20 Soal Koran Tes Psikotes untuk Latihan Bertahap Sebelum Seleksi

19 Oct 2026 Ardi Almaqassary Tes Koran 2x dibaca
20 Soal Koran Tes Psikotes untuk Latihan Bertahap Sebelum Seleksi

Mendapat panggilan psikotes kerja tentu menjadi kabar yang menyenangkan, terutama setelah melewati proses melamar pekerjaan yang cukup panjang. Namun, rasa antusias terkadang berubah menjadi khawatir ketika mengetahui bahwa salah satu pemeriksaannya menggunakan lembar berisi deretan angka. Banyak pelamar mulai mencari contoh soal karena ingin memahami cara mengerjakannya sebelum hari seleksi tiba.

Bagi kamu yang baru pertama kali menghadapi soal koran tes psikotes, tidak perlu langsung berlatih menggunakan ratusan angka sekaligus. Mempelajari penjumlahan secara bertahap dapat membantu memahami aturan dan membiasakan diri mengikuti urutan pengerjaan. Melalui 25 soal berikut, kamu bisa memulai dari perhitungan sederhana hingga deretan yang membutuhkan perhatian lebih panjang.

Mengenal Bentuk Soal Koran dalam Psikotes Kerja

Tes koran merupakan sebutan populer untuk pemeriksaan psikologi yang menggunakan penjumlahan angka secara berulang. Dua instrumen yang sering dikaitkan dengan bentuk pemeriksaan tersebut adalah Tes Kraepelin dan Pauli. Keduanya menggunakan angka satu digit sebagai stimulus, tetapi memiliki prosedur pelaksanaan dan sistem penilaian yang tidak sepenuhnya sama.

Dalam pemeriksaan, peserta diminta menjumlahkan dua angka berdekatan dengan mengikuti aturan tertentu. Pengerjaan dilakukan secara berkesinambungan selama interval waktu yang ditetapkan. Data yang diperoleh dapat mencakup jumlah pekerjaan, kesalahan, serta perubahan performa selama pemeriksaan.

Cara Mengerjakan Soal Koran Tes Psikotes

Memahami Penjumlahan Berdekatan

Prinsip dasarnya adalah menjumlahkan dua angka yang posisinya bersebelahan dalam suatu deretan. Dalam prosedur yang umum digunakan, peserta hanya menuliskan angka satuan hasil penjumlahan. Apabila hasilnya 10 atau lebih, digit puluhannya tidak dicatat.

Sebagai contoh, perhatikan deretan 7 – 5 – 8 – 3 yang dibaca dari kiri menuju kanan. Pasangan pertama adalah 7 + 5 = 12, kemudian 5 + 8 = 13, dan terakhir 8 + 3 = 11. Dengan demikian, jawaban yang dicatat adalah 2 – 3 – 1.

Hal penting yang perlu diingat adalah setiap perhitungan menggunakan pasangan angka asli. Jawaban 2 dari penjumlahan pertama tidak digunakan sebagai bilangan baru pada perhitungan berikutnya. Aturan ini berlaku pada seluruh latihan dalam artikel.

25 Soal Koran Tes Psikotes untuk Latihan Bertahap

Latihan berikut disusun menjadi lima tingkat dengan masing-masing lima soal. Jumlah angka dan variasi penjumlahan ditingkatkan secara bertahap sehingga kamu dapat membiasakan diri sebelum menghadapi deretan lebih panjang. Jika seluruh soal diselesaikan, terdapat 150 operasi penjumlahan yang dapat diperiksa.

Semua deretan ditampilkan secara horizontal untuk memudahkan pembelajaran melalui ponsel atau komputer. Kerjakan dari kiri ke kanan dan catat angka satuan setiap hasil penjumlahan. Format ini merupakan latihan mandiri, bukan salinan lembar pemeriksaan psikologi resmi.

Level 1: Penjumlahan Dasar untuk Pemula

Pada tahap pertama, setiap soal terdiri atas lima angka yang menghasilkan empat jawaban. Seluruh pasangan memiliki hasil kurang dari sepuluh sehingga kamu belum perlu menghilangkan digit puluhan. Fokus utamanya adalah membiasakan diri mengikuti pasangan yang benar.

No. Deretan Angka
1 1 – 3 – 4 – 2 – 5
2 2 – 5 – 1 – 6 – 3
3 4 – 1 – 6 – 2 – 3
4 3 – 2 – 5 – 4 – 1
5 2 – 6 – 1 – 5 – 4

Level 2: Mengenali Hasil Penjumlahan Dua Digit

Pada tahap kedua, pasangan angka mulai menghasilkan nilai sepuluh atau lebih. Peserta harus memastikan hanya digit satuan yang dicatat sebagai jawaban. Setiap soal memiliki enam angka dan menghasilkan lima jawaban.

No. Deretan Angka
6 8 – 3 – 7 – 4 – 6 – 2
7 5 – 9 – 2 – 8 – 3 – 7
8 7 – 6 – 5 – 9 – 1 – 8
9 9 – 4 – 8 – 2 – 7 – 5
10 6 – 7 – 3 – 8 – 4 – 9

Level 3: Penjumlahan yang Menghasilkan Angka Nol

Pada tahap ketiga, beberapa pasangan sengaja disusun agar menghasilkan jumlah tepat sepuluh. Misalnya, 6 + 4 dan 8 + 2 sama-sama menghasilkan jawaban 0 ketika hanya digit satuan yang dicatat. Setiap soal memiliki tujuh angka sehingga menghasilkan enam jawaban.

No. Deretan Angka
11 6 – 4 – 8 – 2 – 7 – 3 – 5
12 9 – 1 – 5 – 5 – 3 – 7 – 2
13 8 – 2 – 9 – 1 – 6 – 4 – 8
14 7 – 3 – 4 – 6 – 9 – 1 – 5
15 5 – 5 – 7 – 3 – 8 – 2 – 6

Level 4: Kombinasi Angka Nol dan Perubahan Pasangan

Pada tingkat keempat, angka nol muncul sebagai bagian dari stimulus sekaligus hasil penjumlahan. Peserta perlu membedakan keduanya agar tidak langsung menganggap setiap pasangan yang memuat nol menghasilkan jawaban nol. Masing-masing soal terdiri atas delapan angka dan menghasilkan tujuh jawaban.

No. Deretan Angka
16 0 – 8 – 2 – 9 – 1 – 6 – 4 – 7
17 9 – 0 – 7 – 3 – 5 – 5 – 0 – 8
18 4 – 6 – 0 – 9 – 1 – 8 – 2 – 5
19 8 – 2 – 0 – 7 – 3 – 9 – 1 – 6
20 5 – 0 – 9 – 1 – 7 – 3 – 0 – 8

Level 5: Deretan Lebih Panjang untuk Melatih Kelancaran

Lima soal terakhir menggunakan sembilan angka dengan kombinasi penjumlahan yang lebih rapat. Setiap deretan menghasilkan delapan jawaban sehingga kamu perlu mempertahankan urutan lebih lama dibandingkan tahap sebelumnya. Tantangannya bukan menggunakan rumus baru, melainkan tetap teliti ketika jumlah perhitungan bertambah.

No. Deretan Angka
21 9 – 8 – 7 – 9 – 6 – 8 – 5 – 7 – 4
22 8 – 9 – 9 – 7 – 8 – 6 – 9 – 5 – 8
23 7 – 9 – 6 – 9 – 8 – 7 – 9 – 8 – 6
24 9 – 6 – 8 – 9 – 7 – 8 – 9 – 6 – 7
25 8 – 7 – 9 – 8 – 9 – 7 – 8 – 9 – 9

Kunci Jawaban 25 Soal Koran Tes Psikotes

Setelah menyelesaikan seluruh latihan, bandingkan hasilmu dengan tabel kunci jawaban berikut. Pastikan setiap angka berada pada urutan yang sesuai karena jawaban benar pada posisi berbeda tetap menunjukkan kekeliruan pengerjaan. Apabila menemukan perbedaan, ulangi penjumlahan menggunakan pasangan angka asli.

No. Kunci Jawaban
1 4 – 7 – 6 – 7
2 7 – 6 – 7 – 9
3 5 – 7 – 8 – 5
4 5 – 7 – 9 – 5
5 8 – 7 – 6 – 9
6 1 – 0 – 1 – 0 – 8
7 4 – 1 – 0 – 1 – 0
8 3 – 1 – 4 – 0 – 9
9 3 – 2 – 0 – 9 – 2
10 3 – 0 – 1 – 2 – 3
11 0 – 2 – 0 – 9 – 0 – 8
12 0 – 6 – 0 – 8 – 0 – 9
13 0 – 1 – 0 – 7 – 0 – 2
14 0 – 7 – 0 – 5 – 0 – 6
15 0 – 2 – 0 – 1 – 0 – 8
16 8 – 0 – 1 – 0 – 7 – 0 – 1
17 9 – 7 – 0 – 8 – 0 – 5 – 8
18 0 – 6 – 9 – 0 – 9 – 0 – 7
19 0 – 2 – 7 – 0 – 2 – 0 – 7
20 5 – 9 – 0 – 8 – 0 – 3 – 8
21 7 – 5 – 6 – 5 – 4 – 3 – 2 – 1
22 7 – 8 – 6 – 5 – 4 – 5 – 4 – 3
23 6 – 5 – 5 – 7 – 5 – 6 – 7 – 4
24 5 – 4 – 7 – 6 – 5 – 7 – 5 – 3
25 5 – 6 – 7 – 7 – 6 – 5 – 7 – 8

Kunci jawaban tersebut disusun berdasarkan penjumlahan dua angka berdekatan dengan aturan digit satuan. Hasil ini hanya berlaku untuk 25 soal latihan dalam artikel. Kunci tersebut bukan sistem penskoran resmi Kraepelin atau Pauli.

Cara Mengevaluasi Hasil Latihan secara Mandiri

Menghitung Jawaban Benar dan Kesalahan

Ketika menggunakan soal koran tes psikotes untuk berlatih, kamu dapat mencatat jumlah jawaban benar, salah, serta yang belum dikerjakan. Seluruh latihan menyediakan 150 operasi penjumlahan apabila dikerjakan sampai selesai. Data ini dapat digunakan untuk mengetahui bagian yang masih memerlukan latihan tambahan.

Persentase ketepatan dihitung dengan membagi jumlah jawaban benar dengan jumlah jawaban yang telah dikerjakan, kemudian mengalikannya dengan 100%. Sebagai contoh, jika seluruh 150 penjumlahan dijawab dan 138 di antaranya benar, persentase ketepatan mencapai 92%. Namun, persentase tersebut hanya merupakan hasil latihan dan bukan skor psikotes terstandar.

Mengenali Tingkat yang Masih Sulit

Perhatikan apakah kesalahan lebih sering muncul pada level tertentu. Jika banyak kesalahan terjadi pada level ketiga, mungkin aturan pencatatan angka nol perlu dipelajari kembali. Sementara itu, kesalahan pada level kelima dapat menjadi alasan untuk memeriksa kembali kelancaran mengikuti pasangan angka yang lebih panjang.

Mengapa Latihan Bertahap Bermanfaat?

Dalam psikologi belajar, latihan yang disusun secara bertahap dapat membantu individu memahami prosedur sebelum menghadapi tuntutan yang lebih banyak. Pada awalnya, perhatian digunakan untuk memastikan aturan benar-benar dipahami. Setelah lebih terbiasa, proses pengerjaan dapat berlangsung lebih lancar.

Fenomena tersebut berkaitan dengan practice effect, yaitu perubahan performa akibat pengalaman mengerjakan tugas. Namun, peningkatan hasil latihan tidak otomatis menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif secara menyeluruh. Perubahan tersebut terutama perlu dipahami dalam konteks tugas yang memang dilatih.

Tips Sebelum Mengikuti Tes Koran dalam Seleksi Kerja

Selain berlatih, penting memahami jenis instrumen yang akan digunakan. Dalam praktik konvensional yang umum dikenal di Indonesia, Kraepelin biasanya dikerjakan dari bawah ke atas, sedangkan Pauli dari atas ke bawah. Oleh karena itu, jangan menganggap format latihan horizontal dalam artikel ini sebagai aturan pengerjaan semua tes koran.

Persiapan juga mencakup istirahat yang cukup dan memahami petunjuk pemeriksaan. Hindari memaksakan latihan hingga menyebabkan kelelahan sebelum hari seleksi. Ketika tes berlangsung, fokuslah pada instruksi dan pengerjaan sendiri tanpa terlalu membandingkan kecepatan dengan peserta lain.

Apakah Latihan Ini Bisa Menentukan Hasil Psikotes?

Latihan 25 soal dapat membantu peserta memahami penjumlahan berdekatan dan membiasakan pencatatan angka satuan. Namun, latihan ini tidak mengukur seluruh karakteristik yang mungkin menjadi tujuan pemeriksaan psikologi. Hasilnya juga tidak dapat digunakan untuk menentukan kepribadian, ketahanan mental, atau kelayakan seseorang dalam pekerjaan.

Dalam psikometri, interpretasi hasil membutuhkan prosedur terstandar, norma, reliabilitas, dan bukti validitas yang relevan. Karena itu, skor latihan mandiri tidak dapat langsung dibandingkan dengan hasil pemeriksaan resmi. Fungsi utamanya adalah mendukung pemahaman peserta terhadap cara mengerjakan tugas.

Kesimpulan

Mengerjakan 25 soal koran tes psikotes secara bertahap membantu peserta membiasakan diri dengan penjumlahan angka berdekatan. Melalui lima tingkat latihan, kamu dapat mempelajari aturan angka satuan, meningkatkan kelancaran, serta mengenali kesalahan pengerjaan. Namun, hasil latihan tetap perlu dipahami sebagai evaluasi keterampilan berhitung, bukan sebagai penilaian psikologis resmi.

Bagi pembaca yang ingin mengenal soal koran tes psikotes lebih lanjut, Tes KRAPAL Online di Sehari.ID dapat menjadi referensi untuk mempelajari penerapan tugas penjumlahan berulang berbasis Kraepelin dalam format digital. Mengenali prinsip pengerjaan sebelum seleksi membantu peserta memahami tugas tanpa bergantung pada hafalan jawaban. Pada akhirnya, persiapan yang baik mencakup pemahaman instruksi, latihan yang terarah, serta perhatian terhadap ketepatan pengerjaan.

Bagikan:

Siap Memulai Psikotes Online Anda?

Pilih alat psikotes yang sesuai kebutuhan Anda — untuk pengembangan diri, seleksi kandidat, maupun pemetaan psikologis di lingkungan pendidikan.

Hubungi Kami