Mood setiap orang memang dapat berubah. Ada hari ketika seseorang merasa bersemangat dan produktif, tetapi keesokan harinya membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat. Pada bipolar depresi, perubahan yang perlu diperhatikan bukan sekadar suasana hati sesaat, melainkan pola yang disertai perubahan energi, aktivitas, tidur, pikiran, dan kemampuan menjalani kehidupan sehari-hari.
Gangguan bipolar bersifat episodik, sehingga perubahan mood biasanya perlu dipahami dalam perjalanan waktu. NIMH menjelaskan bahwa episode bipolar melibatkan perubahan nyata pada suasana hati, energi, dan tingkat aktivitas dibandingkan kondisi seseorang biasanya. Karena itu, mengenali perubahan mood menjadi lebih akurat jika seseorang mempunyai gambaran tentang bagaimana kondisi dirinya ketika sedang stabil.
Cara sederhana untuk memahami perubahan mood adalah mengetahui terlebih dahulu kondisi dasar atau baseline pribadi. Perhatikan bagaimana pola tidur, tingkat energi, kemampuan berkonsentrasi, minat bersosialisasi, dan produktivitas ketika kondisi sedang relatif stabil. Baseline setiap orang berbeda sehingga membandingkan diri dengan orang lain tidak selalu memberikan informasi yang berguna.
Sebagai contoh, seseorang mungkin secara alami lebih pendiam dan membutuhkan banyak waktu sendiri. Jika suatu hari ia memilih berada di rumah, hal tersebut belum tentu menunjukkan episode depresi. Namun, apabila selama beberapa minggu ia berhenti menikmati aktivitas favorit, semakin sulit bekerja, kehilangan energi, dan merasa putus asa, perubahan dari pola biasanya menjadi jauh lebih bermakna.
Rasa sedih setelah mengalami konflik, kecewa, atau kelelahan merupakan respons yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pada episode depresif, perubahan berlangsung lebih menetap dan melibatkan sejumlah gejala sekaligus. WHO menjelaskan bahwa episode depresi ditandai oleh mood depresif atau kehilangan minat yang terjadi hampir sepanjang hari, hampir setiap hari, setidaknya selama dua minggu.
Durasi bukan satu-satunya pertimbangan, tetapi membantu membedakan fluktuasi emosional biasa dengan perubahan yang lebih signifikan. Profesional juga mempertimbangkan tingkat keparahan dan dampaknya terhadap kehidupan. Seseorang yang tetap terlihat berfungsi dari luar pun dapat mengalami perubahan mood yang cukup berat secara internal.
Ketika membicarakan bipolar, banyak orang hanya memperhatikan apakah seseorang terlihat sedih atau bahagia. Padahal, perubahan energi dan aktivitas sering memberikan informasi yang sama pentingnya. Dalam episode depresi, energi dapat sangat berkurang sehingga aktivitas sederhana terasa membutuhkan usaha besar.
Sebaliknya, mania atau hipomania dapat melibatkan peningkatan aktivitas dan energi yang jelas dibandingkan keadaan biasanya. Seseorang mungkin mengambil banyak pekerjaan sekaligus, berbicara lebih cepat, mempunyai berbagai ide, atau merasa mampu melakukan banyak hal tanpa cepat lelah. Perubahan tersebut perlu dilihat sebagai pola bersama gejala lain, bukan dianggap otomatis sebagai bipolar hanya karena seseorang sedang produktif.
Pertanyaan yang berguna bukan sekadar “apakah saya sedang sedih?”, tetapi “apakah cara saya berfungsi berbeda dari biasanya?”. Perubahan yang cukup jelas pada kecepatan bekerja, keinginan bersosialisasi, aktivitas fisik, atau kemampuan menyelesaikan rutinitas dapat menjadi informasi penting. Cara ini membantu melihat mood melalui dampaknya terhadap perilaku nyata.
Dalam bipolar depresi, perubahan tidur sebaiknya tidak dipisahkan dari perubahan mood lainnya. Saat depresi, seseorang dapat mengalami kesulitan tidur, terbangun terlalu pagi, atau justru tidur jauh lebih lama daripada biasanya. WHO dan NIMH sama-sama mencatat gangguan tidur sebagai bagian yang dapat muncul pada episode depresif.
Pada mania atau hipomania, pola yang berbeda dapat terjadi berupa berkurangnya kebutuhan tidur. Seseorang mungkin hanya tidur beberapa jam tetapi tetap merasa sangat bertenaga, bukan sekadar lelah karena insomnia. Perubahan seperti ini menjadi lebih bermakna jika muncul bersama peningkatan aktivitas, pembicaraan cepat, pikiran berlomba, atau perilaku impulsif.
Mood yang menurun tidak selalu langsung terasa sebagai kesedihan. Pada sebagian orang, perubahan pertama justru berupa hilangnya ketertarikan terhadap aktivitas yang sebelumnya dinikmati. Musik terasa hambar, hobi ditinggalkan, pekerjaan kehilangan makna, atau bertemu teman terasa seperti kewajiban yang melelahkan.
WHO memasukkan hilangnya minat atau kesenangan sebagai karakteristik utama episode depresi. Karena perubahan ini dapat berlangsung perlahan, seseorang kadang baru menyadarinya setelah banyak aktivitas yang biasanya menyenangkan telah berhenti dilakukan.
Perubahan mood dapat disertai perubahan dalam cara seseorang berpikir. Pada episode depresi, konsentrasi dapat menurun, mengambil keputusan terasa lebih sulit, dan pikiran mengenai diri sendiri dapat menjadi sangat negatif. Perasaan tidak berharga, rasa bersalah yang berlebihan, atau pandangan bahwa masa depan tidak memiliki harapan juga dapat muncul.
Hal yang penting adalah memperhatikan apakah pikiran tersebut menjadi lebih kuat dan menetap dibandingkan kebiasaan. Satu hari merasa gagal setelah melakukan kesalahan tentu berbeda dari keyakinan terus-menerus bahwa diri tidak berguna dalam berbagai aspek kehidupan. Ketika pola ini berjalan bersama perubahan energi, tidur, dan aktivitas, evaluasi lebih lanjut dapat dipertimbangkan.
Mengenali bipolar berarti melihat keseluruhan perjalanan mood, termasuk periode ketika energi meningkat. NIMH menjelaskan bahwa mania dapat melibatkan mood sangat meningkat atau mudah tersinggung, kebutuhan tidur berkurang, pikiran berlomba, pembicaraan lebih cepat, serta perilaku impulsif. Hipomania memiliki kelompok gejala serupa tetapi dengan tingkat keparahan yang lebih rendah dan tidak menimbulkan gangguan fungsi sebesar mania.
Hal ini penting karena sebagian orang lebih mudah menyadari periode depresi daripada hipomania. Fase energi tinggi dapat dianggap sebagai masa produktif atau menyenangkan sehingga tidak diceritakan ketika mencari bantuan. Padahal, riwayat tersebut sangat membantu profesional memahami apakah episode depresi merupakan bagian dari pola bipolar.
Mood menjadi semakin relevan secara klinis ketika mulai memengaruhi kemampuan seseorang menjalankan perannya. Pekerjaan yang biasanya dapat diselesaikan mungkin terbengkalai, hubungan sosial semakin dijauhi, atau kegiatan perawatan diri mulai sulit dilakukan. WHO mencatat bahwa episode mania maupun depresi dapat menimbulkan kesulitan signifikan di rumah, sekolah, pekerjaan, dan berbagai bagian kehidupan lainnya.
Perubahan fungsi juga dapat menjadi indikator yang lebih mudah diamati keluarga. Mereka mungkin melihat seseorang berhenti datang ke kegiatan rutin, sering tidak masuk kerja, atau tidak lagi merawat rumah seperti biasanya. Namun, pengamatan dari luar tetap perlu dibicarakan dengan individu secara empatik dan tidak digunakan untuk memberi diagnosis sendiri.
Gangguan bipolar tidak harus selalu terlihat sebagai pergantian teratur dari mania menuju depresi. Seseorang dapat mengalami periode stabil di antara episode, beberapa episode dengan pola berbeda, atau gejala mania dan depresi yang muncul bersamaan dalam kondisi dengan fitur campuran. NIMH menegaskan bahwa perjalanan bipolar dapat bervariasi antara individu.
Inilah sebabnya catatan sederhana mengenai mood sering lebih bermanfaat daripada mengandalkan ingatan beberapa bulan kemudian. Catatan dapat berisi tingkat energi, durasi tidur, aktivitas, minat, stres, serta perubahan perilaku yang cukup menonjol. Catatan tersebut bukan alat diagnosis, tetapi dapat memberikan gambaran pola yang lebih jelas ketika dibahas bersama profesional.
Perubahan perlu dievaluasi ketika berlangsung cukup lama, terasa semakin berat, atau mulai menghambat kehidupan sehari-hari. Kesulitan merawat diri, berhenti melakukan hampir semua aktivitas, tidak mampu bekerja, atau menunjukkan perubahan perilaku yang sangat jauh dari kondisi biasa merupakan beberapa situasi yang layak mendapat perhatian profesional. Diagnosis tetap membutuhkan penilaian terhadap durasi, tingkat keparahan, frekuensi, dan riwayat gejala sepanjang kehidupan.
Jika perubahan mood disertai pikiran untuk mati, menyakiti diri, atau bunuh diri, kondisi tersebut perlu dianggap serius. WHO mencatat bahwa gangguan bipolar berkaitan dengan peningkatan risiko bunuh diri. Apabila seseorang tidak mampu menjaga keselamatan dirinya, bantuan segera melalui fasilitas kesehatan atau layanan gawat darurat terdekat menjadi prioritas.
Memantau perubahan mood dapat membantu seseorang mengenali pola lebih awal, tetapi tidak dapat menggantikan evaluasi klinis. Kondisi medis, penggunaan zat, obat tertentu, gangguan kecemasan, dan masalah kesehatan mental lain dapat menghasilkan gejala yang menyerupai atau memperburuk perubahan mood. Karena itu, profesional biasanya mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum menentukan diagnosis.
Pada akhirnya, memahami bipolar depresi dan mengenali perubahan mood berarti memperhatikan pola yang lebih luas daripada sekadar merasa sedih. Perubahan energi, tidur, minat, cara berpikir, aktivitas, dan kemampuan menjalankan kehidupan dapat memberikan petunjuk ketika dibandingkan dengan kondisi dasar seseorang. Dengan mengenali pola tersebut lebih awal dan mendiskusikannya bersama profesional, perubahan mood dapat ditangani sebelum dampaknya berkembang semakin luas.
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.