Pernah merasa sangat bersemangat hingga ingin menyelesaikan banyak hal sekaligus, tetapi pada waktu lain justru kehilangan energi untuk menjalani rutinitas sederhana? Naik turunnya perasaan sebenarnya merupakan bagian normal dari kehidupan, terutama ketika seseorang sedang menghadapi tekanan pekerjaan, masalah keluarga, perubahan hormonal, atau kurang beristirahat. Namun, ketika perubahan mood disertai perubahan energi dan perilaku yang ekstrem, memahami gejala bipolar pada wanita dapat membantu membedakan perubahan emosi sehari-hari dengan kondisi yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Gangguan bipolar merupakan kondisi kesehatan mental yang menyebabkan perubahan nyata pada suasana hati, energi, tingkat aktivitas, dan kemampuan berkonsentrasi. Perubahan tersebut dapat muncul dalam bentuk episode mania atau hipomania dan episode depresi, dengan intensitas yang berbeda pada setiap orang. NIMH menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada bipolar lebih berat daripada naik turunnya suasana hati yang biasa dialami seseorang dan dapat mengganggu kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dampak bipolar tidak selalu terlihat secara langsung sebagai perubahan emosi yang dramatis. Pada awalnya, orang di sekitar mungkin hanya melihat seseorang menjadi lebih sibuk, tidur lebih sedikit, berbicara lebih banyak, atau memiliki banyak rencana baru. Pada fase lain, perubahan justru terlihat melalui menurunnya produktivitas, kesulitan berkonsentrasi, menarik diri dari lingkungan, dan kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai.
Karena itu, mengenali bipolar sebaiknya tidak hanya berfokus pada apakah seseorang sedang merasa senang atau sedih. Perubahan pada pola tidur, energi, cara berkomunikasi, kemampuan membuat keputusan, dan hubungan sosial juga penting untuk diperhatikan. Berikut beberapa gejala yang dapat berpengaruh langsung terhadap aktivitas harian.
Pada episode mania atau hipomania, seorang wanita dapat merasa memiliki energi yang jauh lebih besar daripada biasanya. Ia mungkin melakukan banyak pekerjaan sekaligus, membuat sejumlah rencana baru, membersihkan rumah hingga larut malam, atau merasa mampu terus beraktivitas tanpa membutuhkan banyak istirahat. Peningkatan energi seperti ini dapat terlihat seperti produktivitas tinggi, sehingga terkadang tidak langsung dianggap sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan.
Masalah dapat muncul ketika energi yang tinggi membuat seseorang mengambil terlalu banyak tanggung jawab atau sulit menghentikan aktivitasnya. Ia mungkin merasa semua pekerjaan harus dilakukan saat itu juga dan menjadi frustrasi ketika orang lain tidak mampu mengikuti kecepatannya. NIMH mencatat bahwa episode mania dapat disertai peningkatan aktivitas, perasaan sangat berenergi, dan kemampuan melakukan banyak hal tanpa merasa lelah.
Tidur sering menjadi salah satu perubahan yang cukup mudah diamati. Dalam fase mania atau hipomania, seseorang dapat tidur hanya beberapa jam tetapi tetap merasa segar, penuh tenaga, dan siap melakukan berbagai aktivitas. Kondisi tersebut berbeda dengan seseorang yang kurang tidur karena pekerjaan, sebab kurang tidur biasa umumnya membuat tubuh merasa lelah pada hari berikutnya.
Sebaliknya, pada fase depresi, pola tidur dapat berubah ke arah lain. Seseorang mungkin sulit tidur sepanjang malam atau justru tidur jauh lebih lama tetapi tetap merasa tidak bertenaga saat bangun. Perubahan pola tidur yang terjadi bersama perubahan mood dan aktivitas merupakan informasi penting yang dapat membantu tenaga profesional memahami kondisi seseorang.
Bipolar juga dapat memengaruhi kemampuan berkonsentrasi saat bekerja, belajar, atau menyelesaikan tugas rumah tangga. Pada fase dengan energi tinggi, pikiran dapat terasa bergerak sangat cepat sehingga perhatian mudah berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Seseorang mungkin memulai beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan tetapi kesulitan menyelesaikannya secara teratur.
Pada episode depresi, gangguan konsentrasi dapat muncul dalam bentuk berbeda. Membaca dokumen sederhana, mengikuti rapat, mengingat jadwal, atau menentukan pilihan dapat terasa jauh lebih sulit daripada biasanya. NIMH memasukkan kesulitan berkonsentrasi dan mengambil keputusan sebagai salah satu gejala yang dapat muncul dalam episode depresi bipolar.
Beberapa gejala bipolar pada wanita juga dapat terlihat ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain. Saat mengalami mania, pembicaraan dapat menjadi jauh lebih cepat, banyak topik dibicarakan dalam waktu singkat, dan orang lain mungkin kesulitan mengikuti alur pembicaraan. Seseorang juga dapat merasa pikirannya dipenuhi berbagai gagasan yang datang hampir bersamaan.
Di tempat kerja, keadaan ini terkadang dianggap sebagai tanda seseorang sedang sangat kreatif atau penuh inspirasi. Namun, ketika kecepatan berpikir membuat komunikasi menjadi tidak terarah, keputusan terlalu cepat dibuat, atau pekerjaan sulit diselesaikan, dampaknya mulai terasa dalam fungsi sehari-hari. Karena itu, perubahan perlu dibandingkan dengan cara orang tersebut biasanya berpikir dan berbicara.
Keputusan impulsif dapat menjadi salah satu masalah yang paling terasa ketika episode mania semakin berat. Seseorang mungkin tiba-tiba berbelanja dalam jumlah besar, mengambil komitmen finansial, membuat rencana perjalanan tanpa persiapan, atau mengambil keputusan pekerjaan tanpa mempertimbangkan akibat jangka panjang. Pada saat itu, keputusan tersebut dapat terasa sangat masuk akal karena rasa percaya diri sedang meningkat.
Dampaknya terkadang baru disadari setelah suasana hati kembali lebih stabil. Tagihan meningkat, pekerjaan terbengkalai, atau hubungan dengan keluarga dapat terganggu akibat keputusan yang sebelumnya dibuat secara tergesa-gesa. NIMH juga mencatat meningkatnya dorongan terhadap aktivitas menyenangkan dan perasaan sangat mampu sebagai bagian dari gambaran episode mania.
Jika mania dapat membuat aktivitas meningkat, episode depresi dapat memberikan efek yang hampir berlawanan. Seseorang bisa kehilangan minat terhadap pekerjaan, hobi, maupun kegiatan sosial yang sebelumnya dinikmati. Bahkan rutinitas seperti mandi, menyiapkan makanan, atau membalas pesan dapat terasa membutuhkan energi yang sangat besar.
Kondisi tersebut bukan sekadar rasa malas. Depresi bipolar dapat disertai kesedihan mendalam, kehilangan minat, perasaan tidak berharga, perubahan tidur, penurunan energi, dan kesulitan menjalankan aktivitas sederhana. Jika muncul pikiran mengenai kematian atau keinginan menyakiti diri, pertolongan profesional perlu dicari segera.
Perubahan suasana hati dapat memengaruhi hubungan dengan pasangan, keluarga, teman, maupun rekan kerja. Pada periode tertentu, seseorang dapat menjadi jauh lebih banyak berbicara, sangat aktif bersosialisasi, atau mudah tersinggung ketika orang lain tidak menyetujui gagasannya. Pada periode depresi, ia mungkin melakukan hal sebaliknya dengan menghindari komunikasi dan menarik diri dari lingkungan.
Perubahan ini dapat membingungkan orang-orang terdekat karena perilaku terlihat berbeda dari biasanya. Konflik dapat terjadi ketika keluarga menganggap seseorang sengaja menjadi emosional, tidak bertanggung jawab, atau tidak mau berinteraksi. Padahal, perubahan dalam fungsi sosial merupakan salah satu dampak yang memang dapat muncul pada gangguan bipolar.
Tidak semua perubahan mood berarti seseorang mengalami gangguan bipolar. Stres, kurang tidur, masalah hubungan, gangguan kecemasan, depresi, penggunaan zat tertentu, maupun kondisi kesehatan lainnya juga dapat memengaruhi emosi dan energi. Perubahan hormonal yang berkaitan dengan menstruasi, kehamilan, periode setelah melahirkan, dan menopause juga perlu dipertimbangkan dalam memahami perubahan psikologis pada wanita.
Masa kehamilan dan setelah melahirkan memerlukan perhatian khusus pada wanita dengan gangguan mood. Pedoman ACOG memasukkan bipolar sebagai salah satu kondisi kesehatan mental yang perlu diperhatikan selama kehamilan dan periode postpartum, termasuk dalam proses skrining dan diagnosis. Postpartum psychosis juga merupakan kondisi serius yang membutuhkan perhatian medis segera, terutama ketika muncul kebingungan berat, delusi, halusinasi, atau perilaku yang berpotensi membahayakan ibu maupun bayi.
Ada beberapa keadaan yang dapat menjadi alasan untuk mempertimbangkan konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Tanda-tanda tersebut tidak otomatis menunjukkan diagnosis bipolar, tetapi dapat menjadi petunjuk bahwa perubahan yang terjadi sudah cukup memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Pola tidur berubah drastis, terutama ketika seseorang tidur sangat sedikit tetapi tetap merasa sangat berenergi selama beberapa hari.
Pekerjaan atau pendidikan mulai terganggu akibat sulit berkonsentrasi, aktivitas berlebihan, atau kehilangan energi.
Pengambilan keputusan menjadi jauh lebih impulsif dan mulai menimbulkan masalah finansial, pekerjaan, atau hubungan.
Perubahan mood terus berulang dan terlihat berbeda secara jelas dari kondisi biasanya.
Muncul pikiran untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup, yang membutuhkan bantuan segera dari tenaga profesional atau layanan kegawatdaruratan.
Membuat catatan suasana hati merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk melihat pola perubahan dari waktu ke waktu. Catatan dapat memuat jam tidur, tingkat energi, suasana hati, aktivitas penting, penggunaan obat, serta kejadian tertentu yang mungkin memengaruhi kondisi emosional. Informasi tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih utuh daripada hanya mengandalkan ingatan saat berkonsultasi.
Namun, catatan mood bukanlah alat untuk menetapkan diagnosis sendiri. Diagnosis bipolar membutuhkan penilaian terhadap pola episode, durasi, tingkat keparahan, riwayat kesehatan, serta dampaknya terhadap kehidupan seseorang. Psikolog atau psikiater dapat membantu membedakan bipolar dari kondisi lain yang mungkin memiliki beberapa gejala serupa.
Memahami perubahan dalam diri tidak berarti seseorang harus buru-buru memberi label pada dirinya sendiri. Tujuan mengenali gejala adalah mengetahui kapan perubahan emosi, energi, tidur, dan perilaku sudah berbeda cukup jauh dari pola kehidupan biasanya. Semakin jelas dampaknya terhadap pekerjaan, hubungan, keuangan, atau kemampuan merawat diri, semakin penting pula untuk mendapatkan evaluasi yang tepat.
Informasi mengenai gejala bipolar pada wanita dapat menjadi titik awal untuk memahami pola tersebut dengan lebih tenang dan objektif. Gangguan bipolar dapat dikelola melalui penanganan yang tepat, dan bantuan profesional dapat membantu menentukan kebutuhan setiap individu secara lebih akurat. Yang terpenting adalah tidak menganggap perubahan ekstrem sebagai sekadar “mood swing” ketika kehidupan sehari-hari sudah mulai terdampak.
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.