Cara Ngerjain Tes Koran untuk yang Belum Pernah Ikut Psikotes

16 Oct 2026 Ardi Almaqassary Tes Koran 2x dibaca
Cara Ngerjain Tes Koran untuk yang Belum Pernah Ikut Psikotes

Baru pertama kali mendapat panggilan psikotes kerja dan mendengar istilah tes koran? Mungkin Anda membayangkan harus membaca berita atau menjawab pertanyaan dari lembar surat kabar. Padahal, tes ini justru berisi deretan angka yang harus dijumlahkan secara berurutan dalam waktu tertentu.

Melihat banyak angka sekaligus memang bisa membuat peserta pemula merasa gugup. Namun, Anda tidak membutuhkan kemampuan matematika tingkat tinggi untuk memahami aturan dasarnya. Dengan mempelajari cara ngerjain tes koran, Anda dapat mengenali mekanisme pengerjaan sebelum menghadapi pemeriksaan yang sebenarnya.

Apa Itu Tes Koran dalam Psikotes Kerja?

Tes koran merupakan istilah populer untuk tes Pauli dan Kraepelin, dua instrumen psikologi yang menggunakan aktivitas penjumlahan angka berulang. Angka disusun secara vertikal dalam banyak kolom, kemudian peserta diminta menghitung pasangan yang berdekatan. Pengerjaan dilakukan mengikuti instruksi dan batas waktu yang ditetapkan pemeriksa.

Walaupun menggunakan matematika sederhana, tes ini bukan sekadar ujian kemampuan berhitung. Hasil pengerjaan dapat memberikan informasi mengenai produktivitas, ketepatan, dan perubahan performa selama melakukan tugas berulang. Interpretasinya tetap memerlukan prosedur penilaian dan norma instrumen yang sesuai.

Kenali Perbedaan Tes Pauli dan Kraepelin

Keduanya terlihat mirip sehingga sering dianggap sebagai tes yang sama. Dalam format yang umum dikenal di Indonesia, Pauli biasanya dikerjakan dari atas menuju bawah, sedangkan Kraepelin dari bawah menuju atas. Perbedaan juga dapat ditemukan pada mekanisme aba-aba dan perpindahan kolom.

Pada beberapa pelaksanaan Pauli, peserta diminta menandai posisi ketika aba-aba diberikan. Sementara itu, dalam format Kraepelin tertentu, aba-aba digunakan untuk berpindah menuju kolom berikutnya. Karena prosedur dapat berbeda menurut versi instrumen, selalu ikuti petunjuk resmi pemeriksa.

Cara Mengerjakan Tes Koran untuk Pertama Kali

1. Pahami Arah Pengerjaan

Sebelum mulai menghitung, pastikan Anda mengetahui posisi awal yang ditentukan pemeriksa. Jangan langsung menggunakan cara yang pernah dilihat melalui video atau latihan internet. Arah pengerjaan menentukan pasangan angka pertama dan urutan pekerjaan berikutnya.

2. Jumlahkan Dua Angka Berdekatan

Setiap perhitungan menggunakan dua angka yang posisinya bersebelahan dalam satu kolom. Misalnya, terdapat angka 5, 8, dan 4 dari atas menuju bawah. Jika dikerjakan dari atas, hitung 5 + 8 terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan 8 + 4.

3. Tuliskan Angka Satuannya

Dalam format yang umum digunakan, Anda hanya perlu menuliskan digit satuan hasil penjumlahan. Jika 5 + 8 menghasilkan 13, angka yang ditulis adalah 3. Begitu pula ketika 6 + 4 menghasilkan 10, jawaban yang dicatat adalah 0.

4. Lanjutkan ke Pasangan Berikutnya

Setelah satu jawaban dicatat, bergeraklah satu posisi sesuai arah pengerjaan. Gunakan dua angka asli yang tercetak, bukan hasil penjumlahan sebelumnya. Kebiasaan ini penting karena pemula terkadang keliru menjumlahkan jawaban terdahulu dengan angka berikutnya.

Contoh Soal Tes Koran yang Mudah Dipahami

Agar lebih jelas, bayangkan satu kolom berisi angka 7, 4, 9, 6, dan 3. Dalam contoh ini, pengerjaan dilakukan dari atas menuju bawah. Setiap pasangan dijumlahkan secara berurutan dan dicatat menggunakan angka satuannya.

Urutan Penjumlahan Jawaban
1 7 + 4 = 11 1
2 4 + 9 = 13 3
3 9 + 6 = 15 5
4 6 + 3 = 9 9

Dari lima angka tersebut, diperoleh empat jawaban, yaitu 1, 3, 5, dan 9. Perhatikan bahwa angka tengah digunakan kembali dalam pasangan berikutnya. Contoh ini merupakan latihan sederhana, bukan soal yang diambil dari instrumen psikologi resmi.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

Menghitung Terlalu Terburu-buru

Banyak peserta mengira keberhasilan tes koran hanya ditentukan oleh jumlah jawaban. Akibatnya, mereka langsung berusaha bekerja secepat mungkin. Padahal, kecepatan berlebihan dapat meningkatkan risiko kesalahan membaca, menghitung, dan menulis.

Kehilangan Posisi Angka

Deretan angka yang panjang dapat membuat pandangan berpindah ke bagian yang salah. Peserta mungkin melewati satu pasangan atau mencatat jawaban pada sela yang tidak sesuai. Untuk menguranginya, biasakan menyelesaikan satu penjumlahan sebelum berpindah.

Bingung ketika Mendengar Aba-Aba

Pemula terkadang terkejut ketika pemeriksa memberikan instruksi di tengah pengerjaan. Mereka mungkin tidak mengetahui apakah harus membuat tanda, berpindah kolom, atau menghentikan pekerjaan. Karena itu, dengarkan penjelasan awal dan tanyakan bagian yang belum jelas apabila diperbolehkan.

Bagaimana Cara Berlatih sebelum Psikotes?

Mulai dari Penjumlahan Sederhana

Latihan dapat dimulai dengan membuat beberapa kolom angka secara mandiri. Gunakan deretan pendek agar perhatian dapat diarahkan pada ketepatan perhitungan. Setelah terbiasa, tambahkan panjang kolom dan variasi pasangan angka.

Coba Simulasi dengan Batas Waktu

Ketika sudah memahami aturan, cobalah latihan menggunakan durasi tertentu. Catat jumlah penjumlahan yang berhasil diselesaikan dan periksa kesalahannya setelah latihan. Tujuannya adalah mengenali perkembangan keterampilan, bukan mengejar target jawaban tertentu.

Anda juga dapat mempelajari cara ngerjain tes koran melalui latihan berbasis digital untuk membiasakan diri mengenali pasangan angka. Namun, perlu diingat bahwa simulasi online mungkin berbeda dari perangkat pemeriksaan resmi. Petunjuk dan sistem penilaiannya tidak boleh langsung dianggap identik.

Tips agar Tidak Gugup Saat Pertama Kali Tes

Perasaan tegang sebelum mengikuti psikotes merupakan pengalaman yang dapat terjadi pada siapa saja. Kondisi tersebut terkadang membuat seseorang sulit memusatkan perhatian pada instruksi. Persiapan yang memadai dapat membantu mengurangi ketidakpastian mengenai tugas yang akan dihadapi.

Usahakan beristirahat cukup dan datang sesuai jadwal pemeriksaan. Ketika tes dimulai, arahkan perhatian pada angka yang sedang dikerjakan daripada membandingkan diri dengan peserta lain. Jika menemukan kesulitan, tetap ikuti prosedur tanpa sengaja menebak hasil.

Apakah Semua Kolom Harus Selesai?

Banyak pemula khawatir ketika melihat sebagian besar lembar masih belum dikerjakan. Padahal, Pauli dan Kraepelin merupakan tugas dengan pengaturan waktu tertentu. Tidak menyelesaikan seluruh lembar bukan berarti peserta otomatis gagal.

Hasil tes dapat dianalisis melalui beberapa indikator sesuai sistem skoring yang digunakan. Jumlah pekerjaan hanyalah salah satu informasi yang mungkin dipertimbangkan. Karena itu, fokuslah pada pengerjaan yang benar dan sesuai kemampuan aktual.

Kesimpulan

Mengikuti psikotes koran untuk pertama kali tidak harus menjadi pengalaman yang membingungkan. Dengan memahami aturan penjumlahan, arah pengerjaan, serta fungsi aba-aba, peserta dapat mempersiapkan diri secara lebih terarah. Latihan sederhana juga membantu membangun kelancaran dan ketelitian.

Mempelajari cara ngerjain tes koran merupakan langkah awal untuk mengenal tugas penjumlahan berulang sebelum pemeriksaan resmi. Tidak perlu memaksakan kecepatan atau berusaha membentuk hasil tertentu. Hal terpenting adalah memahami instruksi, mempertahankan perhatian, dan mengerjakan setiap pasangan angka dengan benar.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Hubungi Kami