CPM mengukur kemampuan penalaran nonverbal melalui pola gambar, bukan keterampilan bahasa. Skoring CPM didasarkan pada jawaban benar dan memerlukan norma yang sesuai agar hasil pemeriksaan dapat diinterpretasikan secara tepat.
Skoring CPM memerlukan norma yang sesuai agar hasil tes menggambarkan kemampuan penalaran secara tepat. Usia, karakteristik populasi, dan kualitas norma penting diperhatikan untuk menghindari kesalahan interpretasi skor.
Skoring CPM dilakukan dengan memberikan nilai 1 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah. Skor dari 36 soal dijumlahkan untuk memperoleh skor total, kemudian diinterpretasikan menggunakan norma yang sesuai dengan peserta.
Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.