Ketika mengikuti proses seleksi kerja, banyak peserta ingin memberikan kesan terbaik agar memiliki peluang lebih besar diterima oleh perusahaan. Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan adalah apakah perlu menyesuaikan jawaban disc test dengan karakter yang dianggap sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Pertanyaan tersebut cukup sering muncul karena sebagian kandidat menganggap tes DISC seperti ujian yang memiliki jawaban paling ideal. Mereka mencoba mencari tahu profil seperti apa yang biasanya dicari perusahaan dan berusaha menyesuaikan respons agar terlihat cocok.
Namun, cara tersebut sebenarnya kurang tepat. DISC bukan alat untuk mencari siapa yang memiliki karakter paling baik, melainkan instrumen untuk memahami kecenderungan perilaku seseorang dalam situasi tertentu.
DISC merupakan alat asesmen yang digunakan untuk memahami pola perilaku individu berdasarkan empat dimensi utama, yaitu Dominance (D), Influence (I), Steadiness (S), dan Compliance (C).
Tes ini tidak mengukur tingkat kecerdasan, kemampuan teknis, atau menentukan apakah seseorang lebih baik dibandingkan orang lain. Fokusnya adalah melihat bagaimana seseorang cenderung berkomunikasi, mengambil keputusan, dan menghadapi lingkungan.
Melalui jawaban disc test, perusahaan dapat memperoleh gambaran mengenai kecenderungan perilaku kandidat. Informasi tersebut dapat membantu memahami kesesuaian gaya kerja seseorang dengan kebutuhan pekerjaan tertentu.
Namun, hasil DISC akan lebih bermanfaat apabila respons yang diberikan benar-benar menggambarkan karakter peserta.
Jawaban singkatnya adalah tidak. Peserta tidak perlu mengubah jawaban hanya untuk terlihat sesuai dengan gambaran kandidat ideal perusahaan.
Setiap posisi pekerjaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Tidak semua perusahaan membutuhkan tipe perilaku yang sama, dan tidak semua pekerjaan membutuhkan karakter yang identik.
Misalnya, posisi tertentu mungkin membutuhkan seseorang yang berani mengambil keputusan cepat, sementara posisi lain membutuhkan individu yang teliti dan konsisten.
Karena itu, tidak ada satu profil DISC yang selalu dianggap paling unggul untuk semua pekerjaan.
Mencoba memberikan jawaban yang dianggap paling disukai perusahaan dapat menimbulkan beberapa masalah.
Jika peserta menjawab berdasarkan persepsi mengenai karakter ideal, hasil tes mungkin tidak mencerminkan perilaku asli.
Hal tersebut membuat informasi yang diperoleh menjadi kurang akurat. Padahal, tujuan utama asesmen adalah memahami karakteristik individu secara objektif.
Ketidaksesuaian antara hasil tes dan perilaku nyata dapat menjadi tantangan setelah seseorang mulai bekerja.
Misalnya, seseorang berusaha menunjukkan karakter yang sangat komunikatif dalam tes, tetapi sebenarnya lebih nyaman bekerja secara mandiri. Perbedaan tersebut dapat membuat individu merasa kurang sesuai dengan tuntutan pekerjaan.
DISC tidak memiliki jawaban benar atau salah. Setiap pilihan menunjukkan kecenderungan perilaku tertentu.
Oleh karena itu, kejujuran menjadi faktor utama agar hasil yang diperoleh dapat memberikan informasi yang relevan.
Ketika peserta menjawab sesuai dirinya, perusahaan dapat memahami bagaimana individu tersebut bekerja dan berkomunikasi secara alami.
Hal ini juga membantu kandidat menemukan lingkungan kerja yang lebih sesuai dengan karakteristiknya.
Menjawab DISC test bukan berarti menjawab secara asal. Peserta tetap perlu memahami cara mengerjakan agar respons yang diberikan dapat menggambarkan dirinya dengan baik.
Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
Pilih respons yang paling sesuai dengan perilaku yang sering dilakukan, bukan perilaku yang ingin terlihat.
Pikirkan bagaimana diri sendiri biasanya bertindak ketika menghadapi situasi kerja, tekanan, atau interaksi dengan orang lain.
Banyak peserta mencoba mencari tahu apakah perusahaan lebih menyukai tipe Dominance, Influence, Steadiness, atau Compliance.
Padahal, setiap tipe memiliki nilai positif masing-masing. Fokus utama sebaiknya bukan mendapatkan tipe tertentu, tetapi memberikan gambaran yang akurat.
Setiap individu memiliki kombinasi perilaku yang berbeda. Membandingkan jawaban dengan teman atau kandidat lain dapat membuat respons menjadi tidak natural.
Agar lebih memahami mengapa tidak ada jawaban yang paling benar, penting mengetahui karakteristik setiap tipe DISC.
Tipe Dominance biasanya berorientasi pada hasil, tantangan, dan pengambilan keputusan. Mereka cenderung nyaman menghadapi situasi yang membutuhkan tindakan cepat.
Tipe Influence biasanya kuat dalam komunikasi dan membangun hubungan. Mereka sering menikmati interaksi sosial dan aktivitas yang melibatkan banyak orang.
Tipe Steadiness cenderung stabil, sabar, dan mendukung kerja sama. Mereka biasanya menghargai lingkungan kerja yang harmonis.
Tipe Compliance memiliki kecenderungan memperhatikan detail, standar, dan kualitas pekerjaan. Mereka biasanya melakukan analisis sebelum mengambil keputusan.
Keempat tipe tersebut memiliki kelebihan masing-masing sesuai kebutuhan pekerjaan.
Perusahaan biasanya menggunakan hasil DISC sebagai informasi tambahan dalam memahami kandidat. Hasil tersebut dapat membantu melihat gaya komunikasi, pola kerja, dan cara seseorang berinteraksi.
Namun, DISC bukan satu-satunya dasar dalam menentukan keputusan rekrutmen. Perusahaan tetap perlu mempertimbangkan faktor lain seperti pengalaman, keterampilan, wawancara, dan kompetensi kandidat.
Penggunaan DISC yang tepat membantu menciptakan proses seleksi yang lebih menyeluruh.
Menyesuaikan diri dengan kebutuhan pekerjaan merupakan hal yang wajar. Setiap profesional perlu belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja.
Namun, adaptasi berbeda dengan memalsukan karakter saat mengikuti tes. Kemampuan berkembang tetap dapat dilakukan tanpa harus mengubah gambaran diri secara tidak realistis.
Kandidat yang memahami dirinya sendiri justru lebih mudah menemukan cara bekerja yang efektif.
Selain digunakan perusahaan, hasil DISC juga bermanfaat bagi individu. Peserta dapat memahami kekuatan, gaya komunikasi, dan area yang masih dapat dikembangkan.
Dengan pemahaman tersebut, seseorang dapat meningkatkan kemampuan interpersonal dan menyesuaikan cara bekerja dengan lebih baik.
DISC bukan hanya alat seleksi, tetapi juga dapat menjadi sarana mengenal diri.
Pada akhirnya, jawaban disc test tidak seharusnya dibuat berdasarkan keinginan perusahaan. DISC bukan tentang mencari jawaban yang terlihat paling sempurna, tetapi memahami kecenderungan perilaku seseorang.
Memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya membantu menghasilkan profil yang lebih akurat dan bermanfaat. Dengan memahami diri sendiri, kandidat maupun perusahaan dapat menemukan kesesuaian yang lebih baik dalam hubungan kerja.
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.