Latihan Operasi Hitung Campuran pada Tes Matematika Dasar Kerja

20 Oct 2026 Ardi Almaqassary Psikotes Kerja 2x dibaca
Latihan Operasi Hitung Campuran pada Tes Matematika Dasar Kerja

Coba bayangkan Anda sedang mengerjakan psikotes dan menemukan soal sederhana seperti 20 + 12 ÷ 4 × 2. Sekilas, perhitungannya terlihat mudah karena hanya melibatkan penjumlahan, pembagian, dan perkalian. Namun, ketika waktu pengerjaan terbatas, tidak sedikit orang langsung menghitung dari kiri ke kanan tanpa memperhatikan aturan operasi matematika.

Kesalahan semacam ini bisa terjadi meskipun seseorang sebenarnya cukup terampil dalam berhitung. Persoalannya bukan selalu pada kemampuan menghitung angka, melainkan pada cara menentukan langkah perhitungan yang benar. Oleh karena itu, memahami operasi hitung campuran menjadi salah satu persiapan yang bermanfaat sebelum menghadapi tes matematika dasar kerja, terutama pada pemeriksaan yang melibatkan penalaran numerik.

Mengapa Operasi Hitung Campuran Muncul dalam Tes Matematika Dasar Kerja?

Operasi hitung campuran merupakan perhitungan yang melibatkan lebih dari satu jenis operasi matematika dalam sebuah ekspresi. Bentuknya dapat menggabungkan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, serta tanda kurung. Untuk memperoleh hasil yang benar, peserta perlu memahami urutan pengerjaan yang berlaku.

Dalam proses seleksi karyawan, kemampuan numerik dapat menjadi salah satu aspek yang diperiksa, khususnya untuk pekerjaan yang berkaitan dengan angka dan pengolahan informasi kuantitatif. Namun, tidak semua perusahaan menggunakan soal operasi hitung campuran secara langsung. Pemilihan materi pemeriksaan bergantung pada tujuan tes dan kebutuhan jabatan.

Dari sudut pandang psikologi kognitif, pengerjaan soal matematika melibatkan perhatian, memori kerja, dan kemampuan memilih prosedur penyelesaian. Seseorang perlu mengenali operasi yang harus dilakukan terlebih dahulu sambil mempertahankan informasi angka yang sedang diproses. Ketika langkah perhitungan bertambah, kebutuhan untuk mengelola informasi tersebut juga dapat meningkat.

Memahami Aturan Dasar Operasi Hitung Campuran

Sebelum berlatih menggunakan soal yang lebih kompleks, penting untuk memahami aturan dasar urutan operasi. Kesalahan menentukan urutan dapat menghasilkan jawaban berbeda meskipun seluruh proses perkalian atau penjumlahannya dilakukan dengan benar. Aturan ini membantu memastikan suatu ekspresi matematika memiliki hasil yang konsisten.

Urutan Operasi yang Harus Dipahami

Dalam operasi hitung campuran, perhitungan di dalam tanda kurung diselesaikan terlebih dahulu. Setelah itu, kerjakan pangkat apabila ada, kemudian perkalian dan pembagian, lalu penjumlahan dan pengurangan. Perkalian dan pembagian memiliki tingkat prioritas yang sama, begitu pula penjumlahan dan pengurangan.

Ketika dua operasi memiliki tingkat prioritas yang sama, pengerjaan dilakukan dari kiri ke kanan. Misalnya, pada ekspresi 24 ÷ 4 × 3, pembagian dikerjakan terlebih dahulu karena muncul di sebelah kiri. Hasilnya adalah 6 × 3 = 18, bukan 24 ÷ 12 = 2.

Pemahaman ini penting karena sebagian peserta menganggap perkalian harus selalu dilakukan sebelum pembagian. Padahal, keduanya memiliki kedudukan setara dalam aturan operasi matematika. Kesalahan memahami prinsip tersebut dapat menyebabkan jawaban keliru pada soal yang sebenarnya sederhana.

Latihan Soal Operasi Hitung Campuran dari Mudah hingga Sulit

Setelah memahami aturannya, sekarang saatnya mencoba beberapa latihan. Soal disusun secara bertahap agar Anda dapat mengenali perubahan tingkat kesulitan dari satu operasi ke kombinasi yang lebih kompleks. Cobalah menghitung terlebih dahulu sebelum membaca pembahasannya.

Latihan Tingkat Dasar

Soal 1: 36 + 24 ÷ 6 × 2 = ...

Pada soal ini, terdapat tiga jenis operasi yang perlu diselesaikan berdasarkan urutan prioritas. Pilihan jawabannya adalah A. 20, B. 44, C. 48, dan D. 60. Tentukan jawaban yang benar tanpa langsung menjumlahkan angka dari sebelah kiri.

Jawaban: B. 44. Kerjakan pembagian terlebih dahulu sehingga 24 ÷ 6 = 4, kemudian kalikan hasilnya dengan 2 sehingga diperoleh 8. Langkah terakhir adalah menjumlahkan 36 + 8 = 44.

Soal 2: 72 − 4 × (8 + 3) = ...

Soal berikutnya menambahkan tanda kurung yang memengaruhi urutan perhitungan. Pilihan jawabannya adalah A. 28, B. 32, C. 44, dan D. 68. Perhatikan bahwa angka di dalam tanda kurung harus diselesaikan sebelum melakukan perkalian.

Jawaban: A. 28. Hitung terlebih dahulu 8 + 3 = 11, lalu kalikan dengan 4 sehingga menghasilkan 44. Setelah itu, kurangkan 72 − 44 untuk memperoleh hasil akhir 28.

Kedua latihan tersebut menunjukkan bahwa operasi hitung campuran tidak selalu membutuhkan rumus panjang. Ketepatan justru sangat bergantung pada kemampuan mengikuti aturan yang telah ditentukan. Kesalahan kecil dalam urutan operasi dapat mengubah jawaban secara keseluruhan.

Latihan Tingkat Menengah dan Lanjutan

Soal 3: 120 ÷ [3 × (2 + 3)] + 7 = ...

Pada latihan ini, terdapat dua tanda kurung yang harus diperhatikan secara berurutan. Pilihan jawabannya adalah A. 12, B. 15, C. 17, dan D. 27. Kerjakan bagian terdalam sebelum melanjutkan ke operasi di luar tanda kurung.

Jawaban: B. 15. Perhitungan dimulai dari 2 + 3 = 5, kemudian 3 × 5 = 15. Setelah itu, 120 ÷ 15 = 8 dan 8 + 7 menghasilkan 15.

Soal 4: 15% × 240 + 36 ÷ 3 = ...

Soal ini menggabungkan persentase dengan operasi pembagian dan penjumlahan. Pilihan jawabannya adalah A. 42, B. 46, C. 48, dan D. 60. Anda perlu memahami bahwa 15 persen dapat ditulis sebagai 0,15 atau 15/100.

Jawaban: C. 48. Hitung 15% × 240 = 36 dan 36 ÷ 3 = 12. Selanjutnya, jumlahkan kedua hasil tersebut sehingga 36 + 12 = 48.

Soal 5: 180 − (45 ÷ 5 + 6 × 8) = ...

Soal ini membutuhkan beberapa langkah perhitungan di dalam tanda kurung. Pilihan jawabannya adalah A. 123, B. 127, C. 132, dan D. 147. Jangan langsung melakukan pengurangan sebelum menyelesaikan bagian yang berada di dalam kurung.

Jawaban: A. 123. Hasil 45 ÷ 5 adalah 9, sedangkan 6 × 8 menghasilkan 48. Jumlah keduanya adalah 57, sehingga 180 − 57 = 123.

Soal 6: 250 − 2 × (36 + 14) ÷ 5 = ...

Latihan terakhir menguji ketelitian ketika beberapa operasi harus dilakukan secara berurutan. Pilihan jawabannya adalah A. 200, B. 220, C. 230, dan D. 240. Pastikan perkalian dan pembagian diselesaikan sebelum pengurangan.

Jawaban: C. 230. Perhitungan di dalam tanda kurung menghasilkan 36 + 14 = 50, kemudian 2 × 50 ÷ 5 = 20. Dengan demikian, hasil akhirnya adalah 250 − 20 = 230.

Mengapa Kesalahan Masih Terjadi Meskipun Sudah Memahami Aturan?

Memahami aturan matematika tidak selalu membuat seseorang bebas dari kesalahan ketika mengikuti pemeriksaan. Tekanan waktu, perhatian yang terbagi, dan kebiasaan menghitung terlalu cepat dapat memengaruhi ketepatan pengerjaan. Karena itu, kemampuan matematika juga perlu didukung strategi kerja yang sistematis.

Salah satu kesalahan yang sering muncul adalah melewatkan angka atau tanda operasi ketika membaca soal. Misalnya, peserta mungkin menganggap 40 − 8 × 3 sebagai (40 − 8) × 3. Padahal, tanda kurung yang tidak tertulis tidak boleh ditambahkan begitu saja karena akan mengubah hasil perhitungan.

Kesalahan lainnya terjadi ketika peserta terlalu mengandalkan perhitungan mental. Menghitung di dalam pikiran memang dapat menghemat waktu untuk beberapa persoalan sederhana. Namun, ketika terdapat banyak langkah, mencatat hasil sementara dapat membantu mengurangi beban memori kerja apabila aturan pemeriksaan mengizinkannya.

Dalam menghadapi tes matematika dasar kerja, peserta juga perlu memahami keseimbangan antara kecepatan dan ketepatan. Konsep speed-accuracy trade-off menjelaskan bahwa respons yang dilakukan semakin cepat dapat meningkatkan risiko kesalahan dalam kondisi tertentu. Oleh sebab itu, strategi yang baik bukan sekadar menghitung secepat mungkin, tetapi menggunakan waktu secara efisien tanpa mengabaikan aturan matematika.

Cara Melatih Operasi Hitung Campuran agar Lebih Akurat

Latihan yang efektif sebaiknya tidak hanya berfokus pada banyaknya soal yang berhasil dikerjakan. Anda juga perlu memperhatikan proses penyelesaian dan mengenali jenis kesalahan yang masih berulang. Dengan demikian, setiap sesi latihan memberikan informasi mengenai kemampuan yang sudah berkembang.

Mulailah dengan soal yang melibatkan dua jenis operasi, kemudian tingkatkan secara bertahap menjadi tiga atau empat operasi. Setelah terbiasa, gunakan soal dengan tanda kurung, persentase, pecahan, atau desimal. Peningkatan kesulitan secara bertahap membantu Anda memahami hubungan antaroperasi sebelum menghadapi persoalan yang lebih kompleks.

Ketika menemukan jawaban salah, jangan langsung menghafal hasil akhirnya. Periksa apakah kekeliruan terjadi pada urutan operasi, penghitungan angka, atau pemahaman pertanyaan. Langkah ini membantu membedakan kekurangan konsep dari kesalahan ketelitian.

Anda juga dapat menggunakan estimasi untuk memeriksa kewajaran jawaban. Misalnya, apabila hasil pengurangan menghasilkan angka yang justru lebih besar daripada bilangan awal dalam ekspresi dengan pengurang positif, perhitungannya perlu diperiksa kembali. Pemeriksaan kewajaran sederhana dapat membantu mendeteksi kesalahan sebelum jawaban dikumpulkan.

Membiasakan Latihan dengan Batas Waktu

Setelah ketepatan mulai berkembang, cobalah mengerjakan beberapa soal menggunakan waktu yang terukur. Tujuannya adalah membiasakan diri mengambil keputusan tanpa tergesa-gesa. Batas waktu dapat disesuaikan dengan jumlah dan tingkat kesulitan soal yang sedang dilatih.

Dalam psikologi pembelajaran, latihan yang tersebar dalam beberapa sesi dikenal sebagai distributed practice. Pendekatan ini dapat membantu mempertahankan pembelajaran dibandingkan mengumpulkan seluruh latihan dalam satu sesi panjang. Karena itu, latihan singkat secara konsisten dapat menjadi pilihan yang lebih realistis daripada belajar berlebihan sehari sebelum psikotes.

Mempersiapkan Kemampuan Numerik untuk Seleksi Kerja

Operasi hitung campuran merupakan salah satu keterampilan dasar yang mendukung pemahaman matematika lebih lanjut. Kemampuan mengikuti urutan operasi dapat digunakan ketika menyelesaikan persoalan persentase, perbandingan, dan perhitungan kuantitatif lainnya. Namun, menguasai operasi hitung campuran saja belum berarti seseorang telah menguasai seluruh kemampuan numerik yang mungkin diperiksa dalam seleksi.

Perusahaan dapat menggunakan berbagai bentuk tes sesuai kebutuhan pekerjaan, mulai dari penalaran numerik hingga pemeriksaan keterampilan teknis. Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan dengan memahami karakteristik jabatan dan jenis kemampuan yang mungkin dinilai. Latihan matematika dapat menjadi bagian dari persiapan tersebut, bukan satu-satunya penentu keberhasilan.

Pada akhirnya, ketepatan berhitung tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat seseorang menemukan hasil. Memahami aturan, mengelola perhatian, dan memeriksa proses perhitungan merupakan kebiasaan penting dalam menyelesaikan soal numerik. Melalui latihan tes matematika dasar kerja secara bertahap, Anda dapat memperkuat dasar perhitungan dan menghadapi psikotes dengan persiapan yang lebih terarah.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Hubungi Kami