Pernah menjumlahkan 8 dan 7 saat latihan psikotes, lalu bingung harus menulis 15 atau cukup angka 5? Kebingungan sederhana seperti ini ternyata bisa menghambat pengerjaan, terutama ketika peserta harus menghitung banyak angka dalam waktu terbatas. Padahal, aturan penulisannya cukup mudah dipahami.
Bagi pemula, memahami cara hitung koran psikotes merupakan langkah penting sebelum berlatih meningkatkan kecepatan. Tidak semua hasil penjumlahan perlu ditulis secara lengkap seperti dalam pelajaran matematika. Ada aturan khusus mengenai digit yang digunakan sebagai jawaban, terutama ketika hasil penjumlahan mencapai dua digit.
Tes koran merupakan sebutan populer untuk metode penjumlahan berulang, terutama Kraepelin dan Pauli. Peserta diminta menjumlahkan dua angka berdekatan sesuai arah pengerjaan yang ditentukan. Karena angka yang digunakan umumnya berupa bilangan satu digit, hasil penjumlahannya dapat berupa satu atau dua digit.
Sebagai contoh, 3 ditambah 4 menghasilkan 7, sedangkan 8 ditambah 9 menghasilkan 17. Kedua perhitungan tersebut sama-sama benar, tetapi memiliki bentuk hasil berbeda. Dalam tes koran, peserta perlu memahami bagaimana hasil tersebut dicatat sesuai aturan instrumen.
Dalam format tes koran yang umum digunakan, peserta hanya menuliskan digit satuan apabila hasil penjumlahan memiliki dua digit. Artinya, ketika memperoleh hasil 14, angka yang ditulis adalah 4. Digit puluhan tidak perlu dicatat sebagai bagian dari jawaban.
Misalnya, 9 ditambah 8 menghasilkan 17, sehingga peserta menuliskan angka 7. Begitu pula dengan 6 ditambah 9 yang menghasilkan 15, sehingga jawabannya adalah 5. Aturan ini berlaku berulang pada setiap pasangan angka sesuai petunjuk pemeriksaan.
Penjumlahan yang menghasilkan tepat 10 sering membuat pemula ragu. Contohnya adalah 6 ditambah 4 atau 7 ditambah 3. Dalam aturan digit satuan, jawaban untuk kedua pasangan tersebut adalah 0.
Angka nol bukan berarti peserta tidak memperoleh hasil penjumlahan. Nol merupakan digit satuan dari bilangan 10 yang memang harus dicatat. Karena itu, jangan membiarkan posisi jawaban kosong hanya karena hasilnya tepat sepuluh.
Agar lebih mudah dipahami, perhatikan beberapa kombinasi angka berikut. Setiap pasangan dijumlahkan menggunakan aturan matematika biasa terlebih dahulu. Setelah hasil diketahui, ambil digit satuannya untuk menentukan jawaban.
| Pasangan Angka | Hasil Penjumlahan | Jawaban Ditulis |
|---|---|---|
| 7 + 6 | 13 | 3 |
| 8 + 8 | 16 | 6 |
| 9 + 5 | 14 | 4 |
| 7 + 9 | 16 | 6 |
| 8 + 9 | 17 | 7 |
| 6 + 4 | 10 | 0 |
| 9 + 9 | 18 | 8 |
Dari contoh tersebut, terlihat bahwa jawaban tidak selalu sama dengan hasil penjumlahan lengkap. Peserta hanya mengambil angka paling kanan ketika hasil memiliki dua digit. Dengan memahami prinsip ini, proses penulisan jawaban menjadi lebih sederhana.
Penulisan satu digit merupakan bagian dari aturan respons pada format penjumlahan berulang yang lazim digunakan. Dengan aturan tersebut, setiap pasangan menghasilkan satu digit jawaban. Peserta tidak perlu menyediakan ruang tambahan untuk hasil yang mencapai belasan.
Namun, aturan ini bukan berarti angka puluhan harus dikurangkan atau dibulatkan. Peserta cukup mengambil digit satuan dari hasil sebenarnya. Sebagai contoh, 18 tetap merupakan hasil dari 9 ditambah 9, tetapi angka yang dicatat adalah 8.
Langkah pertama adalah membiasakan diri mengenali hasil penjumlahan satu digit. Gunakan kombinasi seperti 8+6, 7+8, dan 9+7 sebagai bahan latihan. Setelah terbiasa, hasilnya dapat lebih mudah diingat tanpa menghitung ulang terlalu lama.
Dalam matematika, setiap digit mempunyai nilai berdasarkan posisinya. Pada angka 16, digit 1 menunjukkan puluhan, sedangkan digit 6 menunjukkan satuan. Memahami perbedaan tersebut membantu peserta memilih angka jawaban tanpa kebingungan.
Kesalahan dapat muncul ketika peserta menggunakan jawaban yang baru ditulis untuk perhitungan berikutnya. Padahal, pasangan berikutnya tetap berasal dari angka soal yang sudah tersedia. Jika terdapat urutan 8, 7, dan 9, hitunglah 8+7 kemudian 7+9.
Jawaban dari contoh tersebut adalah 5 dan 6. Angka 5 tidak digunakan untuk menggantikan angka 7 dalam perhitungan kedua. Menjaga aturan ini membantu mencegah kesalahan berantai.
Cobalah menggunakan deretan angka 9, 6, 8, 7, dan 5 dari atas menuju bawah. Jumlahkan setiap dua angka berdekatan, lalu tuliskan digit satuannya. Urutan jawaban yang benar adalah 5, 4, 5, dan 2.
Ketika mempelajari cara hitung koran psikotes, latihan seperti ini dapat membantu memperkuat pemahaman aturan. Mulailah tanpa batas waktu sampai jawaban benar secara konsisten. Setelah terbiasa, gunakan timer sederhana untuk melatih kelancaran.
Sebagian peserta masih menuliskan 15 ketika menjumlahkan 8 dengan 7. Padahal, instruksi umum hanya meminta angka satuannya. Kesalahan ini dapat mengganggu penempatan jawaban pada lembar tes.
Kesalahan lainnya adalah menuliskan 1 untuk hasil penjumlahan 16. Angka tersebut merupakan digit puluhan, bukan digit satuan. Jawaban yang sesuai aturan seharusnya adalah 6.
Peserta terkadang langsung menuliskan digit sebelum memastikan hasil penjumlahannya benar. Misalnya, 8+9 keliru dihitung sebagai 16 sehingga jawabannya menjadi 6. Padahal, hasil yang benar adalah 17 dengan jawaban 7.
Kraepelin dan Pauli sama-sama dikenal menggunakan penjumlahan angka berdekatan. Namun, arah pengerjaan serta instruksi waktunya dapat berbeda. Karena itu, peserta tetap harus mengikuti aturan yang diberikan penyelenggara.
Dalam Kraepelin yang umum digunakan di Indonesia, pengerjaan biasanya berlangsung dari bawah menuju atas. Sementara itu, Pauli lazim dikerjakan dari atas menuju bawah. Perbedaan arah tidak mengubah prinsip penjumlahan satuan pada format yang menggunakan aturan tersebut.
Memahami hasil penjumlahan dua digit merupakan dasar penting ketika mengerjakan tes koran. Jika hasil mencapai belasan, peserta umumnya cukup menuliskan digit satuannya, termasuk angka 0 untuk hasil 10. Ketepatan memahami aturan membantu mengurangi kesalahan penulisan.
Cara hitung koran psikotes sebaiknya dipelajari melalui contoh sederhana sebelum meningkatkan kecepatan. Fokuslah pada hasil yang benar, posisi jawaban, dan urutan pasangan angka. Untuk membiasakan diri dengan penjumlahan berulang, kamu dapat mencoba cara hitung koran psikotes melalui latihan online sebelum mengikuti psikotes resmi.
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.