Contoh Tes Intelegensi Umum dalam Tes Masuk BUMN

08 Nov 2026 Ardi Almaqassary Tes Intelegensi 1x dibaca
Contoh Tes Intelegensi Umum dalam Tes Masuk BUMN

Bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu pilihan karier yang menarik bagi banyak pencari kerja. Namun, sebelum memperoleh kesempatan wawancara, pelamar mungkin harus menghadapi serangkaian pemeriksaan kemampuan dasar. Pertanyaannya, kemampuan seperti apa yang perlu dipersiapkan agar lebih siap mengikuti seleksi? Mempelajari contoh tes intelegensi umum dapat membantu mengenali karakteristik soal penalaran yang sering digunakan dalam latihan psikotes kerja.

Persiapan tidak harus dimulai dengan menghafalkan ratusan jawaban. Langkah yang lebih bermanfaat adalah memahami hubungan kata, pola bilangan, dan cara menarik kesimpulan logis. Dengan begitu, peserta dapat mengembangkan strategi penyelesaian ketika menemukan soal yang belum pernah dikerjakan.

Apa Itu Tes Intelegensi Umum dalam Rekrutmen BUMN?

Tes intelegensi umum merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pemeriksaan kemampuan kognitif, seperti pemahaman verbal, penalaran numerik, dan pemecahan masalah. Dalam konteks seleksi kerja, tugas-tugas tersebut dapat digunakan sebagai bagian dari tes kemampuan dasar. Namun, istilah dan cakupan tes yang digunakan setiap penyelenggara tidak selalu sama.

Pada Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) 2025, Forum Human Capital Indonesia (FHCI) mengumumkan tahapan yang mencakup tes kemampuan dasar, AKHLAK, wawasan kebangsaan, bahasa Inggris, serta learning agility. Pemeriksaan tersebut mempunyai tujuan yang berbeda dan tidak semuanya merupakan tes intelegensi. Oleh karena itu, pelamar perlu memeriksa ketentuan resmi setiap program rekrutmen.

Mengapa Kemampuan Kognitif Penting dalam Seleksi Kerja?

Kemampuan kognitif berkaitan dengan proses memahami informasi, mempelajari hal baru, dan menyelesaikan masalah. Dalam pekerjaan, kemampuan ini dapat membantu seseorang membaca data, mengikuti instruksi, serta mempertimbangkan alternatif keputusan. Tuntutannya berbeda tergantung jenis jabatan.

Penelitian psikologi industri dan organisasi juga banyak membahas hubungan kemampuan kognitif umum dengan performa kerja. Namun, kemampuan intelektual bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi keberhasilan karyawan. Kompetensi teknis, pengalaman, perilaku kerja, dan kondisi organisasi tetap mempunyai peran penting.

Jenis Soal Intelegensi yang Perlu Dipelajari

1. Kemampuan Verbal

Soal verbal menggunakan bahasa sebagai dasar penalaran. Bentuknya dapat berupa analogi kata, pemahaman makna, dan hubungan antarpernyataan. Peserta perlu membaca informasi secara cermat sebelum menentukan jawaban.

2. Kemampuan Numerik

Soal numerik menggunakan angka untuk menyajikan persoalan. Peserta mungkin diminta mengenali deret, menghitung persentase, atau membandingkan beberapa besaran. Kemampuan memilih operasi yang tepat sama pentingnya dengan ketelitian menghitung.

3. Penalaran Logis dan Figural

Penalaran logis melibatkan kemampuan menentukan kesimpulan berdasarkan informasi yang tersedia. Sementara itu, soal figural menggunakan bentuk atau gambar untuk menunjukkan suatu hubungan. Keduanya membutuhkan pengamatan terhadap aturan yang konsisten.

Contoh Soal Tes Intelegensi untuk Persiapan Masuk BUMN

Berikut enam soal yang dirancang sebagai bahan latihan mandiri. Contoh-contoh ini bukan soal resmi, bocoran, atau representasi pasti materi seleksi BUMN pada tahun tertentu. Setiap soal disertai pembahasan agar proses penyelesaiannya dapat dipahami.

1. Contoh Soal Analogi Verbal

Analogi mengharuskan peserta menemukan hubungan antara dua kata. Hubungan tersebut kemudian diterapkan pada pasangan berikutnya. Jawaban yang tepat harus mempunyai pola hubungan yang sepadan.

Contoh soal:

Arsiparis : Arsip = Pustakawan : ....

A. Perpustakaan
B. Buku
C. Pengunjung
D. Ruangan

Jawaban: B. Buku.

Arsiparis merupakan profesi yang bertugas mengelola arsip. Pustakawan mempunyai hubungan serupa dengan buku sebagai salah satu koleksi yang dikelolanya. Oleh karena itu, pilihan B menunjukkan hubungan profesi dan objek yang dikelola.

2. Contoh Soal Deret Angka

Deret angka menuntut kemampuan menemukan keteraturan bilangan. Aturannya dapat berupa penjumlahan, perkalian, atau perubahan selisih. Peserta sebaiknya memeriksa seluruh angka sebelum menentukan pola.

Contoh soal:

5, 9, 15, 23, 33, ....

A. 41
B. 43
C. 45
D. 47

Jawaban: C. 45.

Selisih antarbilangan adalah 4, 6, 8, dan 10. Setiap selisih meningkat dua dari selisih sebelumnya. Dengan demikian, selisih berikutnya adalah 12 sehingga 33 + 12 = 45.

3. Contoh Soal Silogisme

Silogisme menggunakan premis untuk menghasilkan kesimpulan logis. Peserta hanya boleh menggunakan informasi yang diberikan dalam soal. Kesimpulan yang masuk akal secara umum belum tentu didukung oleh kedua premis.

Contoh soal:

Premis 1: Semua analis data mengikuti pelatihan keamanan informasi.

Premis 2: Sebagian pegawai adalah analis data.

Kesimpulan yang benar adalah ....

A. Semua pegawai mengikuti pelatihan.
B. Sebagian pegawai mengikuti pelatihan keamanan informasi.
C. Semua peserta pelatihan adalah analis data.
D. Tidak ada pegawai yang mengikuti pelatihan.

Jawaban: B.

Premis pertama memastikan seluruh analis data mengikuti pelatihan keamanan informasi. Premis kedua menyatakan bahwa sebagian pegawai termasuk kelompok analis data. Oleh karena itu, sebagian pegawai mengikuti pelatihan tersebut.

4. Contoh Soal Aritmatika Persentase

Salah satu bentuk contoh tes intelegensi umum yang dapat dipelajari untuk persiapan kerja adalah soal persentase. Tugas seperti ini membutuhkan pemahaman terhadap nilai awal dan besarnya perubahan. Kesalahan menentukan dasar perhitungan dapat menghasilkan jawaban yang berbeda.

Contoh soal:

Sebuah perusahaan menganggarkan Rp4.000.000 untuk kebutuhan operasional. Sebanyak 35% anggaran digunakan untuk perlengkapan kerja. Berapa dana yang digunakan untuk perlengkapan?

A. Rp1.200.000
B. Rp1.400.000
C. Rp1.600.000
D. Rp1.800.000

Jawaban: B. Rp1.400.000.

Besarnya dana dihitung dengan mengalikan 35% dan Rp4.000.000. Perhitungannya adalah 0,35 × Rp4.000.000 = Rp1.400.000. Jadi, pilihan B merupakan jawaban yang benar.

5. Contoh Soal Interpretasi Data

Kemampuan memahami tabel merupakan keterampilan yang relevan untuk banyak pekerjaan. Peserta harus memilih informasi yang diperlukan sebelum melakukan perhitungan. Kesimpulan harus mengikuti data yang tersedia.

Contoh soal:

Divisi Januari Februari
A 120 150
B 140 155
C 100 145

Pertanyaan: Divisi manakah yang mengalami peningkatan jumlah terbesar?

A. Divisi A
B. Divisi B
C. Divisi C
D. Semua sama

Jawaban: C. Divisi C.

Divisi A meningkat 30, sedangkan Divisi B meningkat 15. Divisi C meningkat sebesar 45 dari Januari ke Februari. Dengan demikian, peningkatan jumlah terbesar terjadi pada Divisi C.

6. Contoh Soal Penalaran Figural

Penalaran figural menggunakan perubahan bentuk atau arah sebagai dasar persoalan. Peserta perlu mengenali aturan yang berulang. Dalam contoh ini, perubahan melibatkan rotasi panah.

Contoh soal:

↑ → ↓ ← ↑ ?

Pilihan jawaban: A. ↑ | B. → | C. ↓ | D. ←

Jawaban: B. →

Setiap panah berputar 90 derajat searah jarum jam. Setelah urutan kembali ke panah atas, arah berikutnya adalah kanan. Karena itu, simbol → merupakan jawaban yang benar.

Strategi Belajar Menghadapi Tes Masuk BUMN

Buat Jadwal Latihan yang Konsisten

Latihan singkat tetapi teratur dapat membantu peserta mengenali berbagai bentuk soal. Sebaiknya, materi verbal, numerik, dan figural dipelajari secara bergantian. Cara ini memungkinkan peserta menemukan jenis persoalan yang membutuhkan perhatian lebih besar.

Gunakan Evaluasi Kesalahan

Setelah mengerjakan latihan, periksa alasan setiap jawaban yang salah. Kesalahan mungkin terjadi karena kurang memahami konsep, salah menghitung, atau membaca pertanyaan terlalu cepat. Evaluasi tersebut lebih bermanfaat daripada sekadar mengulang soal yang sama.

Persiapkan Kondisi Teknis

Apabila tes dilaksanakan secara daring, perangkat dan koneksi internet perlu diperiksa sebelumnya. Peserta juga harus membaca tata tertib mengenai penggunaan kamera, browser, dan perlengkapan tambahan. Patuhi seluruh prosedur agar pelaksanaan ujian tidak terganggu.

Perbedaan Tes Kemampuan Dasar dan Tes AKHLAK

Tes kemampuan dasar berfokus pada kemampuan yang ditentukan dalam rancangan seleksi, termasuk tugas kognitif apabila digunakan. Sementara itu, asesmen AKHLAK berkaitan dengan nilai inti BUMN, yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Kedua pemeriksaan tersebut tidak boleh dianggap mengukur hal yang sama.

Latihan penalaran dapat membantu persiapan menghadapi soal kemampuan dasar. Namun, latihan tersebut tidak otomatis mempersiapkan peserta untuk seluruh komponen seleksi. Pelamar perlu memahami tujuan setiap tahapan sesuai pengumuman resmi.

Apakah Latihan Psikotes Menjamin Lolos Seleksi BUMN?

Latihan membantu meningkatkan pemahaman terhadap format dan strategi penyelesaian soal. Namun, hasil latihan tidak dapat menjamin kelulusan karena proses seleksi melibatkan persyaratan serta tahapan lainnya. Kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan jabatan juga menjadi pertimbangan penting.

Selain itu, soal latihan yang tersedia di internet belum tentu mempunyai bukti validitas atau reliabilitas untuk mengukur intelegensi. Nilai yang diperoleh tidak dapat langsung diubah menjadi skor IQ. Karena itu, latihan sebaiknya digunakan sebagai sarana belajar, bukan alat diagnosis kemampuan intelektual.

Kesimpulan

Persiapan tes masuk BUMN dapat mencakup latihan kemampuan verbal, numerik, penalaran logis, dan figural. Setiap bentuk soal membutuhkan strategi yang berbeda, mulai dari memahami hubungan kata hingga mengenali pola gambar. Latihan teratur dan evaluasi kesalahan dapat membantu peserta menghadapi persoalan secara lebih sistematis.

Bagi pencari kerja yang ingin mempelajari contoh tes intelegensi umum, latihan beserta pembahasan dapat menjadi sarana mengenali karakteristik tugas kognitif. Namun, contoh edukatif bukan soal resmi rekrutmen dan tidak dapat digunakan untuk menentukan skor IQ. Informasi mengenai jadwal, materi, ketentuan, serta tahapan seleksi BUMN tetap harus mengikuti pengumuman resmi penyelenggara.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Hubungi Kami