Ada hari ketika seseorang terasa sangat produktif dan ada pula hari ketika energi menurun sehingga ingin beristirahat lebih banyak. Perubahan seperti ini merupakan bagian normal dari kehidupan dan tidak otomatis menunjukkan adanya gangguan psikologis. Namun, pada gangguan bipolar, perubahan aktivitas dapat berlangsung jauh lebih nyata, menetap selama suatu episode, serta muncul bersama perubahan suasana hati, energi, tidur, dan perilaku.
Memahami penyakit gangguan bipolar berarti tidak hanya memperhatikan apakah seseorang sedang merasa sangat senang atau sangat sedih. National Institute of Mental Health (NIMH) menjelaskan bahwa bipolar melibatkan perubahan yang jelas pada suasana hati, energi, dan tingkat aktivitas dibandingkan kondisi individu biasanya. Perubahan tersebut dapat menjadi cukup berat hingga memengaruhi pekerjaan, pendidikan, hubungan sosial, serta kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari.
Aktivitas merupakan salah satu komponen penting dalam episode mood bipolar. Pada fase tertentu seseorang dapat menjadi jauh lebih aktif daripada biasanya, sedangkan pada fase lain aktivitasnya dapat turun dengan sangat jelas. Karena itu, perubahan aktivitas perlu diamati bersama konteks suasana hati dan energi.
NIMH menjelaskan bahwa episode mania dapat melibatkan peningkatan aktivitas yang nyata dibandingkan keadaan normal seseorang. Sebaliknya, episode depresi dapat ditandai oleh aktivitas yang sangat rendah serta kesulitan melakukan tugas sederhana. Artinya, pola aktivitas dapat menjadi bagian dari gambaran klinis, tetapi tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan diagnosis.
Saat mengalami episode mania, seseorang dapat terlihat memiliki dorongan yang sangat besar untuk melakukan berbagai kegiatan. Ia mungkin memulai banyak proyek, terus bergerak, berbicara jauh lebih banyak, membuat berbagai rencana, atau merasa mampu menyelesaikan banyak hal tanpa merasa lelah. Peningkatan aktivitas tersebut biasanya berbeda secara nyata dari kebiasaan orang tersebut sebelumnya.
Aktivitas pada mania juga dapat menjadi lebih terarah pada tujuan. Seseorang mungkin bekerja sepanjang malam, mengembangkan banyak ide bisnis sekaligus, membersihkan rumah secara berlebihan, atau terlibat dalam sejumlah kegiatan dalam waktu bersamaan. NIMH memasukkan perasaan sangat aktif, mampu melakukan banyak hal sekaligus, pikiran yang berpacu, dan berkurangnya kebutuhan tidur sebagai beberapa gejala yang dapat muncul pada mania.
Peningkatan produktivitas tidak otomatis berarti seseorang mengalami bipolar. Mahasiswa yang sedang mengejar tenggat tugas, pekerja yang sedang menyelesaikan proyek besar, atau seseorang yang sedang bersemangat memulai hobi baru dapat menunjukkan peningkatan aktivitas tanpa mengalami episode mania. Perbedaannya perlu dilihat dari pola perubahan secara keseluruhan.
Pada mania, peningkatan aktivitas biasanya terjadi bersama sejumlah perubahan lain dan tampak berbeda dari kondisi dasar individu. Perubahan dapat mencakup kebutuhan tidur yang berkurang, bicara lebih cepat, rasa percaya diri yang sangat meningkat, pikiran berpacu, mudah terdistraksi, atau keterlibatan dalam perilaku yang berisiko. Karena itu, satu gejala berupa “sangat produktif” tidak cukup untuk menyimpulkan seseorang mengalami gangguan bipolar.
Hipomania mempunyai sejumlah karakteristik yang menyerupai mania, termasuk peningkatan energi dan aktivitas. Namun, NIMH menjelaskan bahwa episode hipomania lebih ringan dan tidak menimbulkan gangguan fungsi sebesar episode mania. Bahkan, sebagian orang dapat merasa sangat baik atau lebih produktif sehingga tidak menyadari adanya perubahan yang bermakna.
Orang terdekat terkadang justru lebih dahulu menyadari bahwa pola aktivitas tersebut berbeda. Individu mungkin lebih banyak berbicara, memiliki banyak rencana, lebih aktif secara sosial, atau mengambil lebih banyak kegiatan daripada biasanya. Perubahan tersebut tetap perlu dinilai dalam konteks durasi, intensitas, fungsi sehari-hari, dan gejala lain.
Perubahan aktivitas pada bipolar tidak selalu berupa peningkatan. Dalam episode depresi, seseorang justru dapat mengalami penurunan energi dan aktivitas yang cukup besar. Aktivitas yang biasanya sederhana, seperti mandi, membalas pesan, membersihkan kamar, belajar, atau bekerja, dapat terasa membutuhkan usaha yang sangat berat.
NIMH mencatat bahwa episode depresi pada bipolar dapat melibatkan perasaan melambat atau gelisah, hilangnya minat terhadap hampir semua kegiatan, serta ketidakmampuan melakukan tugas sederhana. Kesulitan berkonsentrasi, perubahan tidur, perasaan tidak berharga, dan pikiran tentang kematian juga dapat muncul. Karena itu, penurunan aktivitas perlu dipahami sebagai bagian dari keseluruhan pola gejala, bukan dianggap sekadar malas.
Penelitian tidak hanya mengandalkan laporan subjektif mengenai aktivitas. Studi modern juga menggunakan actigraphy, yaitu pemantauan gerakan menggunakan perangkat yang dikenakan pada tubuh, untuk mempelajari pola aktivitas dan istirahat pada orang dengan bipolar. Pendekatan ini memungkinkan aktivitas diamati sepanjang hari dalam kondisi kehidupan sehari-hari.
Sebuah systematic review yang mencakup 70 penelitian menemukan bahwa gangguan bipolar berkaitan dengan perubahan pola istirahat dan aktivitas. Aktivitas harian rata-rata yang lebih rendah terutama terlihat pada episode depresi, sedangkan mania lebih berkaitan dengan pola aktivitas yang lebih berubah-ubah dalam waktu singkat. Penelitian juga menunjukkan bahwa gangguan pola aktivitas dapat tetap ditemukan pada sebagian orang ketika suasana hati sedang relatif stabil.
Saat memperhatikan penyakit gangguan bipolar, perubahan aktivitas sebaiknya tidak dipisahkan dari pola istirahat dan tidur. Mania atau hipomania dapat disertai berkurangnya kebutuhan tidur sekaligus peningkatan aktivitas, sedangkan depresi sering berkaitan dengan aktivitas yang lebih rendah dan perubahan tidur. Hubungan ini menunjukkan bahwa bipolar melibatkan perubahan yang lebih luas pada pola aktivitas selama 24 jam.
Tinjauan terhadap pemantauan digital pada gangguan bipolar juga menemukan bahwa variabilitas aktivitas dapat menjadi karakteristik yang penting untuk dipelajari. Namun, peneliti menegaskan bahwa masih terdapat keterbatasan dalam membedakan perubahan yang berkaitan dengan fase tertentu, tipe bipolar, dan karakteristik individual. Artinya, data dari jam tangan pintar atau perangkat aktivitas belum dapat menggantikan pemeriksaan klinis.
Perubahan tidak selalu terasa sebagai masalah bagi orang yang mengalaminya. Saat hipomania, misalnya, seseorang dapat merasa lebih kreatif, percaya diri, produktif, dan penuh energi. Akibatnya, peningkatan aktivitas bisa dianggap sebagai periode ketika dirinya sedang berada dalam kondisi terbaik.
Orang lain di sekitarnya mungkin melihat gambaran yang berbeda. Mereka dapat memperhatikan bahwa individu berbicara jauh lebih cepat, membuat banyak rencana yang tidak biasa, berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain, atau semakin impulsif. Informasi mengenai perubahan dari kondisi biasanya menjadi penting ketika dilakukan evaluasi profesional.
Pola aktivitas setiap orang berbeda sehingga tidak ada jumlah kegiatan tertentu yang secara otomatis menunjukkan mania atau depresi. Seseorang yang sejak awal sangat aktif tentu memiliki kondisi dasar yang berbeda dari orang dengan rutinitas lebih tenang. Yang lebih penting adalah apakah terjadi perubahan nyata dibandingkan pola individu sebelumnya.
Gangguan bipolar tidak selalu menunjukkan pola sederhana berupa “aktif saat mania” dan “pasif saat depresi”. NIMH menyebut adanya episode dengan fitur campuran, ketika gejala mania dan depresi muncul dalam periode yang sama. Kondisi seperti ini membuat pengalaman seseorang dapat terasa lebih kompleks daripada perpindahan dua kutub suasana hati secara sederhana.
Sebagai contoh, seseorang dapat mengalami suasana hati yang sangat rendah tetapi sekaligus merasa gelisah atau memiliki peningkatan aktivitas tertentu. Karena pola semacam ini lebih kompleks, penilaian berdasarkan satu perilaku menjadi semakin tidak tepat. Riwayat episode dan kombinasi gejala perlu ditelaah oleh tenaga profesional.
Mencatat pola sehari-hari dapat membantu melihat perubahan yang sulit disadari jika hanya mengandalkan ingatan. Hal yang dapat dicatat antara lain durasi tidur, tingkat aktivitas, jumlah kegiatan yang dimulai, energi, suasana hati, dan apakah aktivitas sehari-hari tetap dapat diselesaikan. Catatan tersebut bukan alat diagnosis, tetapi dapat menjadi informasi tambahan saat berkonsultasi.
Perubahan yang terjadi selama beberapa hari atau minggu akan lebih mudah terlihat ketika terdapat catatan yang konsisten. Misalnya, seseorang dapat menyadari bahwa periode tidur singkat selalu disertai peningkatan aktivitas dan perilaku yang tidak biasa. Informasi seperti ini dapat membantu profesional memahami pola gejala secara lebih komprehensif.
Peningkatan atau penurunan aktivitas perlu lebih diperhatikan apabila sangat berbeda dari kebiasaan, berlangsung secara menetap, dan diikuti perubahan mood, tidur, pikiran, atau perilaku. Gangguan terhadap pekerjaan, hubungan sosial, pendidikan, pengelolaan keuangan, atau kemampuan merawat diri juga merupakan informasi penting. Diagnosis gangguan bipolar tidak sebaiknya ditentukan melalui pengamatan satu atau dua gejala saja.
Jika perubahan aktivitas sangat ekstrem, disertai kehilangan kontak dengan realitas, perilaku yang membahayakan, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, pertolongan profesional perlu dicari segera. Gangguan bipolar merupakan kondisi yang dapat ditangani melalui terapi yang sesuai dengan kebutuhan individu. NIMH menyatakan bahwa perawatan yang tepat dapat membantu meningkatkan fungsi dan kualitas hidup.
Memahami penyakit gangguan bipolar membutuhkan perhatian terhadap pola perubahan aktivitas, bukan hanya apakah seseorang sedang terlihat sibuk atau tidak produktif. Peningkatan aktivitas pada mania atau hipomania dan penurunan aktivitas pada depresi perlu dilihat bersama perubahan mood, energi, tidur, perilaku, serta dampaknya terhadap fungsi sehari-hari. Penelitian berbasis actigraphy juga mendukung bahwa pola aktivitas dan istirahat memang dapat berbeda menurut kondisi mood, meskipun data tersebut belum dapat digunakan sendirian untuk menegakkan diagnosis.
Aktivitas manusia secara alami berubah mengikuti pekerjaan, kesehatan fisik, stres, dan berbagai situasi kehidupan. Karena itu, tidak setiap periode sangat sibuk atau sangat pasif merupakan tanda bipolar. Yang lebih bermakna adalah perubahan yang jelas dari kondisi biasanya, membentuk suatu pola, dan hadir bersama gejala lain yang cukup kuat hingga memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.