Membaca daftar gejala kesehatan mental di internet terkadang membuat seseorang merasa, “Sepertinya saya mengalami ini.” Perasaan tersebut dapat dipahami karena beberapa tanda gangguan bipolar, seperti sulit tidur, perubahan suasana hati, kehilangan energi, atau menjadi sangat aktif, juga bisa muncul dalam banyak kondisi lain. Karena itu, mengenali gejala bipolar pada wanita sebaiknya menjadi langkah awal untuk memahami kondisi diri, bukan dasar untuk langsung menetapkan diagnosis.
Gangguan bipolar merupakan kondisi kesehatan mental yang melibatkan perubahan nyata pada suasana hati, energi, aktivitas, konsentrasi, dan perilaku. Seseorang dapat mengalami episode mania atau hipomania, episode depresi, maupun episode dengan campuran gejala tertentu. NIMH menekankan bahwa diagnosis bipolar mempertimbangkan tingkat keparahan, durasi, frekuensi gejala, perjalanan kondisi sepanjang hidup, serta riwayat keluarga, sehingga penilaiannya tidak cukup berdasarkan satu gejala saja.
Istilah bipolar masih sering digunakan secara keliru untuk menggambarkan seseorang yang suasana hatinya mudah berubah. Padahal, perubahan mood normal biasanya berkaitan dengan kejadian tertentu dan tidak selalu disertai perubahan besar dalam energi, tidur, aktivitas, serta kemampuan menjalani kehidupan sehari-hari. Pada gangguan bipolar, perubahan tersebut cenderung muncul sebagai episode yang intens dan dapat terlihat berbeda dari kondisi seseorang biasanya.
Inilah alasan asesmen profesional menjadi penting. Psikolog atau psikiater tidak hanya menanyakan apakah seseorang sering merasa sedih atau sangat bahagia, tetapi juga memeriksa kapan gejala mulai muncul, berapa lama berlangsung, seberapa berat dampaknya, dan apakah pernah terjadi pola serupa sebelumnya. Informasi tersebut kemudian dipertimbangkan bersama kondisi kesehatan, penggunaan obat atau zat tertentu, serta kemungkinan adanya gangguan psikologis lain.
Pada episode mania atau hipomania, seseorang dapat memiliki energi jauh lebih tinggi daripada kondisi biasanya. Seorang wanita mungkin mengerjakan banyak hal sekaligus, memulai berbagai rencana baru, atau terus beraktivitas meskipun waktu istirahat sangat sedikit. Perubahan menjadi lebih bermakna ketika aktivitas tersebut terlihat jelas oleh orang lain dan bukan sekadar semangat sesaat.
Pada fase depresi, kondisinya dapat berbalik. Tubuh terasa berat, aktivitas sederhana membutuhkan usaha besar, dan seseorang mungkin kehilangan tenaga untuk menjalankan rutinitas yang sebelumnya mudah dilakukan. Pola perubahan dari energi sangat tinggi menuju sangat rendah menjadi informasi penting yang perlu digali selama asesmen.
Tidur merupakan salah satu aspek yang sangat diperhatikan dalam pemeriksaan bipolar. Saat mengalami mania, seseorang dapat tidur jauh lebih sedikit tetapi tetap merasa segar dan memiliki energi tinggi pada keesokan harinya. Penurunan kebutuhan tidur ini berbeda dengan insomnia biasa, karena orang dengan insomnia umumnya tetap merasa lelah akibat kurang tidur.
Sementara itu, episode depresi dapat disertai kesulitan tidur atau justru tidur terlalu lama. Perubahan tidur perlu dilihat bersama gejala lain, bukan dinilai secara terpisah. Psikolog atau psikiater biasanya akan menelusuri apakah pola tersebut pernah muncul sebelumnya dan bagaimana hubungannya dengan perubahan mood serta perilaku.
Dalam episode mania, pikiran dapat terasa bergerak dengan sangat cepat. Seseorang mungkin memiliki begitu banyak gagasan, berbicara lebih cepat daripada biasanya, dan berpindah topik sebelum pembahasan sebelumnya selesai. Kondisi ini sering digambarkan sebagai racing thoughts dan dapat disertai peningkatan aktivitas yang nyata.
Namun, berbicara cepat saja tentu tidak membuktikan seseorang mengalami bipolar. Kepribadian, kecemasan, penggunaan zat tertentu, atau situasi yang membuat seseorang sangat bersemangat juga dapat memengaruhi pola bicara. Asesmen diperlukan untuk melihat apakah perubahan tersebut merupakan bagian dari episode yang lebih luas.
Sebagian gejala bipolar pada wanita dapat terlihat dari perubahan dalam pengambilan keputusan. Pada fase mania, seseorang mungkin berbelanja berlebihan, mengambil komitmen besar secara mendadak, melakukan aktivitas berisiko, atau merasa sangat yakin bahwa keputusan yang dibuat pasti berhasil. Dampaknya dapat baru terlihat setelah mood kembali lebih stabil.
Tenaga profesional akan melihat bukan hanya jenis perilakunya, tetapi juga apakah tindakan tersebut berbeda dari karakter dan kebiasaan sebelumnya. Mereka juga dapat menanyakan dampaknya terhadap kondisi finansial, hubungan, pekerjaan, dan keselamatan. Dengan cara ini, perilaku impulsif dapat dipahami dalam konteks yang lebih utuh.
Tidak semua orang datang mencari bantuan ketika sedang mengalami mania atau hipomania. Pada bipolar II, misalnya, seseorang dapat lebih sering mencari pertolongan karena episode depresi, sementara periode hipomania sebelumnya justru tidak dianggap sebagai masalah. NIMH menjelaskan bahwa kondisi seperti ini menjadi salah satu alasan mengapa bipolar dapat tidak segera dikenali.
Karena itu, ketika seseorang datang dengan keluhan depresi, riwayat periode energi tinggi juga penting ditanyakan. Apakah pernah ada masa ketika kebutuhan tidur sangat berkurang, pembicaraan meningkat, rasa percaya diri melonjak, atau aktivitas menjadi jauh lebih tinggi? Riwayat seperti ini dapat membantu profesional membedakan pola depresi unipolar dari kemungkinan gangguan bipolar.
Salah satu pertanyaan penting dalam asesmen adalah seberapa besar gejala memengaruhi kehidupan seseorang. Perubahan mood menjadi lebih serius ketika mulai mengganggu pekerjaan, pendidikan, hubungan, keuangan, kemampuan mengurus diri, atau keselamatan. Dampak terhadap fungsi sehari-hari membantu profesional memahami tingkat keparahan kondisi yang dialami.
Pada episode yang berat, gejala mania atau depresi juga dapat disertai psikosis, seperti halusinasi atau keyakinan yang tidak sesuai kenyataan. Kondisi seperti ini membutuhkan penilaian profesional segera karena dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan. Pikiran untuk menyakiti diri atau bunuh diri juga merupakan tanda yang memerlukan pertolongan segera.
Asesmen bipolar bukan sekadar mengisi tes lalu memperoleh label diagnosis. Prosesnya dapat melibatkan wawancara klinis, penelusuran riwayat mood, evaluasi dampak gejala, riwayat kesehatan fisik dan keluarga, serta penggunaan instrumen skrining bila diperlukan. Pemeriksaan medis juga terkadang dilakukan karena beberapa kondisi kesehatan, termasuk gangguan tiroid, dapat menimbulkan gejala yang menyerupai perubahan mood pada bipolar.
Instrumen skrining dapat membantu menemukan apakah terdapat indikasi yang perlu ditelusuri lebih lanjut, tetapi hasilnya tidak otomatis menetapkan diagnosis. Dalam konteks kesehatan mental perinatal, misalnya, ACOG mencantumkan Mood Disorder Questionnaire atau MDQ sebagai salah satu alat yang dapat digunakan untuk skrining bipolar. Ketika bipolar dicurigai, ACOG menganjurkan konsultasi atau rujukan ke psikiatri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Perbedaan antara skrining dan diagnosis sangat penting dipahami oleh masyarakat. Skor tinggi pada suatu kuesioner berarti ada informasi yang perlu diperiksa lebih mendalam, bukan berarti seseorang pasti mengalami gangguan bipolar. Diagnosis tetap membutuhkan penilaian klinis dengan melihat perjalanan gejala secara keseluruhan.
Dalam kehidupan wanita terdapat beberapa periode yang dapat disertai perubahan biologis dan emosional, seperti kehamilan dan masa setelah melahirkan. Perubahan suasana hati dalam periode tersebut tidak otomatis menunjukkan bipolar, sehingga pemeriksaan yang tepat diperlukan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. ACOG memasukkan bipolar sebagai salah satu kondisi yang perlu diperhatikan dalam skrining dan diagnosis kesehatan mental selama masa kehamilan dan postpartum.
Asesmen juga penting karena beberapa kondisi memiliki gejala yang saling tumpang tindih. Depresi, gangguan kecemasan, ADHD, penggunaan zat, kondisi medis tertentu, maupun efek obat dapat menampilkan sebagian gejala yang menyerupai bipolar. Tanpa pemeriksaan yang menyeluruh, seseorang berisiko memberikan label pada dirinya sendiri berdasarkan informasi yang sebenarnya belum cukup.
Agar konsultasi lebih informatif, seseorang dapat menyiapkan beberapa catatan sederhana. Catatan tersebut bukan untuk melakukan diagnosis sendiri, melainkan membantu profesional melihat perjalanan kondisi secara lebih jelas.
Catat perubahan mood dan energi. Perhatikan kapan energi meningkat atau menurun secara tidak biasa dan berapa lama perubahan tersebut bertahan. Tambahkan pula kejadian penting yang terjadi pada periode tersebut.
Perhatikan pola tidur. Tuliskan jam tidur, jam bangun, dan apakah tubuh masih merasa segar atau justru kelelahan. Perubahan kebutuhan tidur dapat menjadi informasi penting dalam penelusuran episode mood.
Catat perubahan perilaku. Perhatikan adanya belanja impulsif, aktivitas berlebihan, menarik diri, konflik, atau keputusan yang tidak biasanya dilakukan. Dampak dari perilaku tersebut terhadap pekerjaan dan hubungan juga perlu dicatat.
Siapkan riwayat kesehatan dan obat. Beberapa kondisi medis maupun zat tertentu dapat memengaruhi mood dan energi. Informasi mengenai obat, suplemen, alkohol, atau zat lain membantu profesional melakukan penilaian yang lebih menyeluruh.
Libatkan informasi dari orang terdekat bila memungkinkan. Seseorang tidak selalu menyadari perubahan dirinya saat mengalami hipomania atau mania. Cerita pasangan atau keluarga terkadang membantu memberikan gambaran mengenai perilaku yang berbeda dari kondisi biasanya.
Mencari informasi kesehatan mental merupakan langkah yang baik, tetapi informasi daring memiliki batas. Daftar gejala tidak dapat menunjukkan dengan pasti apakah seseorang mengalami bipolar, depresi, perubahan hormonal, respons stres, atau kondisi lain. Asesmen profesional membantu menyatukan berbagai potongan informasi tersebut sehingga kondisi dapat dipahami secara lebih tepat.
Memahami gejala bipolar pada wanita pada akhirnya bukan tentang mencari sebanyak mungkin tanda yang cocok dengan diri sendiri. Yang lebih penting adalah mengenali pola perubahan mood, energi, tidur, pikiran, dan perilaku serta memperhatikan dampaknya terhadap kehidupan. Bila perubahan terasa intens, terus berulang, atau mulai mengganggu fungsi sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental merupakan langkah yang lebih aman daripada melakukan diagnosis secara mandiri.
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.