Rumah akhirnya tenang setelah anak-anak tidur, tetapi kepala masih sibuk memikirkan bekal sekolah, tagihan, dan pekerjaan besok. Pernah mengalami malam seperti itu? Banyak orang tua menjalani hari dengan perhatian penuh untuk keluarga, sementara kebutuhan emosionalnya sendiri tertunda. Padahal, memahami kondisi diri dapat membantu menentukan kapan harus beristirahat dan meminta bantuan. Melalui tes tingkat stres, orang tua dapat mulai melihat gejala yang muncul tanpa terburu-buru menyalahkan diri.
Mengasuh anak melibatkan lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan makan, sekolah, dan kesehatan. Ada pekerjaan yang tidak tampak, seperti mengingat jadwal, mengantisipasi masalah, serta menenangkan anak ketika emosinya meledak. Ketika semua tugas itu bertemu dengan tuntutan pekerjaan atau keterbatasan keuangan, ruang untuk memulihkan tenaga semakin sempit.
Orang tua dapat sangat menyayangi anak sekaligus merasa kewalahan menghadapi rutinitas. Dua pengalaman tersebut tidak saling bertentangan, meskipun terkadang muncul rasa bersalah ketika seseorang mengaku lelah. Mengabaikan kelelahan justru dapat membuat kebutuhan akan dukungan semakin sulit dikenali.
Penelitian Mikolajczak dan Roskam (2018) menjelaskan risiko kelelahan pengasuhan melalui keseimbangan antara tuntutan dan sumber daya yang tersedia. Ketika tuntutan berlangsung terus-menerus sementara dukungan dan kesempatan beristirahat terbatas, risiko parental burnout dapat meningkat. Temuan ini mengingatkan bahwa kesejahteraan orang tua tidak hanya ditentukan oleh seberapa kuat mereka berusaha.
Stres tidak selalu terlihat sebagai tangisan atau ledakan amarah. Ada orang tua yang tetap menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah, tetapi menjadi mudah tersinggung dan sulit tidur. Ada pula yang mulai merasa tidak menikmati kebersamaan karena pikirannya terus tertuju pada daftar tugas.
Marah sekali setelah hari yang melelahkan belum tentu menunjukkan masalah psikologis serius. Namun, ketegangan yang berulang, kesulitan rileks, dan kehabisan energi patut mendapat perhatian, terutama jika mengganggu hubungan keluarga. Keluhan fisik yang menetap juga sebaiknya diperiksakan karena penyebabnya tidak selalu berkaitan dengan stres.
Dalam penelitian Roskam, Brianda, dan Mikolajczak (2018), kelelahan pengasuhan mencakup keletihan dalam peran orang tua, kejenuhan, perasaan berubah dari diri sebelumnya, dan jarak emosional dengan anak. Kondisi ini berbeda dari stres sesaat setelah menghadapi perilaku anak yang menantang. Memahami perbedaannya membantu orang tua tidak langsung memberi label pada diri sendiri.
Saat tekanan terasa seperti bagian biasa dari kehidupan, penilaian diri sering menjadi kabur. Pertanyaan yang terstruktur dapat membantu orang tua memperhatikan pengalaman selama beberapa hari terakhir secara lebih jelas. Salah satu pilihan adalah tes tingkat stres berbasis DASS-21, yang menggambarkan gejala emosional, bukan menilai keberhasilan seseorang dalam mengasuh anak.
Depression Anxiety Stress Scales-21 atau DASS-21 terdiri atas 21 pernyataan dengan tiga kelompok pengukuran: depresi, kecemasan, dan stres. Setiap dimensi memiliki tujuh pernyataan yang dijawab berdasarkan pengalaman selama satu minggu terakhir. Skala stres berfokus pada ketegangan, kesulitan untuk rileks, dan kecenderungan mudah tersinggung.
Skor kecemasan menggambarkan gejala seperti ketakutan dan respons tubuh yang berkaitan dengan kecemasan, sedangkan skor depresi berkaitan dengan suasana hati negatif dan berkurangnya kemampuan merasakan hal menyenangkan. Ketiga skor tersebut sebaiknya dipahami secara terpisah, bukan langsung dijumlahkan menjadi satu label psikologis. DASS-21 juga tidak dirancang secara khusus untuk menentukan ada atau tidaknya parental burnout.
Hasil yang menunjukkan gejala lebih berat merupakan alasan untuk memperhatikan kondisi sehari-hari, bukan bukti bahwa seseorang adalah orang tua yang buruk. Coba ingat apakah ketegangan meningkat setelah perubahan jadwal, kurang tidur, konflik keluarga, atau tuntutan pekerjaan. Informasi tentang situasi tersebut membantu menempatkan hasil tes dalam konteks yang lebih bermakna.
Skor yang relatif rendah tidak berarti seseorang harus selalu kuat atau tidak boleh meminta bantuan. Hasil DASS-21 mencerminkan jawaban mengenai satu minggu terakhir, sehingga pengalaman emosional dapat berubah. Bila kesulitan pengasuhan tetap terasa berat, kebutuhan akan dukungan layak dibicarakan meskipun skor tidak menunjukkan peningkatan besar.
Kategori seperti ringan, sedang, atau berat hanya menggambarkan tingkat gejala menurut pedoman skor yang digunakan. Kategori tersebut bukan diagnosis, dan selisih kecil antara dua skor belum tentu menunjukkan perbedaan kondisi yang besar. Karena itu, perhatikan juga seberapa sering gejala muncul, apakah aktivitas terganggu, dan dukungan apa yang tersedia. Jika hasil terasa membingungkan, mintalah bantuan tenaga profesional yang memahami asesmen psikologis.
Membaca hasil tes sebaiknya diikuti percakapan tentang apa yang dapat diubah dalam keseharian. Mulailah dengan memilih satu situasi yang paling sering memicu ketegangan, misalnya rutinitas pagi sebelum sekolah. Daripada menuntut perubahan total, buat penyesuaian kecil yang memungkinkan dilakukan berulang kali.
Jika persiapan pagi selalu membuat keluarga tergesa-gesa, coba siapkan pakaian dan perlengkapan sejak malam. Apabila pekerjaan rumah menumpuk, bicarakan pembagian tugas yang lebih realistis dengan pasangan atau orang serumah. Orang tua tunggal pun dapat mempertimbangkan bantuan kerabat, tetangga tepercaya, atau jaringan dukungan setempat bila tersedia.
UNICEF menekankan pentingnya mengenali tanda stres dan menyediakan kesempatan untuk beristirahat dalam pengasuhan. Jeda singkat, gerak tubuh ringan, dan waktu tidur yang lebih teratur dapat menjadi titik awal pemulihan. Saat emosi terlanjur meningkat, orang tua juga dapat meminta maaf kepada anak dan menunjukkan cara memperbaiki komunikasi.
Pertimbangkan berbicara dengan psikolog atau tenaga kesehatan apabila ketegangan terus berulang dan mulai mengganggu tidur, pekerjaan, atau hubungan dengan anak. Penilaian profesional penting terutama ketika gejala kecemasan atau depresi juga terasa menonjol. Bila muncul kekhawatiran tentang keselamatan diri sendiri atau anak, segera cari pertolongan langsung dari layanan kesehatan atau orang tepercaya.
Keluarga tidak membutuhkan orang tua yang selalu sabar tanpa pernah lelah. Yang lebih penting adalah kesediaan mengenali batas kemampuan, memperbaiki respons, dan membangun dukungan ketika diperlukan. Jika akhir-akhir ini tuntutan pengasuhan terasa menyesakkan, gunakan tes tingkat stres sebagai awal refleksi. Hasilnya bukan diagnosis maupun penentu kualitas kasih sayang, melainkan informasi yang dapat membantu mengambil langkah lebih bijaksana.
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.