WHO, skor persentase di bawah 50 atau skor mentah di bawah 13 dapat menjadi indikator kesejahteraan psikologis yang rendah. Hasil tersebut dapat menjadi alasan untuk mempertimbangkan evaluasi lebih lanjut mengenai kemungkinan masalah kesehatan mental. Namun, skor rendah tidak otomatis menunjukkan bahwa seseorang mengalami depresi.

Penelitian Topp dan rekan-rekan (2015) melalui tinjauan sistematis menjelaskan bahwa WHO-5 memiliki bukti ilmiah yang mendukung penggunaannya dalam pengukuran kesejahteraan serta skrining awal depresi. Meski demikian, WHO-5 bukan pengganti pemeriksaan klinis. Hasilnya tetap perlu ditafsirkan berdasarkan karakteristik individu dan tujuan pengukuran.

Mengapa Hasil WHO-5 Bisa Berubah?

Kesejahteraan psikologis dapat dipengaruhi oleh perubahan kehidupan sehari-hari. Tekanan pekerjaan, kondisi kesehatan, hubungan sosial, dan kualitas istirahat dapat berkaitan dengan pengalaman emosional seseorang. Karena itu, skor WHO-5 pada satu waktu mungkin berbeda dari pemeriksaan berikutnya.

Sebagai contoh, individu yang mengalami tekanan pekerjaan berkepanjangan mungkin melaporkan energi dan ketenangan yang lebih rendah. Setelah situasinya membaik, pengalaman positif tersebut dapat meningkat. Perubahan skor perlu dipahami secara hati-hati karena tidak setiap perbedaan angka menunjukkan perubahan yang bermakna secara klinis.

Kapan WHO-5 Sebaiknya Digunakan?

WHO-5 dapat digunakan ketika seseorang ingin memahami kesejahteraan psikologisnya dalam periode tertentu. Instrumen ini juga bermanfaat untuk memantau perubahan kesejahteraan dalam penelitian maupun pelayanan kesehatan. Frekuensi pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan penggunaan dan kebutuhan individu.

Pemeriksaan lanjutan perlu dipertimbangkan apabila kesejahteraan rendah disertai kehilangan minat, perubahan suasana hati berkepanjangan, atau kesulitan menjalani aktivitas. Psikolog, psikiater, atau dokter dapat membantu mengevaluasi kemungkinan faktor psikologis maupun medis. Apabila muncul pikiran menyakiti diri atau bunuh diri, bantuan darurat harus segera dicari tanpa menunggu hasil skrining.

Cara Menggunakan WHO-5 secara Tepat

Menjawab Berdasarkan Pengalaman Sebenarnya

Pengisian WHO-5 sebaiknya dilakukan dengan mengingat pengalaman selama dua minggu terakhir. Jawaban perlu mencerminkan seberapa sering pengalaman positif benar-benar dirasakan. Respons yang jujur membantu menghasilkan informasi yang lebih sesuai dengan kondisi individu.

Memahami Hasil secara Menyeluruh

Skor WHO-5 tidak seharusnya digunakan sebagai penilaian permanen terhadap diri sendiri. Kondisi kesejahteraan dapat berubah mengikuti pengalaman dan situasi kehidupan. Hasil pemeriksaan lebih bermanfaat apabila dipadukan dengan refleksi pribadi serta konsultasi profesional ketika diperlukan.

Kesimpulan

WHO-5 merupakan instrumen singkat untuk mengukur kesejahteraan psikologis berdasarkan pengalaman selama dua minggu terakhir. Lima pernyataannya membantu menggambarkan suasana hati positif, ketenangan, energi, kesegaran setelah tidur, dan ketertarikan terhadap kehidupan. Hasil pengukuran dapat menjadi informasi awal, tetapi bukan dasar tunggal untuk menetapkan diagnosis psikologis.

Bagi Anda yang ingin mulai memahami kondisi emosional secara lebih terarah, tes mental health dapat menjadi salah satu langkah awal untuk melakukan skrining kesehatan mental. Apabila menggunakan WHO-5, pastikan hasilnya ditafsirkan sesuai pedoman pengukuran dan mempertimbangkan pengalaman pribadi. Dengan pemahaman yang tepat, pemantauan kesejahteraan psikologis dapat membantu individu mengenali kebutuhan dirinya dan menentukan dukungan yang sesuai.

Referensi Ilmiah

World Health Organization. (2024). The World Health Organization-Five Well-Being Index (WHO-5). World Health Organization.

Topp, C. W., Østergaard, S. D., Søndergaard, S., & Bech, P. (2015). The WHO-5 Well-Being Index: A systematic review of the literature. Psychotherapy and Psychosomatics, 84(3), 167–176.

OECD. (2025). OECD Guidelines on Measuring Subjective Well-being: 2025 Update. OECD Publishing.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Hubungi Kami